alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

Mie Sedap Masih Ingkar Janji, Warga Sukomulyo Kembali Gelar Aksi

GRESIK – Ratusan warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, kembali meluruk di PT Karunia Alam Segar (KAS). Mereka menuntut pabrik yang memproduksi mie instan merk Mie Sedap itu mempekerjakan warga setempat sesuai perjanjian saat awal berdiri 2004 silam.

Aksi kembali digelar warga lantaran pada aksi sebelumnya pihak perusahaan tidak memberikan respon yang baik. Pada demo kali ini, tidak hanya diikuti para pria. Tetapi, puluhan ibu-ibu bersama anak-anaknya juga ikut meramaikan aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami meminta pihak perusahaan memprioritaskan warga Sukomulyo. Yang sudah karyawan biarkan, yang masih outsorshing diangkat menjadi karyawan. Dan yang belum bekerja diberikan pekerjaan,” ujar Suudi Wafa, warga Sukomulyo, Kamis (17/9).

Menurutnya, hak-hak yang dijanjikan pada 2004 dulu telah diingkari oleh PT KAS. Setelah kini menjadi pabrik besar warga Sukomulyo ditinggalkan. Padahal, polusi udara sangat dirasakan warga setempat.

“Sekarang sudah tidak adil lagi. Banyak warga yang belum mendapatkan pekerjaan. Padahal banyak yang mampu dan lulusan juga sesuai kebutuhan perusahaan. Pekerjaannya juga tidak membutuhkan skil yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Suudi menyebutkan, dirinya mendapat infomasi jika sudah 700 warga Sukomulyo yang bekerja di PT KAS. Sebanyak 400 orang sudah diangkat menjadi karyawan, sisanya belum diangkat dan sekitar 100 an masih outsorshing.

“Kami tetap sesuai tuntutan awal. Memprioritaskan warga Sukomulyo mendapat pekerjaan,” pungkas pria berkacamata tersebut.

Pada aksi sebelumnya General Affair PT KAS Peter Sindaru mengatakan bahwa akan memperhatikan aspirasi warga. Terkait tuntutan warga pihaknya mengaku akan tetap memproses. “Tapi semuanya butuh waktu,” kata Peter kala itu.

Peter memastikan pengangkatan karyawan tetap dilakukan. Jika, ada karyawan yang sudah keluar dari pabrik produksi mie instan itu. Tentu penggantinya harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Misalnya, yang keluar di bidang A, maka yang masuk harus mempunyai skil yang sama,” imbuhnya. (yud/rof)

GRESIK – Ratusan warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, kembali meluruk di PT Karunia Alam Segar (KAS). Mereka menuntut pabrik yang memproduksi mie instan merk Mie Sedap itu mempekerjakan warga setempat sesuai perjanjian saat awal berdiri 2004 silam.

Aksi kembali digelar warga lantaran pada aksi sebelumnya pihak perusahaan tidak memberikan respon yang baik. Pada demo kali ini, tidak hanya diikuti para pria. Tetapi, puluhan ibu-ibu bersama anak-anaknya juga ikut meramaikan aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami meminta pihak perusahaan memprioritaskan warga Sukomulyo. Yang sudah karyawan biarkan, yang masih outsorshing diangkat menjadi karyawan. Dan yang belum bekerja diberikan pekerjaan,” ujar Suudi Wafa, warga Sukomulyo, Kamis (17/9).

-

Menurutnya, hak-hak yang dijanjikan pada 2004 dulu telah diingkari oleh PT KAS. Setelah kini menjadi pabrik besar warga Sukomulyo ditinggalkan. Padahal, polusi udara sangat dirasakan warga setempat.

“Sekarang sudah tidak adil lagi. Banyak warga yang belum mendapatkan pekerjaan. Padahal banyak yang mampu dan lulusan juga sesuai kebutuhan perusahaan. Pekerjaannya juga tidak membutuhkan skil yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Suudi menyebutkan, dirinya mendapat infomasi jika sudah 700 warga Sukomulyo yang bekerja di PT KAS. Sebanyak 400 orang sudah diangkat menjadi karyawan, sisanya belum diangkat dan sekitar 100 an masih outsorshing.

“Kami tetap sesuai tuntutan awal. Memprioritaskan warga Sukomulyo mendapat pekerjaan,” pungkas pria berkacamata tersebut.

Pada aksi sebelumnya General Affair PT KAS Peter Sindaru mengatakan bahwa akan memperhatikan aspirasi warga. Terkait tuntutan warga pihaknya mengaku akan tetap memproses. “Tapi semuanya butuh waktu,” kata Peter kala itu.

Peter memastikan pengangkatan karyawan tetap dilakukan. Jika, ada karyawan yang sudah keluar dari pabrik produksi mie instan itu. Tentu penggantinya harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Misalnya, yang keluar di bidang A, maka yang masuk harus mempunyai skil yang sama,” imbuhnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/