alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Dewan Benahi Pengelolaan Siaran Radio Suara Gresik

GRESIK – Siaran Radio Suara Gresik di 100,4 FM sempat dihentikan. Penyebabnya lantaran pengajuan izin kepada Kementerian Kominfo tidak kunjung. Untuk menindaklanjuti hal ini, kalangan dewan berencana untuk membenahi pengelolaan radio milik pemkab tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Hamzah Takim mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas rancangan perda terkait pengelolaan radio Suara Gresik. “Masih kami bahas bersama OPD terkait dan tim ahli terkait draf ranperdanya,” ujar Hamzah.

Dikatakan, pengelolaan Radio Suara Gresik akan dilakukan secara profesional dan membentuk badan usaha sendiri. Sehingga, mereka bisa lebih mandiri. “Rencananya seperti itu. Tapi nanti tetap menunggu pembahasan lebih lanjut,” ungkap dia.

Menurut dia, dalam pembahasan awal Kominfo meminta agar di dalam ranperda juga dimasukkan terkait pembuatan TV Suara Gresik dan Online. Ini yang masih dipertimbangkan. “Kalau kami inginnya fokus dulu pengembangan radio. Baru bicara yang lain,” terangnya.

Sebab, pembuatan lini usaha nantinya juga akan berhubungan dengan anggaran yang dibutuhkan. Makanya, pihaknya meminta dilakukan secara bertahap agar anggarannya bisa dimaksimalkan. “Baru kalau nanti sudah berkembang dan ingin membuat tv atau online bisa dibahas lagi,” tegasnya.

Ditambahkan, keberadaan radio Suara Gresik sebenarnya cukup baik dalam mengabarkan informasi pemerintah. Hanya saja, pihaknya menilai interaksi dengan masyarakat masih sangat kurang. “Jadi harus timbal balik. Radio ini juga harus bisa menjadi penyambung keluhan rakyat kepada pemerintah,” imbuhnya. (rof/han)

GRESIK – Siaran Radio Suara Gresik di 100,4 FM sempat dihentikan. Penyebabnya lantaran pengajuan izin kepada Kementerian Kominfo tidak kunjung. Untuk menindaklanjuti hal ini, kalangan dewan berencana untuk membenahi pengelolaan radio milik pemkab tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Hamzah Takim mengatakan saat ini pihaknya sedang membahas rancangan perda terkait pengelolaan radio Suara Gresik. “Masih kami bahas bersama OPD terkait dan tim ahli terkait draf ranperdanya,” ujar Hamzah.

Dikatakan, pengelolaan Radio Suara Gresik akan dilakukan secara profesional dan membentuk badan usaha sendiri. Sehingga, mereka bisa lebih mandiri. “Rencananya seperti itu. Tapi nanti tetap menunggu pembahasan lebih lanjut,” ungkap dia.

-

Menurut dia, dalam pembahasan awal Kominfo meminta agar di dalam ranperda juga dimasukkan terkait pembuatan TV Suara Gresik dan Online. Ini yang masih dipertimbangkan. “Kalau kami inginnya fokus dulu pengembangan radio. Baru bicara yang lain,” terangnya.

Sebab, pembuatan lini usaha nantinya juga akan berhubungan dengan anggaran yang dibutuhkan. Makanya, pihaknya meminta dilakukan secara bertahap agar anggarannya bisa dimaksimalkan. “Baru kalau nanti sudah berkembang dan ingin membuat tv atau online bisa dibahas lagi,” tegasnya.

Ditambahkan, keberadaan radio Suara Gresik sebenarnya cukup baik dalam mengabarkan informasi pemerintah. Hanya saja, pihaknya menilai interaksi dengan masyarakat masih sangat kurang. “Jadi harus timbal balik. Radio ini juga harus bisa menjadi penyambung keluhan rakyat kepada pemerintah,” imbuhnya. (rof/han)

Most Read

Berita Terbaru

/