alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Wabah PMK Merebak, Diprediksi Kurban Idul Adha Tahun ini Bakal Turun

GRESIK – Dinas Pertanian Kabupaten Gresik memprediksi angka penyembelihan hewan kurban di musola dan masjid di Gresik mengalami penurunan. Hal ini akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terus meluas.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan, sepanjang 2021 lalu angka penyembelihan hewan kurban di Gresik yang berhasil dihimpun oleh Dispertan mencapai 3.665 pemotongan. Angka tersebut diprediksi akan merosot tajam pada tahun ini ditengah merebaknya wabah PMK. “Angka itu yang dilaporkan oleh takmir masjid kepada kami. Tentu saja jumlahnya bisa lebih,” ujarnya.

Dikatakan, turunnya angka pemotongan hewan kurban ini memberikan multiplayer effect pada kondisi sosial masyarakat. Sebab, aktivitas perdagangan daging saat idul adha sedikit banyak akan memberikan manfaat bagi masyakat yang kurang mampu.

Baca Juga : Penanganan PMK Tak Satu Pintu, Pemkab Gresik Minta Masukan Warga

“Hal ini membuktikan jika wabah PMK ini membawa dampak kerugian yang besar bukan hanya pada perternak saja,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data jumlah hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik terus bertambah. Di Gresik ada 4.000 kasus aktif PMK yang menyerang hewan ternak adapun upaya yang sudah dilakukan saat ini, yakni pembatasan lalu lintas ternak ada di empat pos. Lalu, pendataan populasi hewan kurban di desa. Kemudian sosialisasi kepada pedagang hewan kurban, penataan juru sembelih halal (Juleha) se-Kabupaten Gresik.

“Penyembelihan hewan kurban kalau bisa H-7 mengirimkan surat ke Dinas Pertanian. Kita bagi jadwal tanggal 10 sampai tanggal 13 Antem mortem dan post mortem mudah-mudahan semua bisa terlayani,” pungkasnya.  (fir/han)

GRESIK – Dinas Pertanian Kabupaten Gresik memprediksi angka penyembelihan hewan kurban di musola dan masjid di Gresik mengalami penurunan. Hal ini akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terus meluas.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro mengatakan, sepanjang 2021 lalu angka penyembelihan hewan kurban di Gresik yang berhasil dihimpun oleh Dispertan mencapai 3.665 pemotongan. Angka tersebut diprediksi akan merosot tajam pada tahun ini ditengah merebaknya wabah PMK. “Angka itu yang dilaporkan oleh takmir masjid kepada kami. Tentu saja jumlahnya bisa lebih,” ujarnya.

Dikatakan, turunnya angka pemotongan hewan kurban ini memberikan multiplayer effect pada kondisi sosial masyarakat. Sebab, aktivitas perdagangan daging saat idul adha sedikit banyak akan memberikan manfaat bagi masyakat yang kurang mampu.

-

Baca Juga : Penanganan PMK Tak Satu Pintu, Pemkab Gresik Minta Masukan Warga

“Hal ini membuktikan jika wabah PMK ini membawa dampak kerugian yang besar bukan hanya pada perternak saja,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data jumlah hewan ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) di Gresik terus bertambah. Di Gresik ada 4.000 kasus aktif PMK yang menyerang hewan ternak adapun upaya yang sudah dilakukan saat ini, yakni pembatasan lalu lintas ternak ada di empat pos. Lalu, pendataan populasi hewan kurban di desa. Kemudian sosialisasi kepada pedagang hewan kurban, penataan juru sembelih halal (Juleha) se-Kabupaten Gresik.

“Penyembelihan hewan kurban kalau bisa H-7 mengirimkan surat ke Dinas Pertanian. Kita bagi jadwal tanggal 10 sampai tanggal 13 Antem mortem dan post mortem mudah-mudahan semua bisa terlayani,” pungkasnya.  (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/