alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 18 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Anstisipasi Laka, Patroli Digelar Makin Intensif

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Jalur padat kendaraan tentu membuat peristiwa kecelakaan lalu lintas di Gresik sering kali tak terhindarkan. Meskipun demikian, trend kecelakaan lalu lintas dalam seminggu terakhir mengalami penurunan. Peningkatan patroli blackspot secara langsung maupun pantauan kamera CCTV setidaknya mengurangi jatuhnya korban.

Selama seminggu terakhir, terjadi penurunan jumlah kejadian kecelakaan hingga 20 persen. Hal itu disampaikan Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya. “Dari 15 menjadi 12 kejadian. Pada seminggu terakhir dibandingkan minggminggu sebelumnya,” ujarnya, Minggu (11/4).  Yossy terlihat dari data jumlah korban jiwa yang meregang nyawa dijalanan. Dari enam orang menjadi dua orang.

“Secara kualitas jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan. Untuk korban laka dengan luka ringan mengalami peningkatan dari 12 menjadi 16 orang, ” Jelasnya.  Adapun beberapa titik black spot rawan kecelakaan lalu lintas di Gresik masih tidak berubah. Mulai dari Driyorejo, Bungah, Manyar, Kebomas, Ujungpangkah, Duduksampeyan, Cerme dan Menganti. “Kawasan Driyorejo terjadi empat kejadian laka. Sedangkan, Bungah dengan dua kejadian. Sisanya, satu kejadian di beberapa lokasi masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, faktor penyebab laka lantas didominasi kelengahan pengemudi kendaraan bermotor. “Melebihi batas kecepatan, cara mendahului, bahkan tidak memberikan kesempatan pada kendaraan prioritas,” jelasnya. Seperti peristiwa tersebut tergambar persis pada kecelakaan tabrak belakang antara Bus Widji bernopol S 7385 UJ dan KR Hino tractor Head nopol H 1560 AF, terjadi di KM 13 tol Kebomas menuju Romokalisari. “Bus nekat mendahului truk menggunakan bahu jalan. Setelah menyalip, ban kiri depan bus turun ke tanah hingga hilang kendali. Truk tidak bisa menghindar dan akhirnya terjadi tabrakan,” terangnya.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto menegaskan pihaknya telah menggalakkan patroli di kawasan blackspot. “Khususnya pada jam tertentu padat kendaraan. Terutama pagi dan sore hari. Saat mobilitas kendaraan di jalan lagi padat orang pekerja pergi kerja dan saat jam pulang orang pekerja pulang,” jelasnya. Pihak Satlantas Polres Gresik melakukan berbagai macam sosialisasi. Dengan pemasangan banner peringatan di jalur blackspot atau rawan laka. “Semoga dengan upaya tersebut, trend kecelakaan mengalami penurunan. Baik dalam jumlah kasus maupun korban,” pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Jalur padat kendaraan tentu membuat peristiwa kecelakaan lalu lintas di Gresik sering kali tak terhindarkan. Meskipun demikian, trend kecelakaan lalu lintas dalam seminggu terakhir mengalami penurunan. Peningkatan patroli blackspot secara langsung maupun pantauan kamera CCTV setidaknya mengurangi jatuhnya korban.

Selama seminggu terakhir, terjadi penurunan jumlah kejadian kecelakaan hingga 20 persen. Hal itu disampaikan Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya. “Dari 15 menjadi 12 kejadian. Pada seminggu terakhir dibandingkan minggminggu sebelumnya,” ujarnya, Minggu (11/4).  Yossy terlihat dari data jumlah korban jiwa yang meregang nyawa dijalanan. Dari enam orang menjadi dua orang.

“Secara kualitas jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan. Untuk korban laka dengan luka ringan mengalami peningkatan dari 12 menjadi 16 orang, ” Jelasnya.  Adapun beberapa titik black spot rawan kecelakaan lalu lintas di Gresik masih tidak berubah. Mulai dari Driyorejo, Bungah, Manyar, Kebomas, Ujungpangkah, Duduksampeyan, Cerme dan Menganti. “Kawasan Driyorejo terjadi empat kejadian laka. Sedangkan, Bungah dengan dua kejadian. Sisanya, satu kejadian di beberapa lokasi masing-masing,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurutnya, faktor penyebab laka lantas didominasi kelengahan pengemudi kendaraan bermotor. “Melebihi batas kecepatan, cara mendahului, bahkan tidak memberikan kesempatan pada kendaraan prioritas,” jelasnya. Seperti peristiwa tersebut tergambar persis pada kecelakaan tabrak belakang antara Bus Widji bernopol S 7385 UJ dan KR Hino tractor Head nopol H 1560 AF, terjadi di KM 13 tol Kebomas menuju Romokalisari. “Bus nekat mendahului truk menggunakan bahu jalan. Setelah menyalip, ban kiri depan bus turun ke tanah hingga hilang kendali. Truk tidak bisa menghindar dan akhirnya terjadi tabrakan,” terangnya.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto menegaskan pihaknya telah menggalakkan patroli di kawasan blackspot. “Khususnya pada jam tertentu padat kendaraan. Terutama pagi dan sore hari. Saat mobilitas kendaraan di jalan lagi padat orang pekerja pergi kerja dan saat jam pulang orang pekerja pulang,” jelasnya. Pihak Satlantas Polres Gresik melakukan berbagai macam sosialisasi. Dengan pemasangan banner peringatan di jalur blackspot atau rawan laka. “Semoga dengan upaya tersebut, trend kecelakaan mengalami penurunan. Baik dalam jumlah kasus maupun korban,” pungkasnya.(yud/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru