alexametrics
25 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Marak Juru Parkir Ilegal, Dishub Gresik Gencar Lakukan Razia

GRESIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik terus berusaha menekan kebocoran pendapatan dari sektor parkir. Salah satunya, dengan rutin menggelar razia juru parkir (jukir) illegal. Mereka diminta untuk kembali melakukan registrasi ke kantor untuk mendapatkan perintah kerja dan seragam  resmi.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Kelola Sarana dan Prasarana Dishub Gresik, Eko Winardi mengatakan mereka sebelumnya resmi. Namun, sejak 2020 lalu mereka sudah tidak membayar retribusi ke Dishub,” ujarnya.

Temuan jukir illegal berada di depan Puskesmas Industri. “Iya mereka sudah berhenti membayar retribusi parkir ke Dishub Gresik sejak tahun 2020 lalu dan tidak bisa menunjukkan surat tugasnya,”kata Eko, Rabu, (13/4).

Menurut Eko, pihaknya meminta kepada jukir tersebut untuk mengurus SPT untuk mendapatkan barcode dan baju biru serta membuka rekening bank Jatim. “Kami tunggu untuk mengurus ke Dishub Gresik untuk SPT serta mendapatkan baju biru dan barcode,”ujarnya.

Sementara itu, Staf Tata Kelola Sarana dan Prasarana Dishub Gresik, Hendri menjelaskan bahwa mereka tidak bisa menunjukkan SPT dan pakai baju orange di lapangan. Jadi itu sudah jelas jukir ilegal dan harus mengurus SPT ke Dishub Gresik.

“Kami langsung ke lokasi dan meminta kepada jukur tersebut untuk menunjukkan SPT namun mereka tidak menunjukkannya. Sehingga dari situ bahwa jukir tersebut pasti ilegal dan harus mengurus SPT ke Dishub Gresik,”ujarnya. (jar/rof)

 

GRESIK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik terus berusaha menekan kebocoran pendapatan dari sektor parkir. Salah satunya, dengan rutin menggelar razia juru parkir (jukir) illegal. Mereka diminta untuk kembali melakukan registrasi ke kantor untuk mendapatkan perintah kerja dan seragam  resmi.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Kelola Sarana dan Prasarana Dishub Gresik, Eko Winardi mengatakan mereka sebelumnya resmi. Namun, sejak 2020 lalu mereka sudah tidak membayar retribusi ke Dishub,” ujarnya.

Temuan jukir illegal berada di depan Puskesmas Industri. “Iya mereka sudah berhenti membayar retribusi parkir ke Dishub Gresik sejak tahun 2020 lalu dan tidak bisa menunjukkan surat tugasnya,”kata Eko, Rabu, (13/4).

-

Menurut Eko, pihaknya meminta kepada jukir tersebut untuk mengurus SPT untuk mendapatkan barcode dan baju biru serta membuka rekening bank Jatim. “Kami tunggu untuk mengurus ke Dishub Gresik untuk SPT serta mendapatkan baju biru dan barcode,”ujarnya.

Sementara itu, Staf Tata Kelola Sarana dan Prasarana Dishub Gresik, Hendri menjelaskan bahwa mereka tidak bisa menunjukkan SPT dan pakai baju orange di lapangan. Jadi itu sudah jelas jukir ilegal dan harus mengurus SPT ke Dishub Gresik.

“Kami langsung ke lokasi dan meminta kepada jukur tersebut untuk menunjukkan SPT namun mereka tidak menunjukkannya. Sehingga dari situ bahwa jukir tersebut pasti ilegal dan harus mengurus SPT ke Dishub Gresik,”ujarnya. (jar/rof)

 

Most Read

Berita Terbaru

/