alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 12 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rencana Tata Ruang Gresik Perkotaan, Kawasan Bunder Jadi Prioritas

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mulai mengsosialisasikan penyusuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Gresik Perkotaan. Dalam sosialisasinya Pemkab Gresik membagi Gresik perkotaan yang meliputi wilayah Kecamatan Gresik dan Kebomas menjadi tiga deliasi wilayah yakni Gresik kota bagian utara, Gresik kota bagian barat dan Gresik kota bagian selatan.

Kawasan Gresik kota bagian utara yang didalamya terdapat 23 desa di Kecamatan Gresik dan 5 desa di kecamatan Kebomas akan difokuskan untuk pengembangan kawasan heritage kota pusaka Gresik sekaligus pusat usaha kuliner. Selain itu, diwilayah ini juga akan dibangun kampung-kampung tematik dan kawasan eko wisata.

Sedangkan Gresik perkotaan bagian selatan yang meliputi 20 desa di Kecamatan Kebomas arah pembangunan akan difokuskan sebagai area bufferzone industri, pengelolahan limbah industri, kawasan ruang terbuka hijau dan pengembangan sarana transportasi terintegrasi.

Begitu juga dengan kawasan perkotaan bagian barat, yang meliputi desa 6 desa di kecamatan Kebomas seperti Desa Dahanrejo, Kembangan, Randuagung, Sekarkurung, Kedanyang dan Prambangan, arah tata ruang akan difokuskan pada pengembangan pusat pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa, serta kawasan residensial dan wisata. Deliasi wilayah Gresik bagian barat ini ke depan menjadi area prioritas dalam pengembangan kota.

Kepala DPUTR Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan, tiga deliasi wilayah kawasan perkotaan disusun agar kedepan pembangunan Kabupaten Gresik semakin terarah.

“Seiring berjalannya waktu kebutuhan ruang masyarakat dalam membangun usahanya semakin banyak. Nah, agar pembangunannya terarah, kami susun RDTR sebagai pedoman pembangunan kedepan,” kata Gunawan Setiaji.

Selain BWP Gresik Perkotaan pihaknya juga menyusun BWP wilayah Gresik Utara yang meliputi Kecamatan Panceng, Kecamatan Sidayu dan Ujungpanhkah. Untuk Kecamatan Panceng kedepan pola tata ruang akan diperuntukan untuk industri, pariwisata dan perikanan. Sedangkan Kecamatan Sidayu difokuskan sebagai pusat residensial, perikanan dan perdagangan. Berbeda dengan wilayah Kecamatan Ujungpangkah, tata ruang di wilayah ini dikhususnya untuk sektor perikanan, perkebunan, Kawasan Ekonomi Esensial dan Eko wisata. Gunawan berharap masyarakat maupun semua pihak mendukung arah perencanaan kota.

“Pada tahun ini, kami menyusun tujuh BWP namun diminta agar tiga BWP selesai hingga Desember nanti,” tandasnya. (fir/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mulai mengsosialisasikan penyusuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Gresik Perkotaan. Dalam sosialisasinya Pemkab Gresik membagi Gresik perkotaan yang meliputi wilayah Kecamatan Gresik dan Kebomas menjadi tiga deliasi wilayah yakni Gresik kota bagian utara, Gresik kota bagian barat dan Gresik kota bagian selatan.

Kawasan Gresik kota bagian utara yang didalamya terdapat 23 desa di Kecamatan Gresik dan 5 desa di kecamatan Kebomas akan difokuskan untuk pengembangan kawasan heritage kota pusaka Gresik sekaligus pusat usaha kuliner. Selain itu, diwilayah ini juga akan dibangun kampung-kampung tematik dan kawasan eko wisata.

Sedangkan Gresik perkotaan bagian selatan yang meliputi 20 desa di Kecamatan Kebomas arah pembangunan akan difokuskan sebagai area bufferzone industri, pengelolahan limbah industri, kawasan ruang terbuka hijau dan pengembangan sarana transportasi terintegrasi.

Mobile_AP_Half Page

Begitu juga dengan kawasan perkotaan bagian barat, yang meliputi desa 6 desa di kecamatan Kebomas seperti Desa Dahanrejo, Kembangan, Randuagung, Sekarkurung, Kedanyang dan Prambangan, arah tata ruang akan difokuskan pada pengembangan pusat pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa, serta kawasan residensial dan wisata. Deliasi wilayah Gresik bagian barat ini ke depan menjadi area prioritas dalam pengembangan kota.

Kepala DPUTR Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan, tiga deliasi wilayah kawasan perkotaan disusun agar kedepan pembangunan Kabupaten Gresik semakin terarah.

“Seiring berjalannya waktu kebutuhan ruang masyarakat dalam membangun usahanya semakin banyak. Nah, agar pembangunannya terarah, kami susun RDTR sebagai pedoman pembangunan kedepan,” kata Gunawan Setiaji.

Selain BWP Gresik Perkotaan pihaknya juga menyusun BWP wilayah Gresik Utara yang meliputi Kecamatan Panceng, Kecamatan Sidayu dan Ujungpanhkah. Untuk Kecamatan Panceng kedepan pola tata ruang akan diperuntukan untuk industri, pariwisata dan perikanan. Sedangkan Kecamatan Sidayu difokuskan sebagai pusat residensial, perikanan dan perdagangan. Berbeda dengan wilayah Kecamatan Ujungpangkah, tata ruang di wilayah ini dikhususnya untuk sektor perikanan, perkebunan, Kawasan Ekonomi Esensial dan Eko wisata. Gunawan berharap masyarakat maupun semua pihak mendukung arah perencanaan kota.

“Pada tahun ini, kami menyusun tujuh BWP namun diminta agar tiga BWP selesai hingga Desember nanti,” tandasnya. (fir/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru