alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Reaktivasi Stasiun Kebungson, Ribuan Warga Terancam Relokasi

GRESIK – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak main-main dengan wacana reaktivasi kembali stasiun Gresik lama yang terletak di Jalan Nyai Ageng Pinatih Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.  Setelah melakukan MoU dengan PT TJP terkait pengoprasian jalur KA Stasiun Gresik menuju Stasiun Indro. Kini, berbagai persiapan teknis tengah dilakukan, termasuk melakukan perhitungan biaya relokasi warga.

Manager Humas KAI Daops VIII Surabaya, Lukman Arief menuturkan, meski pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait langkah-langkah yang tengah dipersiapkan KAI namun dia menyebut jika rencana reaktivasi bukan isapan jempol belaka. “Kami berkomitmen dan serius dalam merealisasikan rencana yang telah disusun. Termasuk reaktivasi stasiun Gresik lama,” kata Lukman kepada Radar Gresik.

Meski demikian, pihaknya enggan menyampaikan secara detail rencana yang akan dilakukan KAI. Hal itu dikarenakan menjadi domain manajemen pusat.

“Saya belum mendapatkan arahan untuk menyampaikan teknis rencana ini kepada media. Mohon waktu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulopancikan Affandi menyebut jika pihak desa sudah mendapatkan sosialisasi dari KAI perihal rencana reaktivasi jalur KA lama yang melintas di desanya sejak sebelum Pandemi Covid 19 melanda.

“Dari 2019 wacana ini sudah santer terdengar, bahkan beberapa warga juga sudah rapat jika benar-benar nanti jalur KA diaktifkan apa yang harus dilakukan,” kata Affandi.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Pulopancikan tersebut menyebut, ada lebih dari 300 rumah warganya yang terkena relokasi jika rencana reaktivasi jalur KA direalisasikan oleh PT KAI. Affandi mengungkapkan, Desa Pulopancikan dan Desa Bedilan menjadi wilayah yang paling panjang dilalui jalur KA lama.

“Jika ditarik dari stasiun Indro maka jalur KA lama ini melintasi lima desa diantaranya Desa Sidorukun, Kelurahan Sidokumpul, Desa Pulopancikan, Kelurahan Bedilan dan Kelurahan Kebungson,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dilapangan panjang jalur KA Stasiun Gresik menuju stasiun Indro sebesar 3 kilometer. Disepanjang jalur itu banyak berdiri perumahan penduduk sejak tahun 1980 silam. Bahkan, diperkirakan jumlah rumah yang berdiri disepanjang jalur KA lama itu mencapai 1.200 unit bangunan.

Pada bagian lain, Agus Harianto warga Desa Pulopancikan yang rumahnya berdiri dijalur PJKA mengaku hanya bisa pasrah jika rumah yang dia tinggali sejak 30 tahun harus direlokasi. Dia pun menyadari jika selama ini lahan yang dia tempati milik negara.

“Kalau harus digusur ya cuma bisa pasrah. Namun kami tetap berharap ada kompensasi dari negara,” kata Agus.(fir/han)

GRESIK – PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak main-main dengan wacana reaktivasi kembali stasiun Gresik lama yang terletak di Jalan Nyai Ageng Pinatih Kelurahan Kebungson, Kecamatan Gresik.  Setelah melakukan MoU dengan PT TJP terkait pengoprasian jalur KA Stasiun Gresik menuju Stasiun Indro. Kini, berbagai persiapan teknis tengah dilakukan, termasuk melakukan perhitungan biaya relokasi warga.

Manager Humas KAI Daops VIII Surabaya, Lukman Arief menuturkan, meski pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail terkait langkah-langkah yang tengah dipersiapkan KAI namun dia menyebut jika rencana reaktivasi bukan isapan jempol belaka. “Kami berkomitmen dan serius dalam merealisasikan rencana yang telah disusun. Termasuk reaktivasi stasiun Gresik lama,” kata Lukman kepada Radar Gresik.

Meski demikian, pihaknya enggan menyampaikan secara detail rencana yang akan dilakukan KAI. Hal itu dikarenakan menjadi domain manajemen pusat.

-

“Saya belum mendapatkan arahan untuk menyampaikan teknis rencana ini kepada media. Mohon waktu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulopancikan Affandi menyebut jika pihak desa sudah mendapatkan sosialisasi dari KAI perihal rencana reaktivasi jalur KA lama yang melintas di desanya sejak sebelum Pandemi Covid 19 melanda.

“Dari 2019 wacana ini sudah santer terdengar, bahkan beberapa warga juga sudah rapat jika benar-benar nanti jalur KA diaktifkan apa yang harus dilakukan,” kata Affandi.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa Pulopancikan tersebut menyebut, ada lebih dari 300 rumah warganya yang terkena relokasi jika rencana reaktivasi jalur KA direalisasikan oleh PT KAI. Affandi mengungkapkan, Desa Pulopancikan dan Desa Bedilan menjadi wilayah yang paling panjang dilalui jalur KA lama.

“Jika ditarik dari stasiun Indro maka jalur KA lama ini melintasi lima desa diantaranya Desa Sidorukun, Kelurahan Sidokumpul, Desa Pulopancikan, Kelurahan Bedilan dan Kelurahan Kebungson,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dilapangan panjang jalur KA Stasiun Gresik menuju stasiun Indro sebesar 3 kilometer. Disepanjang jalur itu banyak berdiri perumahan penduduk sejak tahun 1980 silam. Bahkan, diperkirakan jumlah rumah yang berdiri disepanjang jalur KA lama itu mencapai 1.200 unit bangunan.

Pada bagian lain, Agus Harianto warga Desa Pulopancikan yang rumahnya berdiri dijalur PJKA mengaku hanya bisa pasrah jika rumah yang dia tinggali sejak 30 tahun harus direlokasi. Dia pun menyadari jika selama ini lahan yang dia tempati milik negara.

“Kalau harus digusur ya cuma bisa pasrah. Namun kami tetap berharap ada kompensasi dari negara,” kata Agus.(fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/