alexametrics
29 C
Gresik
Saturday, 4 December 2021

Belum Ada Palang Pintu, Jalur KA Indro Berpotensi Bikin Macet

GRESIK – Beroperasinya layanan kereta barang di Stasiun Indro setelah berhenti pada 2016 lalu tentu akan membuat stasiun tua di Gresik itu semakin sibuk. Hal ini patut diantisipasi lantaran ada beberapa penyeberangan lintasan khususnya yang menuju desa Karangkiring belum memiliki palang pintu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Tursilowanto Harijogi tidak menutup mata hal tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi denganPT KAI agar menyiapkan palang pintu agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengapresiasi atas langkah PT KAI yang menghidupkan kembali rute kereta Barang di Stasiun Indro. Namun tidak lupa faktor keselamatan juga harus diperhatikan,” ujarnya.

Menurut Tursilo bila arus barang keluar masuk Gresik bisa dikonversi ke moda transportasi kereta api akan bisa mengurai problem kemacetan jalan di Kabupaten Gresik.

“Kepadatan jalan di Kabupaten Gresik akan berkurang 80 persen bila KA barang sudah maksimal,” tutur Tursilo.

Dia pun meminta PT KAI agar memberdayakan masyarakat sekitar Desa Indro dalam rantai operasional kereta barang itu apabila sudah berkembang.

“Karena bagaimanapun kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan dari pembangunan yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini Pak Bupati Gresik,” pesannya

Sementara itu, Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Dadan Rudiansyah menyebut, dalam rangka mendukung sistem logistik nasional yang murah dan efisien, PT KAI menghidupkan kembali rute kereta barang Indro Gresik- Pasoso Jakarta.

“Berdasarkan data LPI, sistem logistik nasional kita masih berada di peringkat 40 dunia, karena itu cost logistik kita masih tinggi. Dalam upaya memangkas biaya logistik, kehadiran kereta barang dari Gresik ke Jakarta ini bisa jadi pemicu pengintegrasian sistem logistik di Jawa Timur dan Nasional,” tutur Dadang.

Dadang optimis bila arus pengiriman barang yang memanfaatkan kereta api di Stasiun Indro akan meningkat, karena Kabupaten Gresik merupakan daerah penyangga utama Surabaya dengan kapasitas industri dan ekonomi yang besar.

“Ke depan akan kita tingkatkan layanan dan frekuensi layanan kereta disini, untuk sementara kehadiran kereta dua hari sekali,” pungkasnya. (fir/rof)


GRESIK – Beroperasinya layanan kereta barang di Stasiun Indro setelah berhenti pada 2016 lalu tentu akan membuat stasiun tua di Gresik itu semakin sibuk. Hal ini patut diantisipasi lantaran ada beberapa penyeberangan lintasan khususnya yang menuju desa Karangkiring belum memiliki palang pintu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Tursilowanto Harijogi tidak menutup mata hal tersebut. Pihaknya juga terus berkoordinasi denganPT KAI agar menyiapkan palang pintu agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengapresiasi atas langkah PT KAI yang menghidupkan kembali rute kereta Barang di Stasiun Indro. Namun tidak lupa faktor keselamatan juga harus diperhatikan,” ujarnya.

-

Menurut Tursilo bila arus barang keluar masuk Gresik bisa dikonversi ke moda transportasi kereta api akan bisa mengurai problem kemacetan jalan di Kabupaten Gresik.

“Kepadatan jalan di Kabupaten Gresik akan berkurang 80 persen bila KA barang sudah maksimal,” tutur Tursilo.

Dia pun meminta PT KAI agar memberdayakan masyarakat sekitar Desa Indro dalam rantai operasional kereta barang itu apabila sudah berkembang.

“Karena bagaimanapun kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan dari pembangunan yang dicanangkan pemerintah dalam hal ini Pak Bupati Gresik,” pesannya

Sementara itu, Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Dadan Rudiansyah menyebut, dalam rangka mendukung sistem logistik nasional yang murah dan efisien, PT KAI menghidupkan kembali rute kereta barang Indro Gresik- Pasoso Jakarta.

“Berdasarkan data LPI, sistem logistik nasional kita masih berada di peringkat 40 dunia, karena itu cost logistik kita masih tinggi. Dalam upaya memangkas biaya logistik, kehadiran kereta barang dari Gresik ke Jakarta ini bisa jadi pemicu pengintegrasian sistem logistik di Jawa Timur dan Nasional,” tutur Dadang.

Dadang optimis bila arus pengiriman barang yang memanfaatkan kereta api di Stasiun Indro akan meningkat, karena Kabupaten Gresik merupakan daerah penyangga utama Surabaya dengan kapasitas industri dan ekonomi yang besar.

“Ke depan akan kita tingkatkan layanan dan frekuensi layanan kereta disini, untuk sementara kehadiran kereta dua hari sekali,” pungkasnya. (fir/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru