alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Presiden Jokowi Izinkan Pemkab Gresik Bangun SPBK Nelayan Di Lumpur

GRESIK – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus (SPBK) Nelayan. Hal itu setelah Jokowi mendapatkan keluhan dari sejumlah nelayan saat mengunjungi Bale Pesusuhan Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik pada Rabu (20/04), sore kemarin.

Dihadapan Presiden Jokowi, Suliono ,32, salah satu nelayan Bale Pesusuhan mengungkapkan selama ini pihaknya seringkali merasa kesulitan mencari bahan bakar saat hendak melaut. Jikaada para nelayan hanya bisa membelinya dalam jumlah yang terbatas. Hal ini tentu mempengaruhi produktivitas nelayan dalam mencari ikan.

“Untuk sekali melaut kami membutuhkan solar lebih dari 10 liter. Itupun tidak semua SPBU mau melayani kami yang membawa jerigen,” ujarnya.

Oleh sebab itu, nelayan Bale Pesusuhan berharap ada langkah nyata dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bisa membantu nelayan mendapat kepastian bahan bakar. Salah satunya nelayan mengusulkan ada SPBK yang dibangun oleh pemerintah guna memudahkan nelayan mencari BBM.

“Saat ini jumlah nelayan disini mencapai 1.061 orang. Tentu adanya SPBK akan membawa nilai ekonomis dan membantu para nelayan di Lumpur,” tandasnya.

Mendengar keluhan dari nelayan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pemerintah daerah siap jika diminta untuk berinvestasi SPBK di wilayah Lumpur. Sebab, saat ini Gresik memiliki perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas).

GRESIK – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan lampu hijau kepada Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Khusus (SPBK) Nelayan. Hal itu setelah Jokowi mendapatkan keluhan dari sejumlah nelayan saat mengunjungi Bale Pesusuhan Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik pada Rabu (20/04), sore kemarin.

Dihadapan Presiden Jokowi, Suliono ,32, salah satu nelayan Bale Pesusuhan mengungkapkan selama ini pihaknya seringkali merasa kesulitan mencari bahan bakar saat hendak melaut. Jikaada para nelayan hanya bisa membelinya dalam jumlah yang terbatas. Hal ini tentu mempengaruhi produktivitas nelayan dalam mencari ikan.

“Untuk sekali melaut kami membutuhkan solar lebih dari 10 liter. Itupun tidak semua SPBU mau melayani kami yang membawa jerigen,” ujarnya.

-

Oleh sebab itu, nelayan Bale Pesusuhan berharap ada langkah nyata dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk bisa membantu nelayan mendapat kepastian bahan bakar. Salah satunya nelayan mengusulkan ada SPBK yang dibangun oleh pemerintah guna memudahkan nelayan mencari BBM.

“Saat ini jumlah nelayan disini mencapai 1.061 orang. Tentu adanya SPBK akan membawa nilai ekonomis dan membantu para nelayan di Lumpur,” tandasnya.

Mendengar keluhan dari nelayan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menambahkan, pemerintah daerah siap jika diminta untuk berinvestasi SPBK di wilayah Lumpur. Sebab, saat ini Gresik memiliki perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas (Migas).

Most Read

Berita Terbaru

/