alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Dispertan Bentuk Tim Pantau Penjualan Hewan Kurban

GRESIK – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha sejumlah pedagang mulai menjajakan hewan kurban. Untuk memastikan kesehatannya, Dinas Pertanian (Dispertan) membentuk tujuh tim pemantau. Mereka akan berkeliling untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

Kasi Bina Usaha Peternakan Gresik, Lenny Sundariwati mengatakan pihaknya sudah melakukan inventarisasi pedagang hewan kurban. Baik pedagang offline maupun online. “Untuk pedagang hewan kurban offline sebanyak 282 pedagang dan online sebanyak 55 pedagang,”katanya.

Pihaknya sudah membentuk 7 tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Mereka disebar di Gresik daratan ada 6 tim dan 1 tim di kepulauan Bawean.

“Hari ini di daerah Kedanyang dan Giri untuk pemeriksaan hewan kurban yang offline,”jelas dia,

Selain itu, diharapkan pedagang ternak kurban juga tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Minimal dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di area penjualan dan untuk penjual selalu pakai masker.

Hal senada juga disampaikan oleh PLT Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Gresik, Ardi Setyarto. Pihaknya mengatakan, bahwa pada saat antemortem nantinya para pihak penjual hewan kurban akan diberikan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). “Dan kami cuma fokus kesehatan hewan kurban saja,”tutup dia. (jar/rof)


GRESIK – Menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha sejumlah pedagang mulai menjajakan hewan kurban. Untuk memastikan kesehatannya, Dinas Pertanian (Dispertan) membentuk tujuh tim pemantau. Mereka akan berkeliling untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.

Kasi Bina Usaha Peternakan Gresik, Lenny Sundariwati mengatakan pihaknya sudah melakukan inventarisasi pedagang hewan kurban. Baik pedagang offline maupun online. “Untuk pedagang hewan kurban offline sebanyak 282 pedagang dan online sebanyak 55 pedagang,”katanya.

Pihaknya sudah membentuk 7 tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban. Mereka disebar di Gresik daratan ada 6 tim dan 1 tim di kepulauan Bawean.

-

“Hari ini di daerah Kedanyang dan Giri untuk pemeriksaan hewan kurban yang offline,”jelas dia,

Selain itu, diharapkan pedagang ternak kurban juga tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Minimal dengan menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di area penjualan dan untuk penjual selalu pakai masker.

Hal senada juga disampaikan oleh PLT Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Gresik, Ardi Setyarto. Pihaknya mengatakan, bahwa pada saat antemortem nantinya para pihak penjual hewan kurban akan diberikan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). “Dan kami cuma fokus kesehatan hewan kurban saja,”tutup dia. (jar/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru