alexametrics
32 C
Gresik
Thursday, 21 October 2021

TP PKK Gresik Borong Sayuran Peserta Lomba Ketan Pudak Petrosida

GRESIK – Kompetisi Ketan Pudak (Kelompok Tanam Kampung Petrosida Gresik) yang diikuti puluhan kampung di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo membuat Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gresik tertarik memborong sayuran hasil lomba. Menariknya, sayuran yang diborong TP PKK Gresik tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan masakan di dapur umum Covid 19 Pendopo Gresik.

Kegiatan panen sayur lomba Ketan Pudak PT Petrosida Gresik digelar diarea kebun Kelompok Wanita Sadar Lingkungan (Wandarling) Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Gresik, Nurul Haromaini yang didampingi jajaran pengurus TP PKK Gresik selain melakukan panen sayur juga melakukan sharing dengan pengurus Wardarling Ngargosari.

Disela-sela kegiatan panen sayur, Ning Nurul (sapaan akrabnya) menuturkan, kegiatan lomba Ketan Pudak yang diinisiatori oleh PT Petrosida Gresik sudah selayaknya mendapatkan dukungan yang besar dari pemerintah daerah. Bahkan, sebagai langkah awal pihaknya berencana akan memanfaatkan lahan sempit yang ada didepan sekretariat PKK Gresik untuk area urban farming.

“Lomba Ketan Pudak ini memberikan dampak positif tidak hanya pada masyarakat, melainkan juga pada lingkungan. Sebab, Kabupaten Gresik merupakan kota industri sehingga untuk menekan angka polusi maka penghijauan harus terus dilakukan. Salahsatunya menyulap lahan-lahan kecil menjadi kebun produktif,” kata Ning Nurul.

Dia menjelaskan, ketertarikannya memborong sayuran di area kebun peserta lomba Ketan Pudak muncul setelah melihat tayangan video dan foto yang dibagikan para peserta kepadanya. Nurul melihat sayuran hasil pembibitan peserta Ketan Pudak berukuran besar dan cukup segar.

“Setelah saya kesini ternyata benar, sawi, bayam dan kangkungnya sehat-sehat. Ditambah lingkungannya yang asri. Saya merasa seperti sedang berbelanja di kota Batu Malang,” imbuhnya.

Ditempat sama, Ketua Kebun Wandarling Kelurahan Ngargosari, Fitriyah menuturkan, dalam acara panen sayuran kali ini TP PKK Gresik memborong 25 kilogram (kg) pakcoy, 40 kg Sawi Hijau, 15 kg Kangkung, 10 kg Bayan Brazil dan 5 kg Bayam Merah.

“Di era pandemi ini segala aktifitas masyarakat dibatasi. Bahkan ada beberapa yang suaminya sampai kena PHK. Nah, kami sebagai ibu rumah tangga harus tetap produktif salah satunya dengan berkebun. Selain bisa menambah income, juga sayuran yang kami tanam ternyata bisa membantu kebutuhan dapur umum milik Pemerintah,” kata Fitriyah.

Sementara itu, juri lomba Ketan Pudak Petrosida Gresik, Sulistyo Wahyudi menyebut, lomba Ketan Pudak Petrosida Gresik diikuti 60 peserta dari 3 daerah yakni Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT RI ke 76.

“Selain mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai menjadi kebun, kami juga ingin meningkatkan pemasaran sekaligus pengetahuan produk-produk perlindungan tanaman Petrosida Gresik,” tuturnya.

Pria yang juga staff Tekbang Petrosida Gresik itu mengungkapkan, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian dalam lomba Ketan Pudak diantaranya, kesehatan tanaman, estetika kebun, kekompakan kelompok hingga unsur kemanfaatan tanaman. Menurutnya, estetika kebun masuk dalam penilaian karena kebun yang bagus akan menarik minat orang lain untuk ikut bercocok tanam.

