alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Bank Sampah Gresik Masuk Tujuh Terbaik Nasional

GRESIK– Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada tujuh bank sampah terbaik Nasional dari 5.800 bank sampah di seluruh Indonesia di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah 2021, secara virtual dari Jakarta, Kamis (12/8). Salah satu Bank Sampah Induk (BSI) yang meraih yakni BSI Gemes Sekardadu Gresik. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi Bank Sampah di Indonesia yang tertap berinovasi selama pandemi.

Penghargaan langsung diberikan kepada pembina BSI Gemes Sekardadu Siti Fitriah secara virtual.  Dengan mata berkaca-kaca, perempuan asal Ngargosari Kecamatan Kebomas itu tak menyangka BSI binaannya selama ini meraih prestasi tingkat nasional. “Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih kepada Kementrian LH, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan seluruh kader bank sampah,” kata Fitriah.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya  menegaskan bank sampah memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan memberikan dampak nyata di tingkat akar rumput. “Disadari atau tidak, bank sampah berperan penting dalam membangun bangsa ini, di antaranya melalui, pertama, kegiatan bersama di tengah masyarakat dalam menumbuhkan dan melembagakan gaya hidup bersih,” ujar Menteri LHK, ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Bank Sampah 2021, yang dipantau virtual di Jakarta, Kamis.

Penghargaan itu juga diberikan kepada bank sampah yang terus inisiatif dan inovasi di tengah pandemi. Mereka terus melakukan pemberdayaan masyarakat untuk bisa menjadi produktif.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampai saat ini terdapat 11.566 unit bank sampah yang berada di 363 kabupaten/kota di Indonesia. Angka itu menujukan penambahan sekitar 3.500 unit sejak 2016. Pengelolaan sampah di Indonesia telah mencapai 55,96 persen dan mendorong kerja efektif untuk mewujudkan target pengelolaan sampah 100 persen pada 2025.

Rincian dari pencapaian sejauh ini adalah pengurangan sampah di seluruh kabupaten/kota mencapai 13,49 persen dari target 30 persen dan upaya penanganan 42,47 persen dari target 70 persen pada 2025.

Target itu telah ditetapkan di Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.  Bank sampah mendorong upaya pengurangan sampah di sumber dan mengubah cara pandang sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Pertumbuhan hijau itu kemudian terus didorong lahirnya Peraturan Menteri LHK Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah pada 1 Juli 2021. “Diharapkan gerak dan langkah bank sampah didukung seluruh jajaran pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan dan usaha dalam pengelolaan sampah untuk dapat lebih optimal,” pungkas Siti Nurbaya. (*/Han)

GRESIK– Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memberikan penghargaan kepada tujuh bank sampah terbaik Nasional dari 5.800 bank sampah di seluruh Indonesia di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bank Sampah 2021, secara virtual dari Jakarta, Kamis (12/8). Salah satu Bank Sampah Induk (BSI) yang meraih yakni BSI Gemes Sekardadu Gresik. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi Bank Sampah di Indonesia yang tertap berinovasi selama pandemi.

Penghargaan langsung diberikan kepada pembina BSI Gemes Sekardadu Siti Fitriah secara virtual.  Dengan mata berkaca-kaca, perempuan asal Ngargosari Kecamatan Kebomas itu tak menyangka BSI binaannya selama ini meraih prestasi tingkat nasional. “Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih kepada Kementrian LH, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan seluruh kader bank sampah,” kata Fitriah.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya  menegaskan bank sampah memiliki peran penting dalam membangun bangsa dan memberikan dampak nyata di tingkat akar rumput. “Disadari atau tidak, bank sampah berperan penting dalam membangun bangsa ini, di antaranya melalui, pertama, kegiatan bersama di tengah masyarakat dalam menumbuhkan dan melembagakan gaya hidup bersih,” ujar Menteri LHK, ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Bank Sampah 2021, yang dipantau virtual di Jakarta, Kamis.

-

Penghargaan itu juga diberikan kepada bank sampah yang terus inisiatif dan inovasi di tengah pandemi. Mereka terus melakukan pemberdayaan masyarakat untuk bisa menjadi produktif.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampai saat ini terdapat 11.566 unit bank sampah yang berada di 363 kabupaten/kota di Indonesia. Angka itu menujukan penambahan sekitar 3.500 unit sejak 2016. Pengelolaan sampah di Indonesia telah mencapai 55,96 persen dan mendorong kerja efektif untuk mewujudkan target pengelolaan sampah 100 persen pada 2025.

Rincian dari pencapaian sejauh ini adalah pengurangan sampah di seluruh kabupaten/kota mencapai 13,49 persen dari target 30 persen dan upaya penanganan 42,47 persen dari target 70 persen pada 2025.

Target itu telah ditetapkan di Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jaktranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.  Bank sampah mendorong upaya pengurangan sampah di sumber dan mengubah cara pandang sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Pertumbuhan hijau itu kemudian terus didorong lahirnya Peraturan Menteri LHK Nomor 14 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah pada 1 Juli 2021. “Diharapkan gerak dan langkah bank sampah didukung seluruh jajaran pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya dunia pendidikan dan usaha dalam pengelolaan sampah untuk dapat lebih optimal,” pungkas Siti Nurbaya. (*/Han)

Most Read

Berita Terbaru

/