alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Warga Sekitar GJT Desak Bongkar Muat Batu Bara Dihentikan

GRESIK – Ketegangan antara warga Kelurahan Kemuteran dan Lumpur dengan PT Gresik Jasa Tama (GJT) masih terus terjadi. Aksi protes yang dilakukan warga sejak Rabu masih tetap digelar. Warga keukeh mendesak perusahaan untuk segera menghentikan bongkar muat batu bara.

PULUHAN warga tetap mencoba penghadangan terhadap truk pengangkut batu bara yang masih lalu lalang keluar masuk pelabuhan GJT. Aksi ini mendapat pengamanan dari 500 personil gabungan Polri-TNI dan satpol PP.

Lurah Kemuteran Uman mengaku pihaknya sempat kaget dibukanya kembali bongkar muat batu bara yang tutup sejak November 2019 lalu. Pasalnya, sesuai hasil rapat terakhir di Mapolres Gresik, pihaknya perusahaan menyampaikan rencana pembukaan akan dilakukan setelah pilkada.

“Tidak ada komunikasi terkait pembukaan operasional kemarin. Saya sempat kaget, dapat informasi warga saya demo. Ternyata bongkar muat sudah beroperasi,” ujar Uman, Kamis (13/8).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Lurah sekitar. Sama, tidak ada komunikasi dari perusahaan. Hal itu yang disesalkannya. “Debu dari batu bara yang dikeluhkan warga sini. Mengenai protes tersebut, saya serahkan pada warga, asal tidak anarkis” ungkapnya.

Protes telah dilakukan warga sejak Rabu lalu. Salah satu warga, Andre mengaku pada intinya warga tidak mau operasional batu bara di buka. Karena mengganggu masyarakat sekitar.  “Intinya kami ingin operasional bongkar muat batu bara dihentikan dan dipindah ke tempat lain,” beber Andre seorang pemuda yang ikut demo bersama puluhan warga.

Andre menerangkan, debu batu bara selalu mengotori rumah warga dan tempat umum di sekitar. Selain itu keluhan kesehatan juga kerap muncul dari para warga disana. “Coba cek satu persatu paru-paru warga, pasti hitam semua,” tuturnya.

Dalam aksi protes tersebut sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga di sekitar pelabuhan. Alhasil, ada 4 warga yang diamankan petugas karena memblokade truk yang hendak lewat dan sempat menghambat arus lalu lintas. (yud/rof)

GRESIK – Ketegangan antara warga Kelurahan Kemuteran dan Lumpur dengan PT Gresik Jasa Tama (GJT) masih terus terjadi. Aksi protes yang dilakukan warga sejak Rabu masih tetap digelar. Warga keukeh mendesak perusahaan untuk segera menghentikan bongkar muat batu bara.

PULUHAN warga tetap mencoba penghadangan terhadap truk pengangkut batu bara yang masih lalu lalang keluar masuk pelabuhan GJT. Aksi ini mendapat pengamanan dari 500 personil gabungan Polri-TNI dan satpol PP.

Lurah Kemuteran Uman mengaku pihaknya sempat kaget dibukanya kembali bongkar muat batu bara yang tutup sejak November 2019 lalu. Pasalnya, sesuai hasil rapat terakhir di Mapolres Gresik, pihaknya perusahaan menyampaikan rencana pembukaan akan dilakukan setelah pilkada.

-

“Tidak ada komunikasi terkait pembukaan operasional kemarin. Saya sempat kaget, dapat informasi warga saya demo. Ternyata bongkar muat sudah beroperasi,” ujar Uman, Kamis (13/8).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Lurah sekitar. Sama, tidak ada komunikasi dari perusahaan. Hal itu yang disesalkannya. “Debu dari batu bara yang dikeluhkan warga sini. Mengenai protes tersebut, saya serahkan pada warga, asal tidak anarkis” ungkapnya.

Protes telah dilakukan warga sejak Rabu lalu. Salah satu warga, Andre mengaku pada intinya warga tidak mau operasional batu bara di buka. Karena mengganggu masyarakat sekitar.  “Intinya kami ingin operasional bongkar muat batu bara dihentikan dan dipindah ke tempat lain,” beber Andre seorang pemuda yang ikut demo bersama puluhan warga.

Andre menerangkan, debu batu bara selalu mengotori rumah warga dan tempat umum di sekitar. Selain itu keluhan kesehatan juga kerap muncul dari para warga disana. “Coba cek satu persatu paru-paru warga, pasti hitam semua,” tuturnya.

Dalam aksi protes tersebut sempat terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga di sekitar pelabuhan. Alhasil, ada 4 warga yang diamankan petugas karena memblokade truk yang hendak lewat dan sempat menghambat arus lalu lintas. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/