alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Gunung Beto Korse Terbakar, Tiga Jam Api Baru Padam

GRESIK – Warga Dusun Gunung Tinggi, Desa Gunung Teguh digegerkan dengan kebakaran Gunung Beto Korse yang ada di wilayah mereka. Beruntung kebakaran di musim kemarau ini tidak memakan korban dan jauh dari pemukiman warga.

API mulai terlihat warga sekitar pukul 17.00. Warga beserta para pemuda setempat sempat kaget dan langsung berduyun-duyun mendatangi lokasi kebakaran, untuk memadamkan api.

“Saat diketahui masyarakat, api langsung membesar membakar pohon dan rumput sekitar wilayah gunung itu,” ungkap Kepala Desa Gunung Teguh Abdul Haris.

Haris mengungkapkan warga sempat mengalami kesulitan untuk memadamkan api. Pasalnya di sekitar gunung tidak ada sumber air. Kalau pun ada pun jauh. Sehingga masyarakat memadamkan seadanya.

“Hampir 1 kilometer dari pemukiman. Dan karena musim kemarau sulit air di wilayah itu. Sehingga, warga dan pemuda melakukan pemadaman secara tradisional. Ada yang menginjak, memukul dengan kayu agar api bisa padam dan tidak membesar,”ungkapnya.

Lebih lanjut Haris menjelaskan bahwa kebakaran tersebut tidak sampai menjalar ke wilayah daratan pertanian sekitar warta setempat.

“Kebakaran tersebut berhasil dipadaman sekitar pukul 19.00 atau tiga jam dari awal kebakaran. Akan kami cek lagi, barangkali masih ada api yang tersisa,” jelasnya.

Harispun menerangkan selain warga, jajaran Muspika Kecamatan Sangkapura juga turut serta membantu proses pemadaman kebakaran tersebut.

“Masih belum diketahui sebabnya, dan memang musim kemarau sangat rawan,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Warga Dusun Gunung Tinggi, Desa Gunung Teguh digegerkan dengan kebakaran Gunung Beto Korse yang ada di wilayah mereka. Beruntung kebakaran di musim kemarau ini tidak memakan korban dan jauh dari pemukiman warga.

API mulai terlihat warga sekitar pukul 17.00. Warga beserta para pemuda setempat sempat kaget dan langsung berduyun-duyun mendatangi lokasi kebakaran, untuk memadamkan api.

“Saat diketahui masyarakat, api langsung membesar membakar pohon dan rumput sekitar wilayah gunung itu,” ungkap Kepala Desa Gunung Teguh Abdul Haris.

-

Haris mengungkapkan warga sempat mengalami kesulitan untuk memadamkan api. Pasalnya di sekitar gunung tidak ada sumber air. Kalau pun ada pun jauh. Sehingga masyarakat memadamkan seadanya.

“Hampir 1 kilometer dari pemukiman. Dan karena musim kemarau sulit air di wilayah itu. Sehingga, warga dan pemuda melakukan pemadaman secara tradisional. Ada yang menginjak, memukul dengan kayu agar api bisa padam dan tidak membesar,”ungkapnya.

Lebih lanjut Haris menjelaskan bahwa kebakaran tersebut tidak sampai menjalar ke wilayah daratan pertanian sekitar warta setempat.

“Kebakaran tersebut berhasil dipadaman sekitar pukul 19.00 atau tiga jam dari awal kebakaran. Akan kami cek lagi, barangkali masih ada api yang tersisa,” jelasnya.

Harispun menerangkan selain warga, jajaran Muspika Kecamatan Sangkapura juga turut serta membantu proses pemadaman kebakaran tersebut.

“Masih belum diketahui sebabnya, dan memang musim kemarau sangat rawan,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/