alexametrics
26 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Larangan Tangkap dan Ekspor, Budidaya Kepiting Terancam Gulung Tikar

GRESIK – Sejumlah pembudidaya kepiting di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terancam gulung tikar. Hal itu karena regulasi terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) No. 17 Tahun 2021, maka kepiting yang sedang bertelur tidak boleh ditangkap untuk konsumsi maupun kegiatan ekspor.

Adanya larangan tersebut membuat harga kepiting semakin anjlok. Jika biasanya harga kepiting bisa tembus Rp 200 ribu per kilogram untuk ukuran 2 sampai 3 ons. Kini harganya hanya Rp 60 sampai Rp 100 ribu per kilogram.

Ketua Paguyuban Pengepul Kepiting Ujungpangkah Robakh mengatakan, anjloknya harga kepiting di tengah kenaikan harga BBM membuat banyak pengepul dan pembudidaya kepiting gulung tikar. “Kalau tidak bisa ekspor tentu harga kepiting akan murah. Tentu dampaknya besar bagi semua yang bergerak di usaha kepiting,” ujarnya.

GRESIK – Sejumlah pembudidaya kepiting di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terancam gulung tikar. Hal itu karena regulasi terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) No. 17 Tahun 2021, maka kepiting yang sedang bertelur tidak boleh ditangkap untuk konsumsi maupun kegiatan ekspor.

Adanya larangan tersebut membuat harga kepiting semakin anjlok. Jika biasanya harga kepiting bisa tembus Rp 200 ribu per kilogram untuk ukuran 2 sampai 3 ons. Kini harganya hanya Rp 60 sampai Rp 100 ribu per kilogram.

Ketua Paguyuban Pengepul Kepiting Ujungpangkah Robakh mengatakan, anjloknya harga kepiting di tengah kenaikan harga BBM membuat banyak pengepul dan pembudidaya kepiting gulung tikar. “Kalau tidak bisa ekspor tentu harga kepiting akan murah. Tentu dampaknya besar bagi semua yang bergerak di usaha kepiting,” ujarnya.

Most Read

Berita Terbaru

/