alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 22 May 2022

Pandemi, SIG Akui Kompetisi Bisnis Semen Nasional Semakin Ketat

GRESIK – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan volume penjualan domestik seiring dengan pertumbuhan permintaan semen  nasional di tengah tantangan kompetisi yang semakin ketat dan kondisi pandemi yang masih terjadi.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, sebagai leader di industri semen, SIG terus berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar dan menjaga optimalisasi
utilisasi pabrik dalam mencapai efisiensi biaya. Di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif dan pandemi yang masih terjadi, Perseroan terus berupaya menciptakan peluang-
peluang melalui inovasi produk dan layanan untuk meningkatkan penjualan.

“Sebagai perusahaan yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan penyedia solusi
building material, SIG telah mengembangkan berbagai produk, jasa, dan solusi berkelanjutan
bagi masyarakat”, kata Adi Munandir.

Saat ini SIG memiliki lima merek yang beredar di pasar Indonesia yaitu Semen Gresik, Semen
Padang, Semen Tonasa, Dynamix dan Semen Andalas serta satu brand di Vietnam yaitu Thang Long Cement. SIG menawarkan produk semen kantung baik serbaguna, maupun produk semen untuk aplikasi tertentu yang lebih ekonomis, serta berbagai tipe semen curah yang sesuai  dengan karakteristik dari tiap jenis proyek sehingga lebih tepat guna dan efisien.

Selain produk semen, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan, seperti Minimix yang memungkinkan proyek skala kecil menggunakan produk readymix (beton jadi), SpeedCrete yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan yang lebih cepat dan bebas macet, serta ThruCrete yang dapat  menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir. “SIG juga mengembangkan solusi untuk mendukung program pengembangan rumah murah melalui DynaHome, yang memungkinkan pembangunan rumah 12 kali lebih cepat dibandingkan  pembangunan secara konvensional”, tambah Adi Munandir.

Menurutnya, dari sisi digital, SIG juga telah memiliki tiga platform digital yaitu SobatBangun,
AksesToko serta SIG online store yang memudahkan pelanggan mendapatkan pelayanan dalam membangun dan membeli semen, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai pembatasan aktivitas fisik.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Doddy Sulasmono Diniawan
menjelaskan, Perseroan mampu mencatat kinerja yang baik pada semester I 2021. Volume
penjualan SIG meningkat sebesar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan Semester 1 2021 meningkat 1,2 persen sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan. Beban Pokok Pendapatan meningkat 3,7 persen sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta  peningkatan harga batubara yang merupakan sumber energi yang memiliki porsi cukup signifikan  dalam Beban Pokok Pendapatan.

 

“SIG berupaya menekan pertumbuhan Beban Usaha serta melaksanakan pengelolaan arus kas yang disiplin dalam rangka mempercepat pelunasan pinjaman dan menurunkan beban keuangan  Perseroan, sehingga SIG mampu mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 181,7 miliar atau  tumbuh 29,7 persen di Semester 1 2021”, pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus berupaya meningkatkan volume penjualan domestik seiring dengan pertumbuhan permintaan semen  nasional di tengah tantangan kompetisi yang semakin ketat dan kondisi pandemi yang masih terjadi.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, sebagai leader di industri semen, SIG terus berupaya untuk mempertahankan pangsa pasar dan menjaga optimalisasi
utilisasi pabrik dalam mencapai efisiensi biaya. Di tengah tantangan pasar yang semakin kompetitif dan pandemi yang masih terjadi, Perseroan terus berupaya menciptakan peluang-
peluang melalui inovasi produk dan layanan untuk meningkatkan penjualan.

“Sebagai perusahaan yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan penyedia solusi
building material, SIG telah mengembangkan berbagai produk, jasa, dan solusi berkelanjutan
bagi masyarakat”, kata Adi Munandir.

-

Saat ini SIG memiliki lima merek yang beredar di pasar Indonesia yaitu Semen Gresik, Semen
Padang, Semen Tonasa, Dynamix dan Semen Andalas serta satu brand di Vietnam yaitu Thang Long Cement. SIG menawarkan produk semen kantung baik serbaguna, maupun produk semen untuk aplikasi tertentu yang lebih ekonomis, serta berbagai tipe semen curah yang sesuai  dengan karakteristik dari tiap jenis proyek sehingga lebih tepat guna dan efisien.

Selain produk semen, SIG juga menyediakan berbagai solusi beton yang telah dikembangkan, seperti Minimix yang memungkinkan proyek skala kecil menggunakan produk readymix (beton jadi), SpeedCrete yang memungkinkan penyelesaian pengerjaan konstruksi jalan yang lebih cepat dan bebas macet, serta ThruCrete yang dapat  menyediakan daerah resapan air dan mengurangi risiko banjir. “SIG juga mengembangkan solusi untuk mendukung program pengembangan rumah murah melalui DynaHome, yang memungkinkan pembangunan rumah 12 kali lebih cepat dibandingkan  pembangunan secara konvensional”, tambah Adi Munandir.

Menurutnya, dari sisi digital, SIG juga telah memiliki tiga platform digital yaitu SobatBangun,
AksesToko serta SIG online store yang memudahkan pelanggan mendapatkan pelayanan dalam membangun dan membeli semen, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 dengan berbagai pembatasan aktivitas fisik.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG, Doddy Sulasmono Diniawan
menjelaskan, Perseroan mampu mencatat kinerja yang baik pada semester I 2021. Volume
penjualan SIG meningkat sebesar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan Semester 1 2021 meningkat 1,2 persen sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan. Beban Pokok Pendapatan meningkat 3,7 persen sejalan dengan kenaikan volume penjualan serta  peningkatan harga batubara yang merupakan sumber energi yang memiliki porsi cukup signifikan  dalam Beban Pokok Pendapatan.

 

“SIG berupaya menekan pertumbuhan Beban Usaha serta melaksanakan pengelolaan arus kas yang disiplin dalam rangka mempercepat pelunasan pinjaman dan menurunkan beban keuangan  Perseroan, sehingga SIG mampu mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 181,7 miliar atau  tumbuh 29,7 persen di Semester 1 2021”, pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/