alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Lansia Pasinan Ditemukan Tewas di Rumah

GRESIK – Tentrem, 76, lansia asal Desa Pasinan, Kecamatan Driyorejo ditemukan meninggal di rumahnya. Penemuan ini sempat membuat geger warga. Namun, pihak keluarga memilih tidak dilakukan otopsi dan langsung dimakamkan.

Sulami warga Desa Pasinan, Kecamatan Driyorejo salah satu saksi mata menuturkan dirinya, mau mengantar makanan ke rumah korban. Sambil menyebut nama panggilannya berulang kali. Namun, yang bersangkutan tidak merespon.

“Sewaktu saya panggil berulang kali dan melihat masuk ke rumah. Ternyata tidak dikunci. Saat masuk kedalam saya menemukan sudah tidak bernyawa dan membusuk,” ujarnya, Senin (17/1).

Mengetahui korban tidak bernyawa, Sulami dibantu warga setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Driyorejo. Kemudian petugas kepolisian yang menerima laporan menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan.

“Usai korban dievakuasi, pihak keluarganya tidak ingin dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan dan diketahui oleh kepala desa,” kata Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaidi.

Zunaidi menambahkan atas kejadian ini keluarga korban tidak menuntut kepada siapapun.

“Keluarga korban menerima kematiannya dengan ikhlas dan kasus ini dianggap musibah,”pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Tentrem, 76, lansia asal Desa Pasinan, Kecamatan Driyorejo ditemukan meninggal di rumahnya. Penemuan ini sempat membuat geger warga. Namun, pihak keluarga memilih tidak dilakukan otopsi dan langsung dimakamkan.

Sulami warga Desa Pasinan, Kecamatan Driyorejo salah satu saksi mata menuturkan dirinya, mau mengantar makanan ke rumah korban. Sambil menyebut nama panggilannya berulang kali. Namun, yang bersangkutan tidak merespon.

“Sewaktu saya panggil berulang kali dan melihat masuk ke rumah. Ternyata tidak dikunci. Saat masuk kedalam saya menemukan sudah tidak bernyawa dan membusuk,” ujarnya, Senin (17/1).

-

Mengetahui korban tidak bernyawa, Sulami dibantu warga setempat melaporkan kejadian ini ke Polsek Driyorejo. Kemudian petugas kepolisian yang menerima laporan menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan penyelidikan.

“Usai korban dievakuasi, pihak keluarganya tidak ingin dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan dan diketahui oleh kepala desa,” kata Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaidi.

Zunaidi menambahkan atas kejadian ini keluarga korban tidak menuntut kepada siapapun.

“Keluarga korban menerima kematiannya dengan ikhlas dan kasus ini dianggap musibah,”pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/