alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 22 May 2022

Dikira Limbah, Cairan Coklat Meluber di Jalan Roomo Ternyata Pelumas

GRESIK – Warga RT 4/RW 2 Desa Roomo, Kecamatan Manyar dibuat geger dengan kemunculan cairan yang meluber dari dalam Jalan Raya. Warga mengira cairan kental berwarna coklat tersebut adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Menurut keterangan warga sekitar, Sinta mengungkapkan kemunculan semburan kali pertama diketahui sekitar pukul 10.00. Tiba-tiba aspal retak dan menyembul lalu mengeluarkan cairan berwarna coklat susu. Teksturnya kental, berlendir dan muncul bercak putih. Diduga cairan tersebut akibat kebocoran pipa limbah di bawah tanah.

“Saya video terus sebarkan di media sosial. Tapi saya tidak tahu semburan itu berasal dari mana, takutnya berbahaya,” ujar Sinta, Jumat (19/3).

Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa setempat. Karena semburan cairan mengandung minyak dan lendir jika disentuh.  “Kemudian pihak RT mengambil sampel cairan bersama Pemdes,” pungkasnya.

Setelah ramai di jagat dunia maya, akhirnya pihak PDAM memberikan keterangan. Cairan berwarna kecoklatan yang terlihat menyembur dari dalam tanah merupakan cairan pelumas mesin bor Horizontal Directional Drilling (HDD) proyek pipanisasi PPKT. Meski cukup lengket namun pelaksana proyek menyebut cairan tersebut tidak berbahaya.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah mengungkapkan, begitu ramai di media sosial pihaknya langsung menghubungi PPKT selaku pihak yang mengerjakan proyek pipanisasi PDAM. Darisana PPKT mengungkapkan jika cairan itu berasal dari pelumas mesin bor yang bertujuan untuk membuat tanah semakin padat dan bulat.

“Jadi proses pengeboran dengan mesin HDD itu keunggulannya kita tidak perlu merusak jalan raya. Cukup memasukkan mesin bor saja kemudian dikendalikan secara robotik,” kata dia.

Proses ini, lanjut Risa, diistilahkan dengan aktivitas Freak Out. Dimana cairan pelumas dan cairan yang bertujuan untuk memadatkan tanah dikeluarkan dari dalam mesin. Tujuannya agar tanah tidak labil dan longsor.

“Disemburkan dari mesin bor HDD yang ada dari dalam tanah. Namun cairan ini ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Pengendalian Pencemaran DLH Gresik Baktiar Gunawan mengatakan, pihaknya sudah menerjukan tim untuk memeriksa rembesan air itu. Menurutnya, luberan air itu berasal dari aktivitas pengeboran untuk pemasangan pipa PDAM yang biasa disebut freak out. Penyebabnya kondisi tanah yang labil disekitar lokasi.

“Saat proses drilling untuk memudahkan dilakukan denganmenambah air bersama chemicals yang ramah lingkungan. Saat ini langkahnya membuat sumur pantek pada dua titik yang berfungsi untuk menampung air yang merembes itu,” tandasnya. (yud/fir/rof)

GRESIK – Warga RT 4/RW 2 Desa Roomo, Kecamatan Manyar dibuat geger dengan kemunculan cairan yang meluber dari dalam Jalan Raya. Warga mengira cairan kental berwarna coklat tersebut adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Menurut keterangan warga sekitar, Sinta mengungkapkan kemunculan semburan kali pertama diketahui sekitar pukul 10.00. Tiba-tiba aspal retak dan menyembul lalu mengeluarkan cairan berwarna coklat susu. Teksturnya kental, berlendir dan muncul bercak putih. Diduga cairan tersebut akibat kebocoran pipa limbah di bawah tanah.

“Saya video terus sebarkan di media sosial. Tapi saya tidak tahu semburan itu berasal dari mana, takutnya berbahaya,” ujar Sinta, Jumat (19/3).

-

Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut ke Pemerintah Desa setempat. Karena semburan cairan mengandung minyak dan lendir jika disentuh.  “Kemudian pihak RT mengambil sampel cairan bersama Pemdes,” pungkasnya.

Setelah ramai di jagat dunia maya, akhirnya pihak PDAM memberikan keterangan. Cairan berwarna kecoklatan yang terlihat menyembur dari dalam tanah merupakan cairan pelumas mesin bor Horizontal Directional Drilling (HDD) proyek pipanisasi PPKT. Meski cukup lengket namun pelaksana proyek menyebut cairan tersebut tidak berbahaya.

Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah mengungkapkan, begitu ramai di media sosial pihaknya langsung menghubungi PPKT selaku pihak yang mengerjakan proyek pipanisasi PDAM. Darisana PPKT mengungkapkan jika cairan itu berasal dari pelumas mesin bor yang bertujuan untuk membuat tanah semakin padat dan bulat.

“Jadi proses pengeboran dengan mesin HDD itu keunggulannya kita tidak perlu merusak jalan raya. Cukup memasukkan mesin bor saja kemudian dikendalikan secara robotik,” kata dia.

Proses ini, lanjut Risa, diistilahkan dengan aktivitas Freak Out. Dimana cairan pelumas dan cairan yang bertujuan untuk memadatkan tanah dikeluarkan dari dalam mesin. Tujuannya agar tanah tidak labil dan longsor.

“Disemburkan dari mesin bor HDD yang ada dari dalam tanah. Namun cairan ini ramah lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu Kabid Pengendalian Pencemaran DLH Gresik Baktiar Gunawan mengatakan, pihaknya sudah menerjukan tim untuk memeriksa rembesan air itu. Menurutnya, luberan air itu berasal dari aktivitas pengeboran untuk pemasangan pipa PDAM yang biasa disebut freak out. Penyebabnya kondisi tanah yang labil disekitar lokasi.

“Saat proses drilling untuk memudahkan dilakukan denganmenambah air bersama chemicals yang ramah lingkungan. Saat ini langkahnya membuat sumur pantek pada dua titik yang berfungsi untuk menampung air yang merembes itu,” tandasnya. (yud/fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/