alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 2 July 2022

Pengamen Badut Palak Pengguna Jalan, Satpol PP Gresik Turun Tangan

GRESIK – Keberadaan badut-badut di Kota Santri belakangan ini cukup marak. Terutama di persimpangan traffic light. Keberadaan mereka sampai mengganggu pengguna jalan raya.

Dinas Satpol PP Pemkab Gresik mendapat aduan dari masyarakat mengenai pengemis jalan raya itu. Penyebabnya, badut tersebut melakukan kegiatan minta-minta di lampu merah kepada para pengendara. Ketika tidak diberi uang, badut tersebut memukul mobil.

Kepala Dinas Satpol PP Suprapto mengatakan, usai mendapat laporan dari masyarakat langsung menerjunkan petugas. Menurut informasi pengguna jalan, badut tersebut meminta uang dengan paksa, namun karena tidak beri oleh pengguna jalan, badut itu langsung menggebrak mobil.

“Begitu dapat informasi dari media sosial anggota langsung turun ke lapangan mencari pengamen badut yang dimaksud,” ujarnya.

Suprapto mengaku, pihaknya langsung membawa badut tersebut ke Kantor Dinas Satpol PP untuk pendataan dan mengisi surat pernyataan. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk pembinaan pengamen berkostum badut tersebut.

“Kami bina karena tidak jera tapi hanya beralih cara minta mintanya saja,” imbuhnya.

Menurut Suprapto, badut tersebut dulunya juga pengamen di lampu merah. Namun, menggunakan jasa bersih-bersih kaca dengan kemoceng.

“Kami juga menghimbau kepada para pengguna jalan untuk tidak memberikan uang kepada para pengamen atau warga yang meminta-minta,” tandasnya.

Selain gencar operasi warung pangku yang jadi fokus Satpol PP saat ini, Suprapto juga bakal menugaskan bawahannya untuk rutin operasi di lampu merah. Sebab selain menimbulka  gangguan jalan, juga meresahkan pengguna jalan. (fir/han)

GRESIK – Keberadaan badut-badut di Kota Santri belakangan ini cukup marak. Terutama di persimpangan traffic light. Keberadaan mereka sampai mengganggu pengguna jalan raya.

Dinas Satpol PP Pemkab Gresik mendapat aduan dari masyarakat mengenai pengemis jalan raya itu. Penyebabnya, badut tersebut melakukan kegiatan minta-minta di lampu merah kepada para pengendara. Ketika tidak diberi uang, badut tersebut memukul mobil.

Kepala Dinas Satpol PP Suprapto mengatakan, usai mendapat laporan dari masyarakat langsung menerjunkan petugas. Menurut informasi pengguna jalan, badut tersebut meminta uang dengan paksa, namun karena tidak beri oleh pengguna jalan, badut itu langsung menggebrak mobil.

-

“Begitu dapat informasi dari media sosial anggota langsung turun ke lapangan mencari pengamen badut yang dimaksud,” ujarnya.

Suprapto mengaku, pihaknya langsung membawa badut tersebut ke Kantor Dinas Satpol PP untuk pendataan dan mengisi surat pernyataan. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan dinas sosial untuk pembinaan pengamen berkostum badut tersebut.

“Kami bina karena tidak jera tapi hanya beralih cara minta mintanya saja,” imbuhnya.

Menurut Suprapto, badut tersebut dulunya juga pengamen di lampu merah. Namun, menggunakan jasa bersih-bersih kaca dengan kemoceng.

“Kami juga menghimbau kepada para pengguna jalan untuk tidak memberikan uang kepada para pengamen atau warga yang meminta-minta,” tandasnya.

Selain gencar operasi warung pangku yang jadi fokus Satpol PP saat ini, Suprapto juga bakal menugaskan bawahannya untuk rutin operasi di lampu merah. Sebab selain menimbulka  gangguan jalan, juga meresahkan pengguna jalan. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/