alexametrics
25 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

LAZISMU Gresik Perkuat Penyaluran ZIS Produktif

GRESIK – Di tengah terik panas matahari, Ainuzzumaroh mengawasi kerupuk mentah yang dijemurnya di halaman rumah. Sepintas kemudian dengan sigap ia membawa tempayan berisi kerupuk mentah yang telah mengering itu ke dalam rumahnya. Sang suami, Ansori yang sehari-hari bekerja sebagai sopir panggilan segera membantunya. Berdua mereka lalu membungkus kerupuk itu ke dalam kantong-kantong plastik. Aktivitas memproduksi kerupuk itu telah mereka jalani sejak 2006.

Beruntung, pada tahun 2019 Nanung—panggilan Ainuzzumaroh—menjadi UMKM binaan LAZISMU Gresik. Kapasitas produksi merek kerupuk 2S miliknya yang awalnya hanya lima kilogram  per hari meningkat menjadi 10 Kg per hari berkat bantuan modal dari Muzakki melalui LAZISMU. Awal tahun 2020, LAZISMU memberikan tambahan modal usaha berupa seperangkat alat usaha berupa mixer, papan pengering kerupuk dan alat lainnya.

“Alhamdulillah, dengan bantuan dari LAZISMU omset saya meningkat tajam. Dari per hari 10 kg, kini menjadi 35 kg per hari, ditambah saya punya 2 karyawan borongan,” ungkap Nanung saat disambangi tim LAZISMU di kontrakannya, Rabu (5/5). Untuk pemasaran, ibu dua anak itu memiliki sembilan reseller yang tersebar di beberapa area, seperti pasar Cerme dan Menganti. “Ada juga yang dipasarkan melalui marketplace online” ujarnya. Melalui keuntungan penjualan kerupuk, kini Nanung bisa memiliki sepeda motor dan juga menabung untuk memiliki rumah baru. Maklum, saat ini beliau masih kos di daerah Iker-Iker Geger Cerme.

Nanung merupakan salah satu dari puluhan ribu mustahik (penerima dana ZIS) yang dikelola LAZISMU Gresik. Hingga akhir tahun 2020 kemarin, hampir 20 ribuan mustahik yang dijangkau melalui berbagai program. Ada 40-an lebih program dalam enam kelompok: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, sosial kemanusiaan, dan penyaluran rutin. Program pengembangan UMKM merupakan salah satu program unggulan yang bersifat produktif.

Program di LAZISMU ada dua jenis, karitas (konsumtif) dan produktif. Karitas untuk mustahik yang memang sudah tidak bisa bekerja lagi, biasanya yang berasnaf fakir, seperti lansia dan orang yang memiliki penyakit serius. Program karitas di antaranya Sayangi Lansia (sembako bulanan untuk lansia), Peduli Kesehatan (bantuan biaya pengobatan), Tingkatkan Gizi Seimbang (TIMBANG, untuk tambahan nutrisi bagi yang sakit). “Sedangkan program produktif digulirkan untuk peningkatan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, seperti pemberdayaan UMKM dan juga beasiswa,” terang Liesna Eka Noviani, Amil LAZISMU Gresik.

Dana ZIS memiliki potensi besar untuk pemberdayaan umat jika dikelola dengan baik. Tantangannya adalah kebiasaan masyarakat yang menyalurkan ZIS-nya secara langsung tanpa melalui amil. “Padahal dengan pengelolaan melalui amil resmi seperti LAZISMU ini, pendayagunaannya bisa diukur, dievaluasi, dan diperluas,” terang Liesna. LAZISMU sendiri merupakan lembaga amil nasional yang resmi dan selalu diaudit oleh akuntan publik.

 

“Cara berzakat, infak dan sedekah pun mudah. Bisa melalui online, transfer, maupun datang langsung ke zakat center kami. Lebih lengkap untuk informasi penyaluran, program, dan cara berzakat bisa pantau laman kami di www.lazismugresik.org atau kontak melalui nomor 0821-4033-9693. Bisa juga ke kantor layanan LAZISMU yang tersebar se-Kabupaten Gresik,” ajak Liesna. (ind/han)

GRESIK – Di tengah terik panas matahari, Ainuzzumaroh mengawasi kerupuk mentah yang dijemurnya di halaman rumah. Sepintas kemudian dengan sigap ia membawa tempayan berisi kerupuk mentah yang telah mengering itu ke dalam rumahnya. Sang suami, Ansori yang sehari-hari bekerja sebagai sopir panggilan segera membantunya. Berdua mereka lalu membungkus kerupuk itu ke dalam kantong-kantong plastik. Aktivitas memproduksi kerupuk itu telah mereka jalani sejak 2006.

Beruntung