alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Sepi Peminat, Transportasi Bawean Disewakan

GRESIK – Dua minibus yang menjadi transportasi Pulau Bawean tampaknya kurang diminati masyarakat. Bahkan armada milik Damri itu sering terlihat terparkir di sekitar kawasan pelabuhan. Alhasil, untuk menutupi biaya operasional kendaraan ini disewakan untuk melayani hajatan.

Koordinator Damri Bawean Syafiuddin mengatakan, dua bus sementara berhenti operasi karena tidak ada sopir. Dua bus hanya dipanaskan saja untuk perawatan setiap harinya. Memang, operasional bus Damri itu langsung berhubungan dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat. Setiap bulan ada pergantian sopir.  “Terhitung sekitar satu bulanan kami, sementara stop operasi,” kata dia.

Sementara untuk perencanaan tarif setelah satu bulan gratis, pihaknya belum bisa memastikan tarif yang berlaku untuk bulan ini. “Hanya satu bulan saja gratis, selebihnya belum bisa ditentukan tarif,” ujarnya.

Namun, sejak beroperasi gratis dua bus Damri itu masih sepi penumpang. Bus tersebur kerap dicarter dan bisa di booking untuk keperluan hajatan. “Ada yang booking perorangan bisa, keliling Bawean, berwisata atau hajatan. Tapi melihat kondisi jalan, masuk kampung atau tidak. Jika jalan kecil ya hanya berhenti di Jalan Raya saja,” paparnya. Sedangkan ongkos sewa Rp 350 ribu seharian sampai acara selesai, tanpa keliling Bawean.

Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri mengatakan, pihaknya baru menerima informasi tentang operasi sementara dua bus Damri. Karena memang ada pengetatan dari Damri Pusat.

“Selama PPKM Darurat ini ada pengetatan dari Damri Pusat termasuk sopir untuk dua bus Damri Bawean sementara berhenti,” katanya.  Terkait sopir selama PPKM, lanjut Amri, pihak Damri Pusat menunggu keputusan pusat. Jika PPKM Darurat diperpanjang, maka pihak Pemkab akan berkoordinasi dengan pihak Damri untuk pengadaan sopir Amri di Pulau Bawean.  “Bisa saja nanti kalau Pemkab diberikan kewenangan pengadaan sopir, akan kami carikan dari Pulau Bawean. Sehingga nanti bisa memberdayakan sopir di Pulau Bawean,” jelasnya.

Sebelumnya, dua bus Damri diresmikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah untuk mempermudah transportasi Pulau Bawean. Namun sejauh ini, minat masyarakat menggunakan bus Damri itu masih rendah. (fir/han)


GRESIK – Dua minibus yang menjadi transportasi Pulau Bawean tampaknya kurang diminati masyarakat. Bahkan armada milik Damri itu sering terlihat terparkir di sekitar kawasan pelabuhan. Alhasil, untuk menutupi biaya operasional kendaraan ini disewakan untuk melayani hajatan.

Koordinator Damri Bawean Syafiuddin mengatakan, dua bus sementara berhenti operasi karena tidak ada sopir. Dua bus hanya dipanaskan saja untuk perawatan setiap harinya. Memang, operasional bus Damri itu langsung berhubungan dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Perhubungan Darat. Setiap bulan ada pergantian sopir.  “Terhitung sekitar satu bulanan kami, sementara stop operasi,” kata dia.

Sementara untuk perencanaan tarif setelah satu bulan gratis, pihaknya belum bisa memastikan tarif yang berlaku untuk bulan ini. “Hanya satu bulan saja gratis, selebihnya belum bisa ditentukan tarif,” ujarnya.

Namun, sejak beroperasi gratis dua bus Damri itu masih sepi penumpang. Bus tersebur kerap dicarter dan bisa di booking untuk keperluan hajatan. “Ada yang booking perorangan bisa, keliling Bawean, berwisata atau hajatan. Tapi melihat kondisi jalan, masuk kampung atau tidak. Jika jalan kecil ya hanya berhenti di Jalan Raya saja,” paparnya. Sedangkan ongkos sewa Rp 350 ribu seharian sampai acara selesai, tanpa keliling Bawean.

-

Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Muhammad Amri mengatakan, pihaknya baru menerima informasi tentang operasi sementara dua bus Damri. Karena memang ada pengetatan dari Damri Pusat.

“Selama PPKM Darurat ini ada pengetatan dari Damri Pusat termasuk sopir untuk dua bus Damri Bawean sementara berhenti,” katanya.  Terkait sopir selama PPKM, lanjut Amri, pihak Damri Pusat menunggu keputusan pusat. Jika PPKM Darurat diperpanjang, maka pihak Pemkab akan berkoordinasi dengan pihak Damri untuk pengadaan sopir Amri di Pulau Bawean.  “Bisa saja nanti kalau Pemkab diberikan kewenangan pengadaan sopir, akan kami carikan dari Pulau Bawean. Sehingga nanti bisa memberdayakan sopir di Pulau Bawean,” jelasnya.

Sebelumnya, dua bus Damri diresmikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah untuk mempermudah transportasi Pulau Bawean. Namun sejauh ini, minat masyarakat menggunakan bus Damri itu masih rendah. (fir/han)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru