26 C
Gresik
Thursday, 30 March 2023

Dugaan Penyelewangan Hibah UMKM, Kejari Gresik Periksa 14 Orang

GRESIK-Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mendalami dugaaan adanya penyelewengan pelaksanaan penyaluran dana hibah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahun 2022 dengan e-katalog.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana mengatakan saat ini tim pidana khusus (pidsus) memeriksa 14 orang. Di antaranya 3 pejabat yakni Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Pemkab Gresik, Malahatul Farda, Sekretaris Subhan, dan Kepala  Bidang Koperasi, Usaha Mikro, Fransiska Dyah Ayu Puspitasari serta Ketua Komisi II DPRD Gresik, Asroin Widiana dan 10 orang penerima hibah.

 

“Saat ini kami telah memeriksa 10 orang penerima hibah dari UMKM untuk uji sampling. Tapi melihat besarnya penerima dari hibah ini maka kami akan memanggil lebih banyak lagi pemerima hibah,” ujarnya, Kamis (16/2).

Dugaan Penyelewengan Hibah, 3 Pejabat Diskoperindag Dipanggil Kejari

Dipaparkannya, untuk memeriksa dan menyimpulkan apakah perkara ini masuk tindak pidana korupsi atau tidak pihaknya membutuhkan waktu lebih banyak lagi. Pasalnya, untuk menaikkan perkara dari pulbaket ke penyelidikan membutuhkan beberapa data tambahan dan keterangan dari berbagai pihak. “Percayakan sama kami untuk menyelesaikan dugaan kasus penerimaan hibah UMKM ini. Pihak kami akan bersikap profesional,” jelasnya.

 

Terkait dengan dugaan pemeriksaan anggota DPRD Gresik yang lainnya, Nana Riana mengungkapkan tergantung dari hasil pulbaket. Untuk itu, diperlukan tambahan keterangan maka akan dipanggil untuk diperiksa.

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Gresik telah melakukan pulbaket penyaluran dana hibah untuk UMKM yang disalurkan melalui e-katalog tahun anggaran 2022 sebesar Rp 19 miliar yang diserap Rp 17 miliar untuk 782 pelaku UMKM di Kabupaten Gresik.(yud/han)

 

GRESIK-Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mendalami dugaaan adanya penyelewengan pelaksanaan penyaluran dana hibah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tahun 2022 dengan e-katalog.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana mengatakan saat ini tim pidana khusus (pidsus) memeriksa 14 orang. Di antaranya 3 pejabat yakni Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Pemkab Gresik, Malahatul Farda, Sekretaris Subhan, dan Kepala  Bidang Koperasi, Usaha Mikro, Fransiska Dyah Ayu Puspitasari serta Ketua Komisi II DPRD Gresik, Asroin Widiana dan 10 orang penerima hibah.

-

 

“Saat ini kami telah memeriksa 10 orang penerima hibah dari UMKM untuk uji sampling. Tapi melihat besarnya penerima dari hibah ini maka kami akan memanggil lebih banyak lagi pemerima hibah,” ujarnya, Kamis (16/2).

Dugaan Penyelewengan Hibah, 3 Pejabat Diskoperindag Dipanggil Kejari

Dipaparkannya, untuk memeriksa dan menyimpulkan apakah perkara ini masuk tindak pidana korupsi atau tidak pihaknya membutuhkan waktu lebih banyak lagi. Pasalnya, untuk menaikkan perkara dari pulbaket ke penyelidikan membutuhkan beberapa data tambahan dan keterangan dari berbagai pihak. “Percayakan sama kami untuk menyelesaikan dugaan kasus penerimaan hibah UMKM ini. Pihak kami akan bersikap profesional,” jelasnya.

 

Terkait dengan dugaan pemeriksaan anggota DPRD Gresik yang lainnya, Nana Riana mengungkapkan tergantung dari hasil pulbaket. Untuk itu, diperlukan tambahan keterangan maka akan dipanggil untuk diperiksa.

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Gresik telah melakukan pulbaket penyaluran dana hibah untuk UMKM yang disalurkan melalui e-katalog tahun anggaran 2022 sebesar Rp 19 miliar yang diserap Rp 17 miliar untuk 782 pelaku UMKM di Kabupaten Gresik.(yud/han)

 

Most Read

Berita Terbaru