alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Perhutani Buka Akses Jalan Truk Galian Tambang

GRESIK – Jalan hutan milik KPH Perhutani Tuban kembali dibuka. Padahal sebelumnya, jalan tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang karena menyalahi aturan kerjasama. Dibukanya akses jalan itu membuat aktivitas Galian C di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik kembali marak.

Dari pantauan di lapangan terlihat akses jalan menuju galian tambang yang membelah hutan jati serta truk lalulalang mengangkut hasil galian C keluar dari arah Hutan Panceng ke Jalan Nasional Deandles menuju ke arah timur. Sebelumnya palang penutup akses jalan tertutup kini kembali terbuka.

Polisi hutan (polhut) dari KPH Perhutani Tuban yang ditugaskan di hutan Panceng, Sutopo membenarkan aktivitas tambang galian C yang melintas. “Setahu saya sudah dan jalan portal dibuka Setahu saya kemarin untuk memperbaiki saluran air mas,” ujarnya.

Terkait sejak kapan akses jalan itu dibuka, Sutopo enggan membeberkan. Bahkan, dirinya meminta untuk bertanya ke pimpinannya yang ada di KPH Tuban. “Kalau mau info. Lebih lanjut ke pimpinan saya di Tuban,” terangnya.

Kabag Hukum Perhutani Tuban Tole Suryadi ketika di konfirmasi melalui telpon whtasup terkait di bukanya akses jalan menuju galian C di Kecamatan Panceng yang melalui tanah perhutani dirinya enggan berkomentar banyak.

“Saya habis ditegur pimpinan saya takut salah memberikan komentar, dikarenakan sebelumya ada berita yang tidak sesuai ” jelasnya, singkat, Minggu (21/3).

Terkait badannya aktivitas tambang yang membuat akses jalan dibuka oleh pihak Perhutani yang mengizinkan PT KCC untuk memperbaiki saluran air dan jalan hutan sebelum adanya kegiatan. “Untuk akses penggunaan jalan hutan sudah ada izinya melalui SK Kemen LHK No. 51020/MENLHK/REN/PLA.O/II/2016, ” pungkasnya.

Jalan sepanjang 614 meter dijadikan untuk akses keluar masuk truk produksi tambang. Dari informasi, selama dua tahun terkahir terhitung mulai 2019 dan 2020, PT Krisna Cakra hanya membayar Rp 16 juta kompensasi ke perhutani.

Fakta di lapangan sejumlah truk lalulalang mengangkut galian sejak bertahun-tahun. Alasan itulah membuat Perhutani Tuban menutup sementara jalan tersebut. Saat ini, akses untuk galian C itu sudah dibuka.(yud/han)

GRESIK – Jalan hutan milik KPH Perhutani Tuban kembali dibuka. Padahal sebelumnya, jalan tersebut ditutup oleh pihak yang berwenang karena menyalahi aturan kerjasama. Dibukanya akses jalan itu membuat aktivitas Galian C di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik kembali marak.

Dari pantauan di lapangan terlihat akses jalan menuju galian tambang yang membelah hutan jati serta truk lalulalang mengangkut hasil galian C keluar dari arah Hutan Panceng ke Jalan Nasional Deandles menuju ke arah timur. Sebelumnya palang penutup akses jalan tertutup kini kembali terbuka.

Polisi hutan (polhut) dari KPH Perhutani Tuban yang ditugaskan di hutan Panceng, Sutopo membenarkan aktivitas tambang galian C yang melintas. “Setahu saya sudah dan jalan portal dibuka Setahu saya kemarin untuk memperbaiki saluran air mas,” ujarnya.

-

Terkait sejak kapan akses jalan itu dibuka, Sutopo enggan membeberkan. Bahkan, dirinya meminta untuk bertanya ke pimpinannya yang ada di KPH Tuban. “Kalau mau info. Lebih lanjut ke pimpinan saya di Tuban,” terangnya.

Kabag Hukum Perhutani Tuban Tole Suryadi ketika di konfirmasi melalui telpon whtasup terkait di bukanya akses jalan menuju galian C di Kecamatan Panceng yang melalui tanah perhutani dirinya enggan berkomentar banyak.

“Saya habis ditegur pimpinan saya takut salah memberikan komentar, dikarenakan sebelumya ada berita yang tidak sesuai ” jelasnya, singkat, Minggu (21/3).

Terkait badannya aktivitas tambang yang membuat akses jalan dibuka oleh pihak Perhutani yang mengizinkan PT KCC untuk memperbaiki saluran air dan jalan hutan sebelum adanya kegiatan. “Untuk akses penggunaan jalan hutan sudah ada izinya melalui SK Kemen LHK No. 51020/MENLHK/REN/PLA.O/II/2016, ” pungkasnya.

Jalan sepanjang 614 meter dijadikan untuk akses keluar masuk truk produksi tambang. Dari informasi, selama dua tahun terkahir terhitung mulai 2019 dan 2020, PT Krisna Cakra hanya membayar Rp 16 juta kompensasi ke perhutani.

Fakta di lapangan sejumlah truk lalulalang mengangkut galian sejak bertahun-tahun. Alasan itulah membuat Perhutani Tuban menutup sementara jalan tersebut. Saat ini, akses untuk galian C itu sudah dibuka.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/