alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Bukit Putri Cempo Dibiarkan Longsor Bertahun-tahun

GRESIK- Longsor yang terjadi di Bukit Makam Putri Cempo (Pucem) telah terjadi bertahun-tahun. Namun, hingga kini belum ada upaya serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk melakukan penanganan. Akibat ketidakseriusan tersebut, longsor  makin meluas.

Dari data yang berhasil dihimpun, penanganan sempat dilakukan pemerintah. Namun, karena anggaran minim penanganan tidak maksimal. Bahkan, beton penahan tebing yang sempat dibangun ikut terbawa longsor.

Tahun ini, pemerintah kembali menyiapkan anggaran. Namun, hanya untuk pembuatan DED (Detail Engineering Design). Sedangkan penanganan fisik baru tahun depan.

“Saat ini sampai akhir tahun kami menyiapkan perencanaan DED dan menghitung kebutuhan anggaran. Sedangkan penanganan fisik diajukan untuk tahun 2022,” ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang  (DPUTR) Kabupaten Gresik Achmad Hadi.

Dikatakan, pihaknya dalam P-APBD 2021 telah mengajukan anggaran Rp 3,5 miliar untuk penguatan struktur bawah tebing jalan tersebut supaya potensi longsor tidak semakin parah saat musim hujan.

“Namun dalam pembahasan, anggaran tersebut dirasionalisasi, karena ada refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro menuturkan, kondisi jalan longsor saat ini ditutup dengan terpal untuk melindungi dari guyuran air hujan agar tak semakin menyebabkan tanah labil.

“Semoga ke depannya segera terealisasi (pengerjaan fisik), agar jalan antar kelurahan bisa terhubung kembali,” tandas Eddy. (fir/rof)


GRESIK- Longsor yang terjadi di Bukit Makam Putri Cempo (Pucem) telah terjadi bertahun-tahun. Namun, hingga kini belum ada upaya serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk melakukan penanganan. Akibat ketidakseriusan tersebut, longsor  makin meluas.

Dari data yang berhasil dihimpun, penanganan sempat dilakukan pemerintah. Namun, karena anggaran minim penanganan tidak maksimal. Bahkan, beton penahan tebing yang sempat dibangun ikut terbawa longsor.

Tahun ini, pemerintah kembali menyiapkan anggaran. Namun, hanya untuk pembuatan DED (Detail Engineering Design). Sedangkan penanganan fisik baru tahun depan.

“Saat ini sampai akhir tahun kami menyiapkan perencanaan DED dan menghitung kebutuhan anggaran. Sedangkan penanganan fisik diajukan untuk tahun 2022,” ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang  (DPUTR) Kabupaten Gresik Achmad Hadi.

-

Dikatakan, pihaknya dalam P-APBD 2021 telah mengajukan anggaran Rp 3,5 miliar untuk penguatan struktur bawah tebing jalan tersebut supaya potensi longsor tidak semakin parah saat musim hujan.

“Namun dalam pembahasan, anggaran tersebut dirasionalisasi, karena ada refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan DPUTR Kabupaten Gresik, Eddy Pancoro menuturkan, kondisi jalan longsor saat ini ditutup dengan terpal untuk melindungi dari guyuran air hujan agar tak semakin menyebabkan tanah labil.

“Semoga ke depannya segera terealisasi (pengerjaan fisik), agar jalan antar kelurahan bisa terhubung kembali,” tandas Eddy. (fir/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru