alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Diusulkan Jadi Situs Ramsar Dunia, PGN Saka Sukses Bina Desa Mangrove

GRESIK- Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan intensif oleh Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka) kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ujungpangkah mulai mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Tidak terkecuali Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Wujud dari pengakuan tersebut salah satunya menjadikan Banyuurip Mangrove Centre (BMC) sebagai lokasi puncak peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2021 atau yang populer disebut World Wetlands Day. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat mengusulkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah menjadi Situs Ramsar dunia.

Dalam momen tersebut PGN Saka dianugerahi penghargaan dari Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan diberikan atas kepeduliannya dalam konservasi mangrove di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik sejak 2014. Serta pemulihan dan perluasan mangrove di Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, dan Banyuurip.

Direktur Jenderal KSDAE RI, Wiratno mengatakan, Situs Ramsar merupakan kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia. Situs ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap Konvensi Ramsar yang mengikat untuk konservasi dalam pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

ASRI: 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia lalu lalang diarea Mangrove Ujungpangkah.

“KEE Ujungpangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut. Selain itu juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah seperti 17 jenis mangrove, 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia,” kata dia.

Dia menuturkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan basah. Serta meningkatkan peran aktif Pemda dan para pihak dalam bidang konservasi lahan basah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Najikh mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong agar KEE Ujungpangkah bisa menjadi bagian penting dalam pelestarian hayati yang ada di Indonesia karena mampu mengeliminir polusi Kota Pudak sebagai Kota Industri. Meski aktivitas pabrik yang menghasilkan karbondioksida tinggi, KEE ini menjadi penyeimbang.

RINDANG: KEE Ujungpangkah menjadi bagian penting pelestarian hayatidi Indonesia karena mampu menekan polusi

Di tempat sama, Ketua Kelompok Pelestari Mangrove dan Lingkungan Banyuurip (KPMLB), Abdul Mughni merasa bangga Desa Banyuurip terpilih sebagai lokasi puncak peringatan hari lahan basah sekaligus diusulkan sebagai situs Ramsar dunia. Dia menuturkan, upaya penataan sekaligus pengelolaan KEE melalui pusat pembibitan tanaman mangrove tidak lepas dari peran PGN Saka.

“Lewat pendampingan dan pembinaan yang intensif dari PGN SAKA kepada kelompok lingkungan dari nelayan akhirnya kami saat bisa memiliki pusat pembibitan mangrove, sekaligus area konservasi pesisir dan edukasi,” kata Abdul Mughni.

Sementara itu, External and Government Relation PGN Saka Subali mengatakan, komitmen PGN Saka dalam aktivitas usaha berwawasan lingkungan tak perlu diragukan lagi. Sebab, pihaknya selalu menerapkan program yang berintegrasi ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam kegiatan usahanya.

“Jadi tidak hanya profit oriented, namun kita punya kesadaran penuh dan bertanggungjawab atas keberlanjutan lingkungan hidup,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan penanggung jawab program CSR PGN SAKA, Endro Probo menegaskan komitmen PGN SAKA untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar melalui program pengembangan masyarakat. Harapannya seluruh elemen masyarakat khususnya nelayan bisa memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Sebagai industri hulu migas, PGN Saka memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, selain tanggung jawab lingkungan. Karena itu selain berkontribusi dalam konservasi mangrove, PGN Saka senantiasa berkomitmen untuk menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat setempat,” pungkasnya. (fir/rof)


GRESIK- Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan intensif oleh Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka) kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ujungpangkah mulai mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak. Tidak terkecuali Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Wujud dari pengakuan tersebut salah satunya menjadikan Banyuurip Mangrove Centre (BMC) sebagai lokasi puncak peringatan Hari Lahan Basah Sedunia Tahun 2021 atau yang populer disebut World Wetlands Day. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah pusat mengusulkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah menjadi Situs Ramsar dunia.

Dalam momen tersebut PGN Saka dianugerahi penghargaan dari Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan diberikan atas kepeduliannya dalam konservasi mangrove di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik sejak 2014. Serta pemulihan dan perluasan mangrove di Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, dan Banyuurip.

Direktur Jenderal KSDAE RI, Wiratno mengatakan, Situs Ramsar merupakan kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia. Situs ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap Konvensi Ramsar yang mengikat untuk konservasi dalam pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan.

-

ASRI: 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia lalu lalang diarea Mangrove Ujungpangkah.

“KEE Ujungpangkah merupakan muara Sungai Bengawan Solo, sehingga lokasi ini kaya dengan sumber daya alam yang penting bagi sejumlah jenis burung air maupun biota laut. Selain itu juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang melimpah seperti 17 jenis mangrove, 72 jenis burung baik penetap maupun burung migran seperti Pelikan Australia,” kata dia.

Dia menuturkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan basah. Serta meningkatkan peran aktif Pemda dan para pihak dalam bidang konservasi lahan basah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Najikh mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong agar KEE Ujungpangkah bisa menjadi bagian penting dalam pelestarian hayati yang ada di Indonesia karena mampu mengeliminir polusi Kota Pudak sebagai Kota Industri. Meski aktivitas pabrik yang menghasilkan karbondioksida tinggi, KEE ini menjadi penyeimbang.

RINDANG: KEE Ujungpangkah menjadi bagian penting pelestarian hayatidi Indonesia karena mampu menekan polusi

Di tempat sama, Ketua Kelompok Pelestari Mangrove dan Lingkungan Banyuurip (KPMLB), Abdul Mughni merasa bangga Desa Banyuurip terpilih sebagai lokasi puncak peringatan hari lahan basah sekaligus diusulkan sebagai situs Ramsar dunia. Dia menuturkan, upaya penataan sekaligus pengelolaan KEE melalui pusat pembibitan tanaman mangrove tidak lepas dari peran PGN Saka.

“Lewat pendampingan dan pembinaan yang intensif dari PGN SAKA kepada kelompok lingkungan dari nelayan akhirnya kami saat bisa memiliki pusat pembibitan mangrove, sekaligus area konservasi pesisir dan edukasi,” kata Abdul Mughni.

Sementara itu, External and Government Relation PGN Saka Subali mengatakan, komitmen PGN Saka dalam aktivitas usaha berwawasan lingkungan tak perlu diragukan lagi. Sebab, pihaknya selalu menerapkan program yang berintegrasi ekonomi, ekologi dan sosial budaya dalam kegiatan usahanya.

“Jadi tidak hanya profit oriented, namun kita punya kesadaran penuh dan bertanggungjawab atas keberlanjutan lingkungan hidup,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan penanggung jawab program CSR PGN SAKA, Endro Probo menegaskan komitmen PGN SAKA untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar melalui program pengembangan masyarakat. Harapannya seluruh elemen masyarakat khususnya nelayan bisa memahami pentingnya menjaga lingkungan.

“Sebagai industri hulu migas, PGN Saka memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat, selain tanggung jawab lingkungan. Karena itu selain berkontribusi dalam konservasi mangrove, PGN Saka senantiasa berkomitmen untuk menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat setempat,” pungkasnya. (fir/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru