alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Hari Bhakti Adhyaksa ke-61, Kejari Gelar Vaksinasi dan Sidak Apotek

GRESIK – Dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Dharma Karini ke XXI, kejaksaan negeri (kejari) Gresik menggelar vaksinasi dan bakti sosial berupa pembagian sembako dan vitamin kepada warga yang terdampak pandemi covid 19 dan ratusan tenaga kesehatan (Nakes), di Kabuputen Gresik.

Kajari Gresik Heru Winoto membagikan sembako menyebar di wilayah Kecamatan Kebomas diantaranya Desa Kembangan, Randu Agung, Sekar Kurung, Kawisanyar. “Kami juga membagikan sembako pada tukang ojek online (ojol),” jelas Heru. Pembagian juga dilakukan kepada nakes di tiga puskesmas yakni 40 nakes puskesmas Industri, 62 orang Kebomas dan 97 yang bekerja di Cerme. Puncaknya juga digelar vaksinasi kepada 500 orang warga sekitar kantor kejari. “Pada pandemi, kami serahkan paket sembako secara simbolis melalui perwakilan, mengingat saat ini pandemi belum usai dan kami lakukan dengan prokes ketat ” ujar Heru, Rabu (21/7).

Kegiatan lainnya yang dilakukan dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 , kejari melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyasar apotek di Kabupaten Gresik.

Petugas mendatangi sejumlah apotek dengan sampel acak. Memastikan ketersediaan obat-obatan dan menanyakan harga jual kepada masyarakat. Lalu dicocokan dengan harga eceran tertinggi (HET). “Sidak ke beberapa apotek tersebut sebagai antisipasi terjadinya penimbunan dan permainan harga obat. Jangan sampai di tengah situasi darurat ini ada penimbunan dan permainan harga melebihi HET,” kata Kasi Intel Kejari Gresik, Dimaz Atmadi Brata. Sidak tersebut akan dilakukan secara rutin. Mengingat, kebutuhan obat-obatan tidak hanya untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saja. Banyak yang menjalani isolasi mandiri juga memerlukan persediaan.

Bahkan, ada satu jenis obat yang jadi incaran masyarakat. Setiap kali stoknya datang, jenis obat tersebut langsung diserbu konsumen. “Akan tetapi, pihak apotek sudah memberikan batasan setiap kali pembelian,” imbuhnya.

Selain terkait obat-obatan, Kejari Gresik juga memberi atensi terhadap ketersediaan oksigen. Korps Adhyaksa itu sudah melakukan sidak ke sejumlah produsen dan distributor untuk memastikan tidak terjadi penimbunan dan permainan harga.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, aparat kepolisian tidak segan-segan memberikan tindakan tegas jika ditemukan oknum yang bermain.

“Kami akan melakukan penyelidikan, jika ditemukan informasi ada oknum melakukan penimbunan obat di masa krisis Covid-19 akan ditindak tegas. Sebagai antisipasi, kami juga siap mengawal proses pendistribusiannya,” tegasnya. (yud/fir/han)


GRESIK – Dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Dharma Karini ke XXI, kejaksaan negeri (kejari) Gresik menggelar vaksinasi dan bakti sosial berupa pembagian sembako dan vitamin kepada warga yang terdampak pandemi covid 19 dan ratusan tenaga kesehatan (Nakes), di Kabuputen Gresik.

Kajari Gresik Heru Winoto membagikan sembako menyebar di wilayah Kecamatan Kebomas diantaranya Desa Kembangan, Randu Agung, Sekar Kurung, Kawisanyar. “Kami juga membagikan sembako pada tukang ojek online (ojol),” jelas Heru. Pembagian juga dilakukan kepada nakes di tiga puskesmas yakni 40 nakes puskesmas Industri, 62 orang Kebomas dan 97 yang bekerja di Cerme. Puncaknya juga digelar vaksinasi kepada 500 orang warga sekitar kantor kejari. “Pada pandemi, kami serahkan paket sembako secara simbolis melalui perwakilan, mengingat saat ini pandemi belum usai dan kami lakukan dengan prokes ketat ” ujar Heru, Rabu (21/7).

Kegiatan lainnya yang dilakukan dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 , kejari melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyasar apotek di Kabupaten Gresik.

Petugas mendatangi sejumlah apotek dengan sampel acak. Memastikan ketersediaan obat-obatan dan menanyakan harga jual kepada masyarakat. Lalu dicocokan dengan harga eceran tertinggi (HET). “Sidak ke beberapa apotek tersebut sebagai antisipasi terjadinya penimbunan dan permainan harga obat. Jangan sampai di tengah situasi darurat ini ada penimbunan dan permainan harga melebihi HET,” kata Kasi Intel Kejari Gresik, Dimaz Atmadi Brata. Sidak tersebut akan dilakukan secara rutin. Mengingat, kebutuhan obat-obatan tidak hanya untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saja. Banyak yang menjalani isolasi mandiri juga memerlukan persediaan.

-

Bahkan, ada satu jenis obat yang jadi incaran masyarakat. Setiap kali stoknya datang, jenis obat tersebut langsung diserbu konsumen. “Akan tetapi, pihak apotek sudah memberikan batasan setiap kali pembelian,” imbuhnya.

Selain terkait obat-obatan, Kejari Gresik juga memberi atensi terhadap ketersediaan oksigen. Korps Adhyaksa itu sudah melakukan sidak ke sejumlah produsen dan distributor untuk memastikan tidak terjadi penimbunan dan permainan harga.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, aparat kepolisian tidak segan-segan memberikan tindakan tegas jika ditemukan oknum yang bermain.

“Kami akan melakukan penyelidikan, jika ditemukan informasi ada oknum melakukan penimbunan obat di masa krisis Covid-19 akan ditindak tegas. Sebagai antisipasi, kami juga siap mengawal proses pendistribusiannya,” tegasnya. (yud/fir/han)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru