alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Lagi, Banjir kali Lamong Menelan Korban Pelajar SMP

GRESIK – Tim gabungan dari Jajaran Satpol air Polres Gresik, BPBD Gresik, Basarnas dan Relawan dari nelayan warga setempat melakukan pencarian anak yang terseret luapan kali Lamong menelan korban jiwa, kali ini menimpa pelajar SMP bernama Alfareno Eka Aditya ,12, asal Pojok Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas ,Senin (14/12 Sore, hingga hari ini Selasa (15/12) masih belum di temukan terbawa arus banjir luapan kali Lamong.

Kasatpolair Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan anggota tim gabungan masih melakukan pencarian menggunakan perahu karet untuk menyisir sungai mencari korban.

 

Alfareno Eka Aditya ,12, asal Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas yang masih dalam pencarian

“Dalam pencarian ini tim Satpolair Polres Gresik tujuh orang, anggota Bpbd Gresik empat orang, anggota Basarnas enam orang, relawan dan nelayan warga sekitar dengan menggunakan empat perahu karet dan sepuluh perahu nelayan setempat, sampai saat ini belum ketemu masih dilakukan pencarian, ” ujarnya, Selasa (15/12).

Sementara Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rohman menuturkan dari Menurut saksi mata, peristiwa itu berawal saat korban sedang bermain bersama tiga temannya sekitar pukul 16.30 Wib, sampai di lokasi kejadian Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas, korban hendak berenang di Kali Lamong itu.

“Korban lalu membuka baju dan masuk ke anak sungai kali Lamong, namun naas saat bersamaan arus deras datang dan korban terseret arus,” ujarya.

Kades Fatkhur menambahkan, tiga teman korban sempat menolong namun arus sangat kuat sehingga korban tak tertolongkan. “Memang kalau biasanya hanya kedalaman sekitar 2 meter tapi ini tadi arus kali Lamong di kedalaman 4 meter lebih,” ungkapnya.

Ditambahkan Fatkhur usai kejadian sejumlah nelayan warga desa dikerahkan untuk mencari korban di sekitar lokasi Kali Lamong yang bermuara ke laut lepas. Hingga Selasa dini hari korban belum kunjung ditemukan oleh petugas yang terjun ke lapangan.

“Hingga hari ini tim Search And Rescue (SAR) pencarian dan penyelamatan dari Bpbd, Badan nasional pencarian dan pertolongan (Basarnas) Satpol Airud Gresik, Koramil, Polsek beserta warga sekitar melakukan pencarian yang akan dilanjutkan esok hari,” pungkasnya.(Yud/Han)

GRESIK – Tim gabungan dari Jajaran Satpol air Polres Gresik, BPBD Gresik, Basarnas dan Relawan dari nelayan warga setempat melakukan pencarian anak yang terseret luapan kali Lamong menelan korban jiwa, kali ini menimpa pelajar SMP bernama Alfareno Eka Aditya ,12, asal Pojok Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas ,Senin (14/12 Sore, hingga hari ini Selasa (15/12) masih belum di temukan terbawa arus banjir luapan kali Lamong.

Kasatpolair Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan anggota tim gabungan masih melakukan pencarian menggunakan perahu karet untuk menyisir sungai mencari korban.

 

Alfareno Eka Aditya ,12, asal Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas yang masih dalam pencarian
-

“Dalam pencarian ini tim Satpolair Polres Gresik tujuh orang, anggota Bpbd Gresik empat orang, anggota Basarnas enam orang, relawan dan nelayan warga sekitar dengan menggunakan empat perahu karet dan sepuluh perahu nelayan setempat, sampai saat ini belum ketemu masih dilakukan pencarian, ” ujarnya, Selasa (15/12).

Sementara Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rohman menuturkan dari Menurut saksi mata, peristiwa itu berawal saat korban sedang bermain bersama tiga temannya sekitar pukul 16.30 Wib, sampai di lokasi kejadian Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas, korban hendak berenang di Kali Lamong itu.

“Korban lalu membuka baju dan masuk ke anak sungai kali Lamong, namun naas saat bersamaan arus deras datang dan korban terseret arus,” ujarya.

Kades Fatkhur menambahkan, tiga teman korban sempat menolong namun arus sangat kuat sehingga korban tak tertolongkan. “Memang kalau biasanya hanya kedalaman sekitar 2 meter tapi ini tadi arus kali Lamong di kedalaman 4 meter lebih,” ungkapnya.

Ditambahkan Fatkhur usai kejadian sejumlah nelayan warga desa dikerahkan untuk mencari korban di sekitar lokasi Kali Lamong yang bermuara ke laut lepas. Hingga Selasa dini hari korban belum kunjung ditemukan oleh petugas yang terjun ke lapangan.

“Hingga hari ini tim Search And Rescue (SAR) pencarian dan penyelamatan dari Bpbd, Badan nasional pencarian dan pertolongan (Basarnas) Satpol Airud Gresik, Koramil, Polsek beserta warga sekitar melakukan pencarian yang akan dilanjutkan esok hari,” pungkasnya.(Yud/Han)

Most Read

Berita Terbaru

/