alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 21 May 2022

Sidak Pembangunan Underpass Wahidin, Komisi III Beri Catatan

GRESIK – Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Underpass Wahidin. Pasalnya, hingga kini pembangunan belum juga selesai. Padahal, sesuai kontrak seharusnya pembangunan selesai pada 4 November lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan sesuai SPK, kontraknya sudah berakhir pada 4 November 2021. Kenyataannya, pekerjaan belum selesai. “Seperti pemasangan keramik di jalur sepanjang trotoar masih belum finish,” ujarnya.

Selain belum selesai, pihaknya juga memberikan beberapa catatan. Salah satunya, pengaspalan jalan yang dinilai sebagian pekerjaannya kurang bagus. “Berimbas pada pengerasan aspal juga. Meskipun secara umum lumayan, tetapi ada beberapa titik yang tidak sesuai Mc 0. Makanya, sebagian aspal jalan masih terlihat kasar dan tidak mulus. Sangat disayangkan kalau dibiarkan maka aspal jalan cepat terkelupas,” terangnya.

Abdullah Hamdi juga mempertanyakan perencanaan proyek yang berubah-ubah. Awalnya, underpass direncanakan dua jalur dengan adanya pembatas jalan di tengah. “Tetapi, perkembangannya diubah menjadi satu jalur dari jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo ke arah Perumahan GKB saja,” ungkap dia.

Ditambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah dinas terkait untuk membahas hal tersebut. Pihaknya juga akan memanggil Dishub terkait rekayasa lalin yang dilakukan. “Kami juga ingin mengetahui Amdal lalin (analisa mengenai dampak lalu lintas). Segera kita ajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk rapat bersama,” imbuhnya. (rof)

GRESIK – Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan Underpass Wahidin. Pasalnya, hingga kini pembangunan belum juga selesai. Padahal, sesuai kontrak seharusnya pembangunan selesai pada 4 November lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan sesuai SPK, kontraknya sudah berakhir pada 4 November 2021. Kenyataannya, pekerjaan belum selesai. “Seperti pemasangan keramik di jalur sepanjang trotoar masih belum finish,” ujarnya.

Selain belum selesai, pihaknya juga memberikan beberapa catatan. Salah satunya, pengaspalan jalan yang dinilai sebagian pekerjaannya kurang bagus. “Berimbas pada pengerasan aspal juga. Meskipun secara umum lumayan, tetapi ada beberapa titik yang tidak sesuai Mc 0. Makanya, sebagian aspal jalan masih terlihat kasar dan tidak mulus. Sangat disayangkan kalau dibiarkan maka aspal jalan cepat terkelupas,” terangnya.

-

Abdullah Hamdi juga mempertanyakan perencanaan proyek yang berubah-ubah. Awalnya, underpass direncanakan dua jalur dengan adanya pembatas jalan di tengah. “Tetapi, perkembangannya diubah menjadi satu jalur dari jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo ke arah Perumahan GKB saja,” ungkap dia.

Ditambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil sejumlah dinas terkait untuk membahas hal tersebut. Pihaknya juga akan memanggil Dishub terkait rekayasa lalin yang dilakukan. “Kami juga ingin mengetahui Amdal lalin (analisa mengenai dampak lalu lintas). Segera kita ajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk rapat bersama,” imbuhnya. (rof)

Most Read

Berita Terbaru

/