alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 22 May 2022

Jelang Natal Dan Tahun Baru, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu

GRESIK – Menjelang hari raya natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas di Kabupaten Gresik mengalami lonjakan. Salah satunya adalah cabai rawit. Di Pasar Baru Gresik harga cabai rawit sudah menembus Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu. Harga cabai tersebut hampir setara dengan daging sapi. Hal ini membuat para pedagang terpaksa mengurangi stok dagangannya.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Gresik Yati, 40, mengatakan semenjak harga cabai merangkak naik, dirinya tidak berani  menjual dengan jumlah yang besar. Ia khawatir dagangannya tidak laku. Ditambah kualitas cabai rata-rata sangat buruk.

“Biasanya nyetok sampai 15 hingga 20 kilo, sekarang 10 kilo. Ini saja tidak habis, mungkin karena harganya yang tinggi,” ujarnya.

Sementara pedagang cabai lainya Hafis ,30, menjelaskan harga cabai diprediksi mengalami kenaikan hingga pasca tahun baru. Hal ini dianggap sudah biasa, karena cabai mengalami turun naik dalam waktu yang singkat.

Selain cabai, harga komoditas lain tang terpantau naik. Adalah, telur ayam boiler yang sebelumnya seharga Rp 21 ribu per kilonya naik menjadi Rp 23 ribu. Gula pasir yang sebelumnya Rp 12 ribu per kilonya naik menjadi Rp 14 ribu.

Sedangkan harga lain yang cenderung masih stabil, yakni daging sapi perkilonya masih Rp 99 ribu, beras premium perkilonya Rp 12 ribu, dan bawang putih perkilonya Rp 24 ribu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Pemkab Gresik Agus Budiono mengakui apabila harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Sehingga stok sangat terbatas yang mempengaruhi harga pasar naik

“Solusi untuk pemenuhan cabe rawit itu akan kami koordinasikan dengan Pasar Grosir Puspa Agro dan daerah produsen cabai rawit untuk pemenuhannya,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Menjelang hari raya natal dan tahun baru, harga sejumlah komoditas di Kabupaten Gresik mengalami lonjakan. Salah satunya adalah cabai rawit. Di Pasar Baru Gresik harga cabai rawit sudah menembus Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu. Harga cabai tersebut hampir setara dengan daging sapi. Hal ini membuat para pedagang terpaksa mengurangi stok dagangannya.

Salah satu pedagang cabai di Pasar Gresik Yati, 40, mengatakan semenjak harga cabai merangkak naik, dirinya tidak berani  menjual dengan jumlah yang besar. Ia khawatir dagangannya tidak laku. Ditambah kualitas cabai rata-rata sangat buruk.

“Biasanya nyetok sampai 15 hingga 20 kilo, sekarang 10 kilo. Ini saja tidak habis, mungkin karena harganya yang tinggi,” ujarnya.

-

Sementara pedagang cabai lainya Hafis ,30, menjelaskan harga cabai diprediksi mengalami kenaikan hingga pasca tahun baru. Hal ini dianggap sudah biasa, karena cabai mengalami turun naik dalam waktu yang singkat.

Selain cabai, harga komoditas lain tang terpantau naik. Adalah, telur ayam boiler yang sebelumnya seharga Rp 21 ribu per kilonya naik menjadi Rp 23 ribu. Gula pasir yang sebelumnya Rp 12 ribu per kilonya naik menjadi Rp 14 ribu.

Sedangkan harga lain yang cenderung masih stabil, yakni daging sapi perkilonya masih Rp 99 ribu, beras premium perkilonya Rp 12 ribu, dan bawang putih perkilonya Rp 24 ribu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag Pemkab Gresik Agus Budiono mengakui apabila harga cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Sehingga stok sangat terbatas yang mempengaruhi harga pasar naik

“Solusi untuk pemenuhan cabe rawit itu akan kami koordinasikan dengan Pasar Grosir Puspa Agro dan daerah produsen cabai rawit untuk pemenuhannya,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/