alexametrics
29 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Belum Laporkan Harta, 500 Orang Kaya di Gresik Bakal Disurati

GRESIK – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik bakal memberikan surat cinta kepada 500 orang kaya di Gresik. Hal ini seiring dengan telah dimulainya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik, Priyo Hernowo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mendapatkan data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementrian Keuangan (Kemenkeu) perihal potensi wajib pajak asal Gresik yang memiliki harta besar. Nantinya para wajib pajak pribadi tersebut akan mendapatkan surat ajakan mengikuti program Tax Amnesty jilid II melalui email.

“Sifatnya kami hanya melakukan sosialisasi dan mengajak agar mengikuti program Pengungkapkan Sukarela (PPS) karena program ini memiliki banyak keuntungan bagi wajib pajak,” ujarnya.

Priyo mengajak para orang kaya di Gresik yang masih belum melaporkan hartanya untuk mengikuti program tax amnesty jilid 2. Sebab, pemerintah menawarkan tarif pajak 11 persen untuk harta deklarasi luar negeri. Kemudian tarif tax amnesty jilid 2 sebesar 8 persen atas harta di luar negeri repatriasi dan harta deklarasi dalam negeri.

Sementara itu, untuk WP orang pribadi atas harta perolehan tahun 2016 sampai dengan 2020 yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2020, tarif tax amnesty jilid 2 yang diberikan sebesar 18 persen untuk harta deklarasi luar negeri. Lalu, tarif tax amnesty jilid 2 sebesar 14 persen atas harta di luar negeri repatriasi dan harta deklarasi dalam negeri.

“PPS adalah kesempatan yang diberikan kepada WP untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta. Banyak manfaat yang akan diperoleh WP di antaranya terbebas dari sanksi administratif dan perlindungan data bahwa data harta yang diungkapkan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan atau penuntutan pidana terhadap WP,” paparnya.

Sementara itu, hingga Minggu (09/01) Priyo menyebut belum ada wajib pajak asal Gresik yang mengikuti program PPS. Meski demikian program ini akan disambut antusias oleh masyarakat kota pudak.

“Rencananya setiap hari Rabu melalui program kelas pajak, kami akan mengsosialisasikan program PPS. Karena ini kebijakan baru, jadi memang belum banyak yang tahu,” pungkasnya.

Meski demikian, saat disinggung mengenai indikator apa yang menjadikan WP mendapatkan email dari DJP,  Priyo tidak bisa menyebut hal tersebut secara gamblang.

“Yang dimaksud kaya ini indikatornya banyak. Bisa dari laporan SPT, bisa dari rekening di tabungan maupun harta-harta lain yang belum dilaporkan. Intinya DJP punya penilaian untuk indikator kekayaan itu,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik bakal memberikan surat cinta kepada 500 orang kaya di Gresik. Hal ini seiring dengan telah dimulainya Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Gresik, Priyo Hernowo mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mendapatkan data dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementrian Keuangan (Kemenkeu) perihal potensi wajib pajak asal Gresik yang memiliki harta besar. Nantinya para wajib pajak pribadi tersebut akan mendapatkan surat ajakan mengikuti program Tax Amnesty jilid II melalui email.

“Sifatnya kami hanya melakukan sosialisasi dan mengajak agar mengikuti program Pengungkapkan Sukarela (PPS) karena program ini memiliki banyak keuntungan bagi wajib pajak,” ujarnya.

-

Priyo mengajak para orang kaya di Gresik yang masih belum melaporkan hartanya untuk mengikuti program tax amnesty jilid 2. Sebab, pemerintah menawarkan tarif pajak 11 persen untuk harta deklarasi luar negeri. Kemudian tarif tax amnesty jilid 2 sebesar 8 persen atas harta di luar negeri repatriasi dan harta deklarasi dalam negeri.

Sementara itu, untuk WP orang pribadi atas harta perolehan tahun 2016 sampai dengan 2020 yang belum dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan 2020, tarif tax amnesty jilid 2 yang diberikan sebesar 18 persen untuk harta deklarasi luar negeri. Lalu, tarif tax amnesty jilid 2 sebesar 14 persen atas harta di luar negeri repatriasi dan harta deklarasi dalam negeri.

“PPS adalah kesempatan yang diberikan kepada WP untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta. Banyak manfaat yang akan diperoleh WP di antaranya terbebas dari sanksi administratif dan perlindungan data bahwa data harta yang diungkapkan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan atau penuntutan pidana terhadap WP,” paparnya.

Sementara itu, hingga Minggu (09/01) Priyo menyebut belum ada wajib pajak asal Gresik yang mengikuti program PPS. Meski demikian program ini akan disambut antusias oleh masyarakat kota pudak.

“Rencananya setiap hari Rabu melalui program kelas pajak, kami akan mengsosialisasikan program PPS. Karena ini kebijakan baru, jadi memang belum banyak yang tahu,” pungkasnya.

Meski demikian, saat disinggung mengenai indikator apa yang menjadikan WP mendapatkan email dari DJP,  Priyo tidak bisa menyebut hal tersebut secara gamblang.

“Yang dimaksud kaya ini indikatornya banyak. Bisa dari laporan SPT, bisa dari rekening di tabungan maupun harta-harta lain yang belum dilaporkan. Intinya DJP punya penilaian untuk indikator kekayaan itu,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/