“Kami mengucapkan terimakasih program Ketan Pudak ini mendapatkan dukungan besar dari TP PKK Gresik. Kedepan kami berharap bisa berkolaborasi menggelar program ini bersama sekaligus dengan peserta yang lebih banyak,” harap Wahyu. (fir)


GRESIK – Kompetisi Ketan Pudak (Kelompok Tanam Kampung Petrosida Gresik) yang diikuti puluhan kampung di Gresik, Surabaya dan Sidoarjo membuat Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gresik tertarik memborong sayuran hasil lomba. Menariknya, sayuran yang diborong TP PKK Gresik tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai bahan masakan di dapur umum Covid 19 Pendopo Gresik.

Kegiatan panen sayur lomba Ketan Pudak PT Petrosida Gresik digelar diarea kebun Kelompok Wanita Sadar Lingkungan (Wandarling) Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas. Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Gresik, Nurul Haromaini yang didampingi jajaran pengurus TP PKK Gresik selain melakukan panen sayur juga melakukan sharing dengan pengurus Wardarling Ngargosari.

Disela-sela kegiatan panen sayur, Ning Nurul (sapaan akrabnya) menuturkan, kegiatan lomba Ketan Pudak yang diinisiatori oleh PT Petrosida Gresik sudah selayaknya mendapatkan dukungan yang besar dari pemerintah daerah. Bahkan, sebagai langkah awal pihaknya berencana akan memanfaatkan lahan sempit yang ada didepan sekretariat PKK Gresik untuk area urban farming.

-

“Lomba Ketan Pudak ini memberikan dampak positif tidak hanya pada masyarakat, melainkan juga pada lingkungan. Sebab, Kabupaten Gresik merupakan kota industri sehingga untuk menekan angka polusi maka penghijauan harus terus dilakukan. Salahsatunya menyulap lahan-lahan kecil menjadi kebun produktif,” kata Ning Nurul.

Dia menjelaskan, ketertarikannya memborong sayuran di area kebun peserta lomba Ketan Pudak muncul setelah melihat tayangan video dan foto yang dibagikan para peserta kepadanya. Nurul melihat sayuran hasil pembibitan peserta Ketan Pudak berukuran besar dan cukup segar.

“Setelah saya kesini ternyata benar, sawi, bayam dan kangkungnya sehat-sehat. Ditambah lingkungannya yang asri. Saya merasa seperti sedang berbelanja di kota Batu Malang,” imbuhnya.

Ditempat sama, Ketua Kebun Wandarling Kelurahan Ngargosari, Fitriyah menuturkan, dalam acara panen sayuran kali ini TP PKK Gresik memborong 25 kilogram (kg) pakcoy, 40 kg Sawi Hijau, 15 kg Kangkung, 10 kg Bayan Brazil dan 5 kg Bayam Merah.

“Di era pandemi ini segala aktifitas masyarakat dibatasi. Bahkan ada beberapa yang suaminya sampai kena PHK. Nah, kami sebagai ibu rumah tangga harus tetap produktif salah satunya dengan berkebun. Selain bisa menambah income, juga sayuran yang kami tanam ternyata bisa membantu kebutuhan dapur umum milik Pemerintah,” kata Fitriyah.

Sementara itu, juri lomba Ketan Pudak Petrosida Gresik, Sulistyo Wahyudi menyebut, lomba Ketan Pudak Petrosida Gresik diikuti 60 peserta dari 3 daerah yakni Gresik, Surabaya dan Sidoarjo. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT RI ke 76.

“Selain mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai menjadi kebun, kami juga ingin meningkatkan pemasaran sekaligus pengetahuan produk-produk perlindungan tanaman Petrosida Gresik,” tuturnya.

Pria yang juga staff Tekbang Petrosida Gresik itu mengungkapkan, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian dalam lomba Ketan Pudak diantaranya, kesehatan tanaman, estetika kebun, kekompakan kelompok hingga unsur kemanfaatan tanaman. Menurutnya, estetika kebun masuk dalam penilaian karena kebun yang bagus akan menarik minat orang lain untuk ikut bercocok tanam.

“Kami mengucapkan terimakasih program Ketan Pudak ini mendapatkan dukungan besar dari TP PKK Gresik. Kedepan kami berharap bisa berkolaborasi menggelar program ini bersama sekaligus dengan peserta yang lebih banyak,” harap Wahyu. (fir)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru