alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Ketua Kadin dan GM Pesonna Hotel Berpulang

GRESIK – Pandemi Covid-19 gelombang kedua merenggut nyawa beberapa sosok penting di kota Wali. Kini giliran Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, Sardjono dan General Manager Pesonna Hotel Gresik-Surabaya, Cucun Mansur.

Keduanya berpulang pada hari yang sama Jumat, (09/07) setelah berjuang beberapa minggu menghadapi ganasnya virus yang menyerang organ pernafasan manusia.

Sardjono yang juga Ketua Deqan Penasehat Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Chapter Gresik menghembuskan nafas terakhirnya di RS Fatma Medika Sembayat Manyar. Sedangkan Cucun Mansur berpulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya.

Humas HDCI Gresik, Raditya Eko Hartanto mengungkapkan, Sardjono awalnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya sejak tiga minggu lalu dan kondisinya sempat membaik.

“Bapak ketua (Sardjono) sempat menjalani perawatan di rumah. Namun beberapa hari kemudian drop lagi,” kata pria yang akrab disapa Didit itu.

Diungkapkan, saat kondisinya drop, Sardjono kemudian dilarikan ke RS Fatma Medika Manyar. Namun kondisinya yang terus menurun membuatnya harus mendapatkan perawatan ICU.

“Informasi yang kami peroleh kurang lebih berada di ICU selama 5 hari sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” imbuhnya.

Kondisi serupa juga dialami General Manager Pesonna Hotel Gresik-Surabaya, Cucun Mansur. Pria syarat pengalaman itu menghembuskan nafas terakhirnua di ruang ICU RS PHC Surabaya. Informasi yang diperoleh, Cucun mulai mengeluh sakit pada Sabtu, (26/06). Waktu itu Cucun sedang di Hotel Pesonna Gresik.

Karena dianggap gejala ringan sehingga hanya minum obat biasa. Kemudian Jumat (02/07) Cucun dibawa pulang ke rumah kerabatnya yang ada di Surabaya untuk mendapat perawatan. Namun pada Selasa (06/07) kondisinya kesehatan laki-laki kelahiran Bandung pada 11 Juni 1966 terus menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit Primasatya Husada Citra Surabaya. Karena semua tempat tidur penuh sehingga Cucun menunggu di kursi roda rumah sakit itu. Pada Jumat (09/07) sekira pukul 17.16 Cucun menghembuskan nafas yang terakhir. (fir/rof)

GRESIK – Pandemi Covid-19 gelombang kedua merenggut nyawa beberapa sosok penting di kota Wali. Kini giliran Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik, Sardjono dan General Manager Pesonna Hotel Gresik-Surabaya, Cucun Mansur.

Keduanya berpulang pada hari yang sama Jumat, (09/07) setelah berjuang beberapa minggu menghadapi ganasnya virus yang menyerang organ pernafasan manusia.

Sardjono yang juga Ketua Deqan Penasehat Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Chapter Gresik menghembuskan nafas terakhirnya di RS Fatma Medika Sembayat Manyar. Sedangkan Cucun Mansur berpulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya.

-

Humas HDCI Gresik, Raditya Eko Hartanto mengungkapkan, Sardjono awalnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC) Surabaya sejak tiga minggu lalu dan kondisinya sempat membaik.

“Bapak ketua (Sardjono) sempat menjalani perawatan di rumah. Namun beberapa hari kemudian drop lagi,” kata pria yang akrab disapa Didit itu.

Diungkapkan, saat kondisinya drop, Sardjono kemudian dilarikan ke RS Fatma Medika Manyar. Namun kondisinya yang terus menurun membuatnya harus mendapatkan perawatan ICU.

“Informasi yang kami peroleh kurang lebih berada di ICU selama 5 hari sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” imbuhnya.

Kondisi serupa juga dialami General Manager Pesonna Hotel Gresik-Surabaya, Cucun Mansur. Pria syarat pengalaman itu menghembuskan nafas terakhirnua di ruang ICU RS PHC Surabaya. Informasi yang diperoleh, Cucun mulai mengeluh sakit pada Sabtu, (26/06). Waktu itu Cucun sedang di Hotel Pesonna Gresik.

Karena dianggap gejala ringan sehingga hanya minum obat biasa. Kemudian Jumat (02/07) Cucun dibawa pulang ke rumah kerabatnya yang ada di Surabaya untuk mendapat perawatan. Namun pada Selasa (06/07) kondisinya kesehatan laki-laki kelahiran Bandung pada 11 Juni 1966 terus menurun hingga harus dilarikan ke rumah sakit Primasatya Husada Citra Surabaya. Karena semua tempat tidur penuh sehingga Cucun menunggu di kursi roda rumah sakit itu. Pada Jumat (09/07) sekira pukul 17.16 Cucun menghembuskan nafas yang terakhir. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/