alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Infrastruktur Penunjang JIIPE Jadi Prioritas

GRESIK- Pemerintah pusat telah menetapkan kawasan Industri Java Intregrated Industrial Port and Estate (JIIPE) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bahkan kemarin Presiden RI, Joko Widodo melakukan Ground Breaking proyek Smelter JIIPE yang lokasinya berada di dalam kawasan KEK JIIPE.

Meski demikian, ada beberapa pekerjaan rumah bagi pemerintah agar keberadaan KEK JIIPE bisa lebih optimal. Salah satunya adalah kemacetan yang masih terjadi di Jalan Raya Manyar Tugu. Pantauan di lapangan, setiap harinya jalan Raya Manyar dilewati ribuan kendaraan dari berbagai jenis. Belum lagi lalu lintas masyarakat Manyar Peganden yang sering hilir mudik.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto tidak menampik hal ini. Menurutnya ada beberapa PR yang harus dilakukan pemerintah agar keberadaan KEK JIIPE semakin optimal salah satunya melakukan pelebaran jalan raya Manyar.

“Seperti apa yang disampaikan pak presiden, infrastruktur yang mendukung keberadaan KEK JIIPE ini akan kami perhatikan,” tegas Airlangga kepada wartawan di Kantor JIIPE.

Di sisi lain, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Pengembangan kawasan industri tersebut akan memberikan multiplier effect besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak hanya mendukung, tetapi juga terus mendorong tumbuhnya kawasan Industri berstatus KEK ke seluruh penjuru Indonesia. Tujuannya, supaya terjadi percepatan penyebaran dan pemerataan industri nasional,” kata LaNyalla.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu, KEK Gresik diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jatim yang berkontribusi bagi indeks pertumbuhan ekonomi nasional. Harapan lainnya juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sebagai solusi dampak pandemi.

“Saya berharap pemerintah meningkatkan efektivitas pengelolaan KEK di Indonesia, seperti kebijakan fiskal yang kondusif untuk dunia investasi, juga adanya konektivitas dengan membangun akses-akses infrastruktur di KEK dan wilayah sekitar. Tak boleh dilupakan juga perlunya dibangun ketersediaan sumber daya manusia di setiap wilayah dimana KEK berada,” tegasnya. (fir/rof)

 


GRESIK- Pemerintah pusat telah menetapkan kawasan Industri Java Intregrated Industrial Port and Estate (JIIPE) sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Bahkan kemarin Presiden RI, Joko Widodo melakukan Ground Breaking proyek Smelter JIIPE yang lokasinya berada di dalam kawasan KEK JIIPE.

Meski demikian, ada beberapa pekerjaan rumah bagi pemerintah agar keberadaan KEK JIIPE bisa lebih optimal. Salah satunya adalah kemacetan yang masih terjadi di Jalan Raya Manyar Tugu. Pantauan di lapangan, setiap harinya jalan Raya Manyar dilewati ribuan kendaraan dari berbagai jenis. Belum lagi lalu lintas masyarakat Manyar Peganden yang sering hilir mudik.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartanto tidak menampik hal ini. Menurutnya ada beberapa PR yang harus dilakukan pemerintah agar keberadaan KEK JIIPE semakin optimal salah satunya melakukan pelebaran jalan raya Manyar.

-

“Seperti apa yang disampaikan pak presiden, infrastruktur yang mendukung keberadaan KEK JIIPE ini akan kami perhatikan,” tegas Airlangga kepada wartawan di Kantor JIIPE.

Di sisi lain, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Pengembangan kawasan industri tersebut akan memberikan multiplier effect besar terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak hanya mendukung, tetapi juga terus mendorong tumbuhnya kawasan Industri berstatus KEK ke seluruh penjuru Indonesia. Tujuannya, supaya terjadi percepatan penyebaran dan pemerataan industri nasional,” kata LaNyalla.

Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu, KEK Gresik diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jatim yang berkontribusi bagi indeks pertumbuhan ekonomi nasional. Harapan lainnya juga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sebagai solusi dampak pandemi.

“Saya berharap pemerintah meningkatkan efektivitas pengelolaan KEK di Indonesia, seperti kebijakan fiskal yang kondusif untuk dunia investasi, juga adanya konektivitas dengan membangun akses-akses infrastruktur di KEK dan wilayah sekitar. Tak boleh dilupakan juga perlunya dibangun ketersediaan sumber daya manusia di setiap wilayah dimana KEK berada,” tegasnya. (fir/rof)

 


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru