alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Harga Tiket Kapal Bawean Tinggi, DPRD Minta Diturunkan

GRESIK – Kenaikan harga tiket kapal Bawean akibat pandemi covid-19 hingga kini belum juga diturunkan.  Kondisi ini mendapat sorotan dari kalangan DPRD Gresik. Mereka meminta agar harga tiket segera dikembalikan seperti sebelumnya.

Anggota DPRD Gresik, Musa mengatakan saat ini sudah banyak warga Bawean yang mengeluh karena harga tiket tidak kunjung diturunkan.

“Kami meminta untuk tiket kapal kembali ke harga normal, dan kapasitas penumpang dilonggarkan. Ini rekomendasi kami melihat perkembangan Covid-19 di Jatim sudah mulai turun,” kata Musa (14/10).

Atas dasar banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa terbebani dengan harga tiket yang relatif mahal pihaknya meminta agar operator bisa melakukan evaluasi tarif. “Ini juga melihat masyarakat kelas bawah pulau Bawean, belum lagi pasien yang dirujuk ke Gresik hampir setiap hari ada,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kadishub Nanang Setiawan mengaku masih belum bisa memberikan keputusan. Karena Satgas Kabupaten Gresik masih belum memberikan kelonggaran pembatasan bagi penumpang.

“Status Gresik masih zona orange, sehingga pembatasan tetap harus diberlakukan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang Express Bahari Gresik, Revan Syah Putra menjelaskan, pihaknya masih belum ada rencana penurunan harga tiket kembali normal dan tidak ada pembatasan penumpang.

“Kami operasi ini sudah sangat beruntung tidak sampai mengurangi karyawan, kenaikan harga karena memang ada pembatasan 50 persen penumpang dari 390 penumpang. Mulai pembatasan ini hanya maksimal 200 penumpang tapi di lapangan hanya 170 penumpang tidak sampai 200 penumpang. Itu juga kalkulasi dengan pembiayaan operasi bahan bakar,” paparnya. (fir/rof)

GRESIK – Kenaikan harga tiket kapal Bawean akibat pandemi covid-19 hingga kini belum juga diturunkan.  Kondisi ini mendapat sorotan dari kalangan DPRD Gresik. Mereka meminta agar harga tiket segera dikembalikan seperti sebelumnya.

Anggota DPRD Gresik, Musa mengatakan saat ini sudah banyak warga Bawean yang mengeluh karena harga tiket tidak kunjung diturunkan.

“Kami meminta untuk tiket kapal kembali ke harga normal, dan kapasitas penumpang dilonggarkan. Ini rekomendasi kami melihat perkembangan Covid-19 di Jatim sudah mulai turun,” kata Musa (14/10).

-

Atas dasar banyaknya keluhan dari masyarakat yang merasa terbebani dengan harga tiket yang relatif mahal pihaknya meminta agar operator bisa melakukan evaluasi tarif. “Ini juga melihat masyarakat kelas bawah pulau Bawean, belum lagi pasien yang dirujuk ke Gresik hampir setiap hari ada,” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Kadishub Nanang Setiawan mengaku masih belum bisa memberikan keputusan. Karena Satgas Kabupaten Gresik masih belum memberikan kelonggaran pembatasan bagi penumpang.

“Status Gresik masih zona orange, sehingga pembatasan tetap harus diberlakukan,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang Express Bahari Gresik, Revan Syah Putra menjelaskan, pihaknya masih belum ada rencana penurunan harga tiket kembali normal dan tidak ada pembatasan penumpang.

“Kami operasi ini sudah sangat beruntung tidak sampai mengurangi karyawan, kenaikan harga karena memang ada pembatasan 50 persen penumpang dari 390 penumpang. Mulai pembatasan ini hanya maksimal 200 penumpang tapi di lapangan hanya 170 penumpang tidak sampai 200 penumpang. Itu juga kalkulasi dengan pembiayaan operasi bahan bakar,” paparnya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/