alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Orang Tua Berharap Cabdin Tambah Rombel

GRESIK- Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Gresik memastikan tidak akan menambah rombel. Dampaknya, sekolah swasta di Gresik makin penuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabdin Wilayah Kabupaten Gresik, Kiswanto memastikan,  pihaknya memastikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) tidak akan menambah rombel atau tambahan kelas. “PPDB tahun 2021 dengan jalur prestasi, afirmasi dan jalur zonasi atau pemindahan orang tua dan itupun hanya 10 persen,” kata Mantan Kepala SMAN 1 Lamongan itu. Jalur zonasi langsung menggunakan titik koordinat dari tempat tinggal dan tidak ada rekayasa untuk pendaftaran online. Sistem itu otomatis dan sekolah tidak bisa mengubahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMKN 1 Driyorejo Gresik, Sutejo mengatakan, semua proses pendaftaran PPDB melalui online. Prosentasinya SMK 10 persen dan SMA 50 persen. “Kami berharap saat mendaftar jaringan internetnya  bagus sehingga titik koordinatnya betul,”jelas dia. Tahun depan diharapkan PPDB ditinjau  lagi utamanya untuk kepada warga tidak mampu.

Perwakilan wali murid, Sukardi mengecewakan sistem zonasi. Pasalnya, anaknya yang rumahnya masuk zona tidak diterima di SMKN 1 Gresik, sedangkan luar desa bisa masuk sekolah tersebut. “Kami berharap kepada Cabang Pendidikan Wilayah Gresik untuk bisa menambah satu kelas di sekolah SMKN 1 Driyorejo,” harap salah satu wali murid, Rakay Abi Damai Ardika yang tinggal di Jalan Zamrud, Desa Gadung Kecamatan Driyorejo Gresik. (jar/han)


GRESIK- Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Gresik memastikan tidak akan menambah rombel. Dampaknya, sekolah swasta di Gresik makin penuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabdin Wilayah Kabupaten Gresik, Kiswanto memastikan,  pihaknya memastikan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) tidak akan menambah rombel atau tambahan kelas. “PPDB tahun 2021 dengan jalur prestasi, afirmasi dan jalur zonasi atau pemindahan orang tua dan itupun hanya 10 persen,” kata Mantan Kepala SMAN 1 Lamongan itu. Jalur zonasi langsung menggunakan titik koordinat dari tempat tinggal dan tidak ada rekayasa untuk pendaftaran online. Sistem itu otomatis dan sekolah tidak bisa mengubahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMKN 1 Driyorejo Gresik, Sutejo mengatakan, semua proses pendaftaran PPDB melalui online. Prosentasinya SMK 10 persen dan SMA 50 persen. “Kami berharap saat mendaftar jaringan internetnya  bagus sehingga titik koordinatnya betul,”jelas dia. Tahun depan diharapkan PPDB ditinjau  lagi utamanya untuk kepada warga tidak mampu.

Perwakilan wali murid, Sukardi mengecewakan sistem zonasi. Pasalnya, anaknya yang rumahnya masuk zona tidak diterima di SMKN 1 Gresik, sedangkan luar desa bisa masuk sekolah tersebut. “Kami berharap kepada Cabang Pendidikan Wilayah Gresik untuk bisa menambah satu kelas di sekolah SMKN 1 Driyorejo,” harap salah satu wali murid, Rakay Abi Damai Ardika yang tinggal di Jalan Zamrud, Desa Gadung Kecamatan Driyorejo Gresik. (jar/han)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru