alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Dispendik Berencana Dirikan SMPN 34 Gresik di Manyar

GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) kembali berencana menambah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Rencananya, SMPN 34 akan dibangun dilahan Fasilitas Umum (Fasum) salah satu perusahaan yang ada di Desa Suci, Kecamatan Manyar. Saat ini, Dispendik tinggal menunggu akta notaris penyerahan asset.

Kepala Dispendik Kabupaten Gresik Mahin membenarkan hal tersebut. Proses pendirian SMPN 34 sedang berlangsung. “Tinggal ke notaris terkait asset lahan yang akan dijadikan lokasi SMPN 34,” ujarnya.

Dikatakan, jika nanti tuntas, pihaknya akan meminta persetujuan dari Bupati. Jika disetujui akan diajukan ke pemerintah pusat. “Memang untuk SMPN 34 diharapkan dibangun dengan anggaran dari pusat,” terangnya.

Dijelaskan, pendirian kembali SMP Negeri di PPS dilakukan untuk menambah jumlah kuota siswa sekolah negeri. Selama ini, banyak siswa yang lokasinya sangat jauh dari sekolah negeri. “Karena sistemnya zonasi maka banyak siswa yang rumahnya jauh dari sekolah negeri tidak bisa terakomodir. Makanya, kami berusaha menambah sekolah,” imbuhnya. (rof)

GRESIK – Dinas Pendidikan (Dispendik) kembali berencana menambah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Rencananya, SMPN 34 akan dibangun dilahan Fasilitas Umum (Fasum) salah satu perusahaan yang ada di Desa Suci, Kecamatan Manyar. Saat ini, Dispendik tinggal menunggu akta notaris penyerahan asset.

Kepala Dispendik Kabupaten Gresik Mahin membenarkan hal tersebut. Proses pendirian SMPN 34 sedang berlangsung. “Tinggal ke notaris terkait asset lahan yang akan dijadikan lokasi SMPN 34,” ujarnya.

Dikatakan, jika nanti tuntas, pihaknya akan meminta persetujuan dari Bupati. Jika disetujui akan diajukan ke pemerintah pusat. “Memang untuk SMPN 34 diharapkan dibangun dengan anggaran dari pusat,” terangnya.

-

Dijelaskan, pendirian kembali SMP Negeri di PPS dilakukan untuk menambah jumlah kuota siswa sekolah negeri. Selama ini, banyak siswa yang lokasinya sangat jauh dari sekolah negeri. “Karena sistemnya zonasi maka banyak siswa yang rumahnya jauh dari sekolah negeri tidak bisa terakomodir. Makanya, kami berusaha menambah sekolah,” imbuhnya. (rof)

Most Read

Berita Terbaru

/