alexametrics
26 C
Gresik
Wednesday, 25 May 2022

Pendemo UU Ciptaker Taat Protokol Kesehatan

GRESIK – Demo terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Lapangan Kerja (Cipatker) terus berlanjut. Kemarin, giliran masa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Demo kali ini berlangsung kondusif dan massa juga terlihat mematuhi protokol dengan menjaga jarak.

Ini setelah para pendemo mendapatkan himbauan langsung dari Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Melalui Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa Kapolres mengatakan, pihaknya sedari awal sebelum aksi sudah mewanti-wanti kepada pendemo agar tetap menaati protokol kesehatan. Lantaran demo di gelar di masa pandemi covid-19 yang belum juga selesai.

“Tadi saat pendemo baru datang, pihak kami dari Sabhara dengan menggunakan pengeras suara secara tegas meminta pelaksanaan unras sesuai protokol covid,” terangnya.

Ia menjelaskan, setiap demonstran harus menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan setelah melaksanakan aksi. Itu semua semua dilakukan sebagai langkah antisipasi protokol kesehatan covid-19.

Dalam pengamanan tersebut hadir Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama jajaran PJU Polres Gresik. Sebanyak 110 personil kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

Di sisi lain, pendemo yang berasal dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) itu berunjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Menurut mereka pengesahan tersebut bukan merupakan permasalahan yang krusial dan tidak perlu disegerakan.

“Selesaikan permasalahan-permaslaahan yang krusial. Bukannya membuat permasalahan baru yang menyengsarakan masyarakat,” tutur, Sugeng, Ketua GMBI Wolter Jawa Timur ketika orasi.

Pihaknya memberi contoh, ada persoalan kemiskinan, persoalan ketimpangan sosial bahkan ada persoalan covid-19 yang belum selesai. “Kami akan turut mengawal. Kami akan terus turut menyuarakan aspirasi masyarakat,” tegasnya. (yud/rof)

GRESIK – Demo terhadap Undang-Undang (UU) Cipta Lapangan Kerja (Cipatker) terus berlanjut. Kemarin, giliran masa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Demo kali ini berlangsung kondusif dan massa juga terlihat mematuhi protokol dengan menjaga jarak.

Ini setelah para pendemo mendapatkan himbauan langsung dari Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Melalui Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa Kapolres mengatakan, pihaknya sedari awal sebelum aksi sudah mewanti-wanti kepada pendemo agar tetap menaati protokol kesehatan. Lantaran demo di gelar di masa pandemi covid-19 yang belum juga selesai.

“Tadi saat pendemo baru datang, pihak kami dari Sabhara dengan menggunakan pengeras suara secara tegas meminta pelaksanaan unras sesuai protokol covid,” terangnya.

-

Ia menjelaskan, setiap demonstran harus menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan setelah melaksanakan aksi. Itu semua semua dilakukan sebagai langkah antisipasi protokol kesehatan covid-19.

Dalam pengamanan tersebut hadir Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama jajaran PJU Polres Gresik. Sebanyak 110 personil kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan.

Di sisi lain, pendemo yang berasal dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) itu berunjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Menurut mereka pengesahan tersebut bukan merupakan permasalahan yang krusial dan tidak perlu disegerakan.

“Selesaikan permasalahan-permaslaahan yang krusial. Bukannya membuat permasalahan baru yang menyengsarakan masyarakat,” tutur, Sugeng, Ketua GMBI Wolter Jawa Timur ketika orasi.

Pihaknya memberi contoh, ada persoalan kemiskinan, persoalan ketimpangan sosial bahkan ada persoalan covid-19 yang belum selesai. “Kami akan turut mengawal. Kami akan terus turut menyuarakan aspirasi masyarakat,” tegasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/