alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Tidak Bisa Renang, Warga Gesing Benjeng Tewas Tenggelam saat Mancing

GRESIK-Tenggelam kareta tidak bisa renang Slamet Yanto ,49, akhirnya tewas. Warga Jalan Pogot Baru 12/12 RT 10 RW 06, Kelurahan Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, berdomisili di Dusun Gesing RT 05 RW 03, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng ditemukan meninggal di Sungai Kampung Dusun Gesing, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng.

 

Kejadian bermula saat Slamet berpamitan pada keluarganya untuk memancing ikan di sungai kampung. Pihak keluarga korban menolak agar tidak memancing. Namun, yang bersangkutan tetap berangkat memancing.

 

Beberapa jam usai memancing, Desi Kartika Sari, seorang mahasiswi mendapat informasi dari anak-anak bermain ada orang tenggelam di sungai. Mengetahui hal tersebut Desi langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam keadaan mengambang di sungai dalam posisi tengkurap.

 

Kemudian saksi tersebut, turun ke sungai yang memiliki kedalaman 90 hingga 100 cm untuk menolong, atau mengangkat korban dengan dibantu beberapa warga. Korban telah meninggal dunia. Kemudian, warga langsung melapor ke Polsek Benjeng.

Kapolsek Benjeng AKP Tulus membenarkan ada warga memancing tenggelam di anak sungai di Dusun Gesing, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng. “Korban tenggelam karena tidak bisa berenang. Korban mengalami gangguan pada otaknya akibat kecelakaan pada tahun 2011 dan sampai sekarang korban masih menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Surabaya,” ujarnya, Rabu (23/2).

 

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima atas musibah tersebut, dan tidak menuntut pihak lain serta bersedia membuat surat pernyataan tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis Puskesmas Metatu Benjeng, korban meninggal karena terlalu minum banyak minum air sewaktu tenggelam. Pada tubuh korban tidak ditemukan luka-luka. Korban tidak bisa berenang serta mengalami gangguan pada otaknya usai 2011. Sampai sekarang korban masih menjalani pengobatan jalan di RSUD dr Mohammad Suwandhie Surabaya. “Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan atas kejadian ini,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK-Tenggelam kareta tidak bisa renang Slamet Yanto ,49, akhirnya tewas. Warga Jalan Pogot Baru 12/12 RT 10 RW 06, Kelurahan Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, berdomisili di Dusun Gesing RT 05 RW 03, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng ditemukan meninggal di Sungai Kampung Dusun Gesing, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng.

 

Kejadian bermula saat Slamet berpamitan pada keluarganya untuk memancing ikan di sungai kampung. Pihak keluarga korban menolak agar tidak memancing. Namun, yang bersangkutan tetap berangkat memancing.

-

 

Beberapa jam usai memancing, Desi Kartika Sari, seorang mahasiswi mendapat informasi dari anak-anak bermain ada orang tenggelam di sungai. Mengetahui hal tersebut Desi langsung menuju lokasi dan mendapati korban sudah dalam keadaan mengambang di sungai dalam posisi tengkurap.

 

Kemudian saksi tersebut, turun ke sungai yang memiliki kedalaman 90 hingga 100 cm untuk menolong, atau mengangkat korban dengan dibantu beberapa warga. Korban telah meninggal dunia. Kemudian, warga langsung melapor ke Polsek Benjeng.

Kapolsek Benjeng AKP Tulus membenarkan ada warga memancing tenggelam di anak sungai di Dusun Gesing, Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng. “Korban tenggelam karena tidak bisa berenang. Korban mengalami gangguan pada otaknya akibat kecelakaan pada tahun 2011 dan sampai sekarang korban masih menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit Surabaya,” ujarnya, Rabu (23/2).

 

Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima atas musibah tersebut, dan tidak menuntut pihak lain serta bersedia membuat surat pernyataan tanpa ada tekanan dan paksaan dari pihak manapun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis Puskesmas Metatu Benjeng, korban meninggal karena terlalu minum banyak minum air sewaktu tenggelam. Pada tubuh korban tidak ditemukan luka-luka. Korban tidak bisa berenang serta mengalami gangguan pada otaknya usai 2011. Sampai sekarang korban masih menjalani pengobatan jalan di RSUD dr Mohammad Suwandhie Surabaya. “Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan atas kejadian ini,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/