alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 21 May 2022

Pandemi Covid-19, Pekerja Seni Banting Setir Jadi Buruh Serabutan

GRESIK – Sejumlah pekerja seni di Gresik terpaksa banting setir alias alih profesi menjadi pekerja serabutan akibat adanya larangan pentas di masa pandemi Covid-19. Selama lebih dari enam bulan, para pekerja seni hanya sekali menerima bantuan sembako.

Seniman Gresik yang tergabung dalam Sanggar Seni Traju Wening di Desa Kandangan Kecamatan Cerme hanya menerima pasrah.  Tak ada orderan pentas seni.Selama Maret 2020, mereka tidak mendapatkan order pentas seni akibat larangan pentas di masa pandemi Covid-19. Demi menghidupi keluarganya, mereka terpaksa alih profesi dengan bekerja serabutan. Di antaranya bekerja sebagai ojek online maupun buka warung kuliner seadanya.

Leni Kurniasari , 21, seniman sinden mengatakan, untuk tetap bertahan hidup, dirinya terpaksa berjualan warung kuliner. “Mau gimana lagi karena tidak ada orderan pentas, terpaksa buka warung. Hasilnya buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (07/10) kemarin.

Leni tidak sendirian, rekannya  Antok ,45, yang berprofesi sebagai pemukul gendang kini bekerja sebagai ojek online (ojol) untuk menyambung hidup. “Mau gimana lagi, pentas dilarang akibat ada Covid-19. Daripada berdiam diri terus, terpaksa jadi ojek online agar tetap bisa makan,” imbuhnya.  Antok berharap pemerintah bisa memperhatikan nasibnya bersama puluhan seniman lain di wilayah Gresik. (fir/han)

GRESIK – Sejumlah pekerja seni di Gresik terpaksa banting setir alias alih profesi menjadi pekerja serabutan akibat adanya larangan pentas di masa pandemi Covid-19. Selama lebih dari enam bulan, para pekerja seni hanya sekali menerima bantuan sembako.

Seniman Gresik yang tergabung dalam Sanggar Seni Traju Wening di Desa Kandangan Kecamatan Cerme hanya menerima pasrah.  Tak ada orderan pentas seni.Selama Maret 2020, mereka tidak mendapatkan order pentas seni akibat larangan pentas di masa pandemi Covid-19. Demi menghidupi keluarganya, mereka terpaksa alih profesi dengan bekerja serabutan. Di antaranya bekerja sebagai ojek online maupun buka warung kuliner seadanya.

Leni Kurniasari , 21, seniman sinden mengatakan, untuk tetap bertahan hidup, dirinya terpaksa berjualan warung kuliner. “Mau gimana lagi karena tidak ada orderan pentas, terpaksa buka warung. Hasilnya buat kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (07/10) kemarin.

-

Leni tidak sendirian, rekannya  Antok ,45, yang berprofesi sebagai pemukul gendang kini bekerja sebagai ojek online (ojol) untuk menyambung hidup. “Mau gimana lagi, pentas dilarang akibat ada Covid-19. Daripada berdiam diri terus, terpaksa jadi ojek online agar tetap bisa makan,” imbuhnya.  Antok berharap pemerintah bisa memperhatikan nasibnya bersama puluhan seniman lain di wilayah Gresik. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/