alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Sapi Mati karena PMK, Peternak Diberi Santunan Rp 10 Juta

GRESIK – Meluasnya penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik membuat Pemkab Gresik mengambil langkah taktis menyelamatkan peternak dari dampak kerugian. Salah satunya dengan memberikan santunan ganti rugi senilai Rp 10 juta untuk setiap sapi yang mati.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan perbup terkait penanganan PMK sudah ditandatangani. Dalam perbub itu mengatur tentang prosedur pemberian vitamin dan vaksin untuk hewan ternak di samping juga akan dilakukan mitigasi.

“Sapi yang terpapar PMK tidak boleh dibawa ke RPH namun harus dipotong di tempat dengan uang ganti rugi senilai Rp 10 juta melalui dana tidak terduga,” kata Bupati.

Gus Yani, sapaan akrabnya menyebut sasaran PMK adalah pada sapi yang masih kecil dengan tingkat kematian 50 sampai dengan 60 persen, sedangkan tingkat kematian pada sapi dewasa hanya 1 sampai 2 persen saja. Daging sapi yang terpapar PMK masih aman di konsumsi. “Harus disampaikan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai hewan ternak untuk tidak panik seliing,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Yani juga meminta para kepala desa dan lurah untuk memantau dan mengecek hewan ternak sapi di wilayahnya dari penyebaran wabah PMK.  “Jika ada ternak yang terinfeksi kades diminta segera melaporkan ke Dinas Pertanian untuk dilakukan tindakan,” tandasnya.

GRESIK – Meluasnya penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik membuat Pemkab Gresik mengambil langkah taktis menyelamatkan peternak dari dampak kerugian. Salah satunya dengan memberikan santunan ganti rugi senilai Rp 10 juta untuk setiap sapi yang mati.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan perbup terkait penanganan PMK sudah ditandatangani. Dalam perbub itu mengatur tentang prosedur pemberian vitamin dan vaksin untuk hewan ternak di samping juga akan dilakukan mitigasi.

“Sapi yang terpapar PMK tidak boleh dibawa ke RPH namun harus dipotong di tempat dengan uang ganti rugi senilai Rp 10 juta melalui dana tidak terduga,” kata Bupati.

-

Gus Yani, sapaan akrabnya menyebut sasaran PMK adalah pada sapi yang masih kecil dengan tingkat kematian 50 sampai dengan 60 persen, sedangkan tingkat kematian pada sapi dewasa hanya 1 sampai 2 persen saja. Daging sapi yang terpapar PMK masih aman di konsumsi. “Harus disampaikan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai hewan ternak untuk tidak panik seliing,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Yani juga meminta para kepala desa dan lurah untuk memantau dan mengecek hewan ternak sapi di wilayahnya dari penyebaran wabah PMK.  “Jika ada ternak yang terinfeksi kades diminta segera melaporkan ke Dinas Pertanian untuk dilakukan tindakan,” tandasnya.

Most Read

Berita Terbaru

/