alexametrics
29 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Kades Tak Perlu Takut dengan Wartawan Abal-Abal, Diperas Lapor Polisi

GRESIK – Kepala Desa se-Kabupaten Gresik tidak perlu takut lagi jika didatangi oknum wartawan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik menyepakati sejumlah poin antara PWI, AKD, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. Di antaranya, jika ada oknum wartawan yang datang lalu mengancam dan melakukan pemerasan langsung dilaporkan ke kantor polisi, baik Polsek dan Polres.  Kedua, bila ada pemberitaan yang dirasa kurang tepat, narasumber bisa meminta hak jawab 2×24 jam. Bila tidak digubris, bisa langsung melapor ke Dewan Pers.

Penandatanganan dilakukan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kejari Gresik M. Handan Saragih, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim dan Ketua PWI Gresik Ashadi.

Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan mengatakan sering mendapat keluhan oknum wartawan datang ke desa-desa. Bermodal kartu pers tanpa memiliki perusahaan pers yang berbadan hukum.  Datang mencari kesalahan lalu meminta uang. Akibat perbuatan mereka, wartawan di Gresik yang sudah memiliki kartu UKW, berasal dari perusahaan media yang terdaftar di dewan pers terkena imbasnya.  “Kepala desa tidak perlu takut lagi, ada proses hukum. Kalau mengahdapi mereka. Harapannya setelah keluar dari sini, ada keinginan kemauan harus melawan. Karena wartawan sebenarnya kena imbasnya,” kata Ashadi, Senin (8/8).

GRESIK – Kepala Desa se-Kabupaten Gresik tidak perlu takut lagi jika didatangi oknum wartawan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik menyepakati sejumlah poin antara PWI, AKD, Dewan Pers, Polres Gresik dan Kejari Gresik. Di antaranya, jika ada oknum wartawan yang datang lalu mengancam dan melakukan pemerasan langsung dilaporkan ke kantor polisi, baik Polsek dan Polres.  Kedua, bila ada pemberitaan yang dirasa kurang tepat, narasumber bisa meminta hak jawab 2×24 jam. Bila tidak digubris, bisa langsung melapor ke Dewan Pers.

Penandatanganan dilakukan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, Kejari Gresik M. Handan Saragih, Wakil Ketua Dewan Pers Agung Dharmajaya, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim dan Ketua PWI Gresik Ashadi.

Ketua PWI Gresik Ashadi Ikhsan mengatakan sering mendapat keluhan oknum wartawan datang ke desa-desa. Bermodal kartu pers tanpa memiliki perusahaan pers yang berbadan hukum.  Datang mencari kesalahan lalu meminta uang. Akibat perbuatan mereka, wartawan di Gresik yang sudah memiliki kartu UKW, berasal dari perusahaan media yang terdaftar di dewan pers terkena imbasnya.  “Kepala desa tidak perlu takut lagi, ada proses hukum. Kalau mengahdapi mereka. Harapannya setelah keluar dari sini, ada keinginan kemauan harus melawan. Karena wartawan sebenarnya kena imbasnya,” kata Ashadi, Senin (8/8).

Most Read

Berita Terbaru

/