alexametrics
28 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Tak Perlu ke Gresik, Warga Bawean Bisa Urus Dokumen di Kecamatan

GRESIK – Warga Pulau Bawean bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, untuk mencetak dokumen kependudukan mereka tidak perlu lagi repot-repot berlayar. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) mulai melakukan uji coba cetak dokumen jarak jauh.

“Iya sudah mulai dilakukan uji coba Senin kemarin,” ujar Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo.

Menurut dia, untuk sementara ini pencetakan dokumen kependudukan baru bisa untuk kartu keluarga, akte kelahiran, akte kematian dan surat pindah. Untuk KTP elektronik (KTP-el) masih belum. “Harapannya, ke depan semuanya bisa dicetak di sini. Sehingga, warga tidak perlu jauh-jauh ke Gresik daratan,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Bustomi mengatakan seharusnya pola seperti ini bisa dilakukan sejak dulu. Sebab, kalau mengurus dokumen harus ke Gresik butuh biaya besar. “Tapi kami cukup mengapresiasi. Yang pasti harus bisa terealisasi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pencetakan  e-KTP, sambung politisi asal Pulau Bawean ini, segera menyusul setelah dilakukan uji coba. Hal tersebut juga berdasarkan hasil rapat Komisi I dengan Dispendukcapil Gresik. Sebab, peralatannya untuk mendukung cetak e-KTP tengah dipersiapkan.

Dijelaskan politisi PKB itu, rencana pencetakan dokumen jarak jauh, khususnya bagi masyarakat di Pulau Bawean sudah dirancang sejak awal tahun lalu. Bahkan, anggaran untuk peralatan penunjang sudah disiapkan sebesar Rp 150 juta yang peruntukannya pengadaan komputer.

“Iya, anggarannya sempat dikepras oleh eksekutif  dengan alasan refocusing. Padahal, sangat kecil nominalnya. Makanya, pada perubahan APBD 2020 lalu, saya ngotot dikembalikan,”imbuh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik ini.

Hanya saja, Bustami khawatir cetak jarak jauh tersebut tidak bisa berjalan mulus. Sebab, Sumber Daya Manusia (SDM) Dispendukcapil Gresik masih kekurangan tenaga juga. Sedangkan  perekrutan tenaga baru terkendala moratorium. (jar/rof)

GRESIK – Warga Pulau Bawean bisa bernafas lega. Bagaimana tidak, untuk mencetak dokumen kependudukan mereka tidak perlu lagi repot-repot berlayar. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) mulai melakukan uji coba cetak dokumen jarak jauh.

“Iya sudah mulai dilakukan uji coba Senin kemarin,” ujar Camat Tambak Agung Endro Dwi Setyo Utomo.

Menurut dia, untuk sementara ini pencetakan dokumen kependudukan baru bisa untuk kartu keluarga, akte kelahiran, akte kematian dan surat pindah. Untuk KTP elektronik (KTP-el) masih belum. “Harapannya, ke depan semuanya bisa dicetak di sini. Sehingga, warga tidak perlu jauh-jauh ke Gresik daratan,” terangnya.

-

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Gresik Bustomi mengatakan seharusnya pola seperti ini bisa dilakukan sejak dulu. Sebab, kalau mengurus dokumen harus ke Gresik butuh biaya besar. “Tapi kami cukup mengapresiasi. Yang pasti harus bisa terealisasi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk pencetakan  e-KTP, sambung politisi asal Pulau Bawean ini, segera menyusul setelah dilakukan uji coba. Hal tersebut juga berdasarkan hasil rapat Komisi I dengan Dispendukcapil Gresik. Sebab, peralatannya untuk mendukung cetak e-KTP tengah dipersiapkan.

Dijelaskan politisi PKB itu, rencana pencetakan dokumen jarak jauh, khususnya bagi masyarakat di Pulau Bawean sudah dirancang sejak awal tahun lalu. Bahkan, anggaran untuk peralatan penunjang sudah disiapkan sebesar Rp 150 juta yang peruntukannya pengadaan komputer.

“Iya, anggarannya sempat dikepras oleh eksekutif  dengan alasan refocusing. Padahal, sangat kecil nominalnya. Makanya, pada perubahan APBD 2020 lalu, saya ngotot dikembalikan,”imbuh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Gresik ini.

Hanya saja, Bustami khawatir cetak jarak jauh tersebut tidak bisa berjalan mulus. Sebab, Sumber Daya Manusia (SDM) Dispendukcapil Gresik masih kekurangan tenaga juga. Sedangkan  perekrutan tenaga baru terkendala moratorium. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/