alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Belum Genap Enam Bulan, Dermaga Desa Jrebeng Amblas

GRESIK – Kondisi dermaga penyeberangan perahu tradisional di bantaran Sungai Bengawan Solo Desa Jrebeng Kecamatan Dukun amblas. Padahal, dermaga itu baru dibangun enam bulan lalu. Padahal dermaga itu dibutuhkan masyarakat sebagai penyeberangan antar dusun maupun desa. “Tidak sampai setahun setelah dibangun sudah amblas. Bangunanya kini sudah tidak ada,” kata Sutikno ,62, salah satu warga Desa Jrebeng yang hendak menyebrang, Selasa (17/11)  Kini, dermaga yang dibangun 2018 itu amblas terkena abrasi. Bahkan, di lokasi hanya ada tersisa bangunan berupa cor dan besi.

Sutikno menduga, konstruksi besi dan cor beton kurang padat sehingga dermaga penyeberangan tersebut rusak serta tergerus abrasi sungai bengawan solo.

“Mungkin karena cornya kurang, jadi amblas. Warga tidak bisa memanfaatkan lagi. Untung masih ada dermaga yang dibangun secara swadaya oleh warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jrebeng Suja’i mengungkapkan jika masyarakat hanya memanfaatkan dermaga penyeberangan itu selama enam bulan. “Sudah tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untung warga buat dermaga secara swadaya sementara,” terangnya. Dermaga tersebut merupakan proyek milik dinas perhubungan dan dibangun pada dua tahun lalu. Tepatnya, 2018 akhir dan kini dermaga itu tak bisa dimanfaatkan lagi. “Dulu sempat saya tanya ke dishub, tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Kondisi dermaga penyeberangan perahu tradisional di bantaran Sungai Bengawan Solo Desa Jrebeng Kecamatan Dukun amblas. Padahal, dermaga itu baru dibangun enam bulan lalu. Padahal dermaga itu dibutuhkan masyarakat sebagai penyeberangan antar dusun maupun desa. “Tidak sampai setahun setelah dibangun sudah amblas. Bangunanya kini sudah tidak ada,” kata Sutikno ,62, salah satu warga Desa Jrebeng yang hendak menyebrang, Selasa (17/11)  Kini, dermaga yang dibangun 2018 itu amblas terkena abrasi. Bahkan, di lokasi hanya ada tersisa bangunan berupa cor dan besi.

Sutikno menduga, konstruksi besi dan cor beton kurang padat sehingga dermaga penyeberangan tersebut rusak serta tergerus abrasi sungai bengawan solo.

“Mungkin karena cornya kurang, jadi amblas. Warga tidak bisa memanfaatkan lagi. Untung masih ada dermaga yang dibangun secara swadaya oleh warga,” imbuhnya.

-

Sementara itu, Kepala Desa Jrebeng Suja’i mengungkapkan jika masyarakat hanya memanfaatkan dermaga penyeberangan itu selama enam bulan. “Sudah tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untung warga buat dermaga secara swadaya sementara,” terangnya. Dermaga tersebut merupakan proyek milik dinas perhubungan dan dibangun pada dua tahun lalu. Tepatnya, 2018 akhir dan kini dermaga itu tak bisa dimanfaatkan lagi. “Dulu sempat saya tanya ke dishub, tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/