alexametrics
26 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Jaringan Pipa Hancur, Hydrant di Bandar Grisse Tidak Bisa Difungsikan

GRESIK – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) memprediksi jaringan pipa air yang terhubung dengan hydrant kota lama telah hancur. Hal ini dikarenakan Pemkab Gresik telah melakukan beberapa kali penataan trotoar di kawasan kota lama namun tidak pernah menemukan adanya jaringan pipa tua.

Kendati telah hancur, namun Disparekrafbudpora tetap melakukan eskavasi hydrant kota lama untuk melihat kondisi pondasi maupun struktur yang ada dibawah.

Pantauan di lapangan, proses pengangkatan struktur material yang ada disekitar hydrant lama dimulai pada Minggu (18/9) kemarin. Dari hasil penggalian ditemukan ada tumpukan batuan yang disusun mengelilingi hydrant. “Bisa kami lihat jika Belanda dulu sangat memperhitungkan kekuatan debit air apabila hydrant ini dioperasionalkan,” ujar pejabat fungsional seksi sejarah dan purbakala Disparekrafbudpora Pemkab Gresik, Khairil Anwar di sela-sela proses eskavasi.

Dijelaskan, proses eskavasi akan terus dilakukan hingga nanti tim ahli dari Bappeda menemukan jaringan pipa atau sumur air yang ada dibawah hydrant. Dalam tahap ini Disparekrafbudpora mengawasi proses pengangkatan batuan yang mengelilingi hydrant.

“Nanti setelah diangkat batuan ini akan kami kembalikan lagi keposisi semua. Begitu juga hydrant akan kami cat ulang warna merah sesuai dengan hasil scan,” imbuhnya.

Khairil berharap temuan hydrant di kota lama ini menjadi salah satu daya tarik wisata. Selain itu, hal ini sekaligus menambah referensi maupun sarana edukasi bagi para pengunjung kota lama. (fir/han)

GRESIK – Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parekrafbudpora) memprediksi jaringan pipa air yang terhubung dengan hydrant kota lama telah hancur. Hal ini dikarenakan Pemkab Gresik telah melakukan beberapa kali penataan trotoar di kawasan kota lama namun tidak pernah menemukan adanya jaringan pipa tua.

Kendati telah hancur, namun Disparekrafbudpora tetap melakukan eskavasi hydrant kota lama untuk melihat kondisi pondasi maupun struktur yang ada dibawah.

Pantauan di lapangan, proses pengangkatan struktur material yang ada disekitar hydrant lama dimulai pada Minggu (18/9) kemarin. Dari hasil penggalian ditemukan ada tumpukan batuan yang disusun mengelilingi hydrant. “Bisa kami lihat jika Belanda dulu sangat memperhitungkan kekuatan debit air apabila hydrant ini dioperasionalkan,” ujar pejabat fungsional seksi sejarah dan purbakala Disparekrafbudpora Pemkab Gresik, Khairil Anwar di sela-sela proses eskavasi.

-

Dijelaskan, proses eskavasi akan terus dilakukan hingga nanti tim ahli dari Bappeda menemukan jaringan pipa atau sumur air yang ada dibawah hydrant. Dalam tahap ini Disparekrafbudpora mengawasi proses pengangkatan batuan yang mengelilingi hydrant.

“Nanti setelah diangkat batuan ini akan kami kembalikan lagi keposisi semua. Begitu juga hydrant akan kami cat ulang warna merah sesuai dengan hasil scan,” imbuhnya.

Khairil berharap temuan hydrant di kota lama ini menjadi salah satu daya tarik wisata. Selain itu, hal ini sekaligus menambah referensi maupun sarana edukasi bagi para pengunjung kota lama. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/