alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Cegah DB, Kantor Polisi Difogging

GRESIK – Hujan yang masih mengguyur wilayah Gresik membuat polisi khawatir bahaya demam berdarah (DB). Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolres memerintahkan agar dilakukan fogging Mapolres dan kantor Polsek jajaran.

Fogging dilakukan di Mapolres Gresik bergiliran merata di seluruh Polsek jajaran. Tak kecuali kantor Mapolsek Manyar pun di semprot fogging terlihat asap putih untuk memberantas nyamuk demam berdarah ini mengebul memenuhi seluruh ruangan hingga taman.

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan fogging sebagai salah satu upaya dari pencegahan DBD.

Alumni Akpol 2013 tersebut juga mengajak dan mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M plus yaitu, menutup, menguras dan mengubur plus menggunakan anti nyamuk atau bila perlu memakai kelambu saat tidur.

“Rubah kebiasaan menggantungkan baju didalam rumah, untuk mencegah berkerumunnya atau bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti,” ujarnya, Rabu (19/5).

Pihaknya juga tak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

“Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas (5M) dinilai ampuh sebagai ikhtiyar menekan transmisi penyebaran virus asal wuhan,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Hujan yang masih mengguyur wilayah Gresik membuat polisi khawatir bahaya demam berdarah (DB). Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kapolres memerintahkan agar dilakukan fogging Mapolres dan kantor Polsek jajaran.

Fogging dilakukan di Mapolres Gresik bergiliran merata di seluruh Polsek jajaran. Tak kecuali kantor Mapolsek Manyar pun di semprot fogging terlihat asap putih untuk memberantas nyamuk demam berdarah ini mengebul memenuhi seluruh ruangan hingga taman.

Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan fogging sebagai salah satu upaya dari pencegahan DBD.

-

Alumni Akpol 2013 tersebut juga mengajak dan mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan 3M plus yaitu, menutup, menguras dan mengubur plus menggunakan anti nyamuk atau bila perlu memakai kelambu saat tidur.

“Rubah kebiasaan menggantungkan baju didalam rumah, untuk mencegah berkerumunnya atau bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti,” ujarnya, Rabu (19/5).

Pihaknya juga tak pernah bosan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

“Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas (5M) dinilai ampuh sebagai ikhtiyar menekan transmisi penyebaran virus asal wuhan,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/