alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

GNI Bakal Dimanfaatkan untuk Media Center

GRESIK – Mangkraknya Gedung Nasional Indonesia (GNI) akhirnya mendapat perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tersebut bakal memanfaatkan GNI untuk dijadikan media center.

“Saya sangat menyayangkan gedung GNI tidak terawat dengan baik,” ujar Bupati Yani ngabuburit di GNI, kemarin.

Memakao sarung berwarna abu-abu dan baju biru dengan garis putih, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu melihat secara langsung kondisi gedung yang berada di Jalan Pahlawan itu.

Bangunan dengan cat warna putih itu terlihat kusam, sudut ruangan yang sudah tidak berfungsi membuat bangunan yang masuk dalam cagar budaya itu semakin tidak terawat.

“Gedung ini padahal posisinya sangat strategis. Lumayan misal digunakan. Bisa dibuat kegiatannya anak-anak muda, kegiatan kreatif, menambah jaringan dengan kegiatan ekspresi lainnya,” terangnya.

Sebelumnya saat proses peresmian aplikasi Gresikpedia di rumah dinasnya pendopo, Bupati milenial ini akan memanfaatkan GNI sebagai media center atau yang lainnya. Sama halnya dengan Kota Surabaya yang memanfaatkan bangunan cagar budaya seperti gedung Siola.

“Gedung GNI tidak terpakai, tahun depan kami manfaatkan sebagai media center. Kalau Surabaya punya Siola, kita punya GNI. Memang terlambat, tapi kami berani memulai,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Mangkraknya Gedung Nasional Indonesia (GNI) akhirnya mendapat perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tersebut bakal memanfaatkan GNI untuk dijadikan media center.

“Saya sangat menyayangkan gedung GNI tidak terawat dengan baik,” ujar Bupati Yani ngabuburit di GNI, kemarin.

Memakao sarung berwarna abu-abu dan baju biru dengan garis putih, orang nomor satu di Kabupaten Gresik itu melihat secara langsung kondisi gedung yang berada di Jalan Pahlawan itu.

-

Bangunan dengan cat warna putih itu terlihat kusam, sudut ruangan yang sudah tidak berfungsi membuat bangunan yang masuk dalam cagar budaya itu semakin tidak terawat.

“Gedung ini padahal posisinya sangat strategis. Lumayan misal digunakan. Bisa dibuat kegiatannya anak-anak muda, kegiatan kreatif, menambah jaringan dengan kegiatan ekspresi lainnya,” terangnya.

Sebelumnya saat proses peresmian aplikasi Gresikpedia di rumah dinasnya pendopo, Bupati milenial ini akan memanfaatkan GNI sebagai media center atau yang lainnya. Sama halnya dengan Kota Surabaya yang memanfaatkan bangunan cagar budaya seperti gedung Siola.

“Gedung GNI tidak terpakai, tahun depan kami manfaatkan sebagai media center. Kalau Surabaya punya Siola, kita punya GNI. Memang terlambat, tapi kami berani memulai,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/