alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 28 May 2022

Pembelajaran Tatap Muka SMA di Gresik Tunggu Pemkab

GRESIK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah memulai uji coba pembelajaran tatap muka untuk SMA mulai 18 Agustus, kemarin. Namun, untuk Kabupaten Gresik masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Gresik Puji Hastuti.

“Kalau dari Pemprov memang sudah boleh melakukan uji coba. Tapi kami masih menunggu arahan dari Pak Bupati Gresik untuk kapan bisa dimulai,” ujar Puji saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih fokus melakukan verifikasi kesiapan sekolah. Sambil menunggu kebijakan daerah. “Kalau sekolah siap, daerah membolehkan maka akan kami lakukan,” kata dia.

Ditambahkan, kalau nanti pembelajaran tatap muka diperbolehkan, kesehatan tetap harus diutamakan. Jadi, pelaksanaan protokol kesahatan harus benar-benar diawasi dengan ketat.

“Kami berharap sekolah bisa segera dimulai dengan tetap berpedoman pada aturan – aturan pemerintah,”ungkap dia.

Hal senada disampaikan Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Rita Riana. Pihaknya mengatakan kebijakan pembelajaran tatap muka hanya untuk 2,5 persen siswa saja. Sisanya, tetap melakukannya melalui daring.

“Jadi nanti sekolah akan melakukan dua model pembelajaran. Pembelajaran tatap muka dan daring. Nanti akan dilakukan secara bergiliran,” imbuhnya. (jar/rof)

GRESIK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim telah memulai uji coba pembelajaran tatap muka untuk SMA mulai 18 Agustus, kemarin. Namun, untuk Kabupaten Gresik masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Hal ini seperti yang disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Gresik Puji Hastuti.

“Kalau dari Pemprov memang sudah boleh melakukan uji coba. Tapi kami masih menunggu arahan dari Pak Bupati Gresik untuk kapan bisa dimulai,” ujar Puji saat dikonfirmasi, kemarin.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih fokus melakukan verifikasi kesiapan sekolah. Sambil menunggu kebijakan daerah. “Kalau sekolah siap, daerah membolehkan maka akan kami lakukan,” kata dia.

-

Ditambahkan, kalau nanti pembelajaran tatap muka diperbolehkan, kesehatan tetap harus diutamakan. Jadi, pelaksanaan protokol kesahatan harus benar-benar diawasi dengan ketat.

“Kami berharap sekolah bisa segera dimulai dengan tetap berpedoman pada aturan – aturan pemerintah,”ungkap dia.

Hal senada disampaikan Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Rita Riana. Pihaknya mengatakan kebijakan pembelajaran tatap muka hanya untuk 2,5 persen siswa saja. Sisanya, tetap melakukannya melalui daring.

“Jadi nanti sekolah akan melakukan dua model pembelajaran. Pembelajaran tatap muka dan daring. Nanti akan dilakukan secara bergiliran,” imbuhnya. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/