alexametrics
28 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Kuota Jamaah Haji 2021 Belum Ditentukan

GRESIK – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik masih menunggu kuota untuk jamaah haji tahun 2021. Pasalnya, sampai saat belum ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi untuk kuota jamaah haji untuk Indonesia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Gresik, Moh Nasim mengatakan, meski pemerintah Arab Saudi mengumumkan haji 2021 bakal diadakan dengan protokoler kesehatan. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi untuk kuota haji Indonesia. “Mestinya keputusan tersebut hari ini sudah turun, namun  belum ada angkanya,”kata Nasim.

Sesuai data yang ada, jumlah jamaah haji Kabupaten Gresik tahun 2021 seharusnya 2.292 jamaah. Dengan kendala protokol kesehatan, skenario kuota keberangkatan bisa hanya 5 hingga 50 persen. “Kami juga sudah menyiapkan dokumen sampai jamaah yang sudah divaksin. Jika sewaktu-waktu sudah siap, maka kami tinggal langsung memberangkatkan sesuai skenario yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, calon jamaah haji Ahyaul Mahmubah, 59 berharap bisa berangkat tahun ini. Sebelumnya, keberangkatannya mundur dengan ditiadakannya haji pada 2020. “Tahun depan umur sudah 60 tahun ke atas, saya takut kesulitan menjalankan ibadah haji. Semoga saja bisa terlaksana tahun ini supaya antrenya tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (jar/han)

GRESIK – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik masih menunggu kuota untuk jamaah haji tahun 2021. Pasalnya, sampai saat belum ada keputusan dari pemerintah Arab Saudi untuk kuota jamaah haji untuk Indonesia.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Gresik, Moh Nasim mengatakan, meski pemerintah Arab Saudi mengumumkan haji 2021 bakal diadakan dengan protokoler kesehatan. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi untuk kuota haji Indonesia. “Mestinya keputusan tersebut hari ini sudah turun, namun  belum ada angkanya,”kata Nasim.

Sesuai data yang ada, jumlah jamaah haji Kabupaten Gresik tahun 2021 seharusnya 2.292 jamaah. Dengan kendala protokol kesehatan, skenario kuota keberangkatan bisa hanya 5 hingga 50 persen. “Kami juga sudah menyiapkan dokumen sampai jamaah yang sudah divaksin. Jika sewaktu-waktu sudah siap, maka kami tinggal langsung memberangkatkan sesuai skenario yang ada,” ungkapnya.

-

Sementara itu, calon jamaah haji Ahyaul Mahmubah, 59 berharap bisa berangkat tahun ini. Sebelumnya, keberangkatannya mundur dengan ditiadakannya haji pada 2020. “Tahun depan umur sudah 60 tahun ke atas, saya takut kesulitan menjalankan ibadah haji. Semoga saja bisa terlaksana tahun ini supaya antrenya tidak terlalu banyak,” pungkasnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/