alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Berebut Air Waduk, Warga Dua Desa Bersitegang

GRESIK – Warga dua desa di Kecamatan Duduksampeyan bersitegang. Ini setelah warga Desa Sumengko melarang warga Desa Gredek memanfaatkan air waduk. Larangan itu diprotes karena air waduk penting untuk kelangsungan lahan pertanian.

Kepala Desa (Kades) Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, petani terancam gagal panen akibat kekurangan air. Sementara warga tidak boleh mengambil air dari Waduk Sumengko.

“Informasinya, petani di Desa Gredek dilarang memanfaatkan air waduk oleh Gapoktan Desa Sumengko,” kata Ghofar.

Karena ketegangan itu, petani Gredek meminta kades untuk membantu melakukan normalisasi waduk Sumengko. “Akhirnya petugas Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun untuk menengahi serta merencanakan normalisasi waduk tersebut,” imbuhnya.

Dari peninjauan lokasi, ternyata ada kerusakan pada pintu saluran air dan terjadi pendangkalan. “Semoga, dengan perbaikan dan normalisasi waduk oleh Bakorwil Bojonegoro, air waduk dapat melimpah. Sehingga bisa dimanfaatkan para petani,” harap Ghofar.

Menurut Ghofar, sekarang sektor pertanian harus didukung penuh oleh pemerintah. Sebab, pertanian sebagai swasembada pangan harus dipermudah sarana prasarananya. Di antaranya yaitu kebutuhan air untuk pertanian dicukupi.  “Setelah itu, harga padi saat panen tetap stabil dan pupuk tercukupi,”tandasnya. (fir/rof)

 

GRESIK – Warga dua desa di Kecamatan Duduksampeyan bersitegang. Ini setelah warga Desa Sumengko melarang warga Desa Gredek memanfaatkan air waduk. Larangan itu diprotes karena air waduk penting untuk kelangsungan lahan pertanian.

Kepala Desa (Kades) Gredek, Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan, petani terancam gagal panen akibat kekurangan air. Sementara warga tidak boleh mengambil air dari Waduk Sumengko.

“Informasinya, petani di Desa Gredek dilarang memanfaatkan air waduk oleh Gapoktan Desa Sumengko,” kata Ghofar.

-

Karena ketegangan itu, petani Gredek meminta kades untuk membantu melakukan normalisasi waduk Sumengko. “Akhirnya petugas Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turun untuk menengahi serta merencanakan normalisasi waduk tersebut,” imbuhnya.

Dari peninjauan lokasi, ternyata ada kerusakan pada pintu saluran air dan terjadi pendangkalan. “Semoga, dengan perbaikan dan normalisasi waduk oleh Bakorwil Bojonegoro, air waduk dapat melimpah. Sehingga bisa dimanfaatkan para petani,” harap Ghofar.

Menurut Ghofar, sekarang sektor pertanian harus didukung penuh oleh pemerintah. Sebab, pertanian sebagai swasembada pangan harus dipermudah sarana prasarananya. Di antaranya yaitu kebutuhan air untuk pertanian dicukupi.  “Setelah itu, harga padi saat panen tetap stabil dan pupuk tercukupi,”tandasnya. (fir/rof)

 

Most Read

Berita Terbaru

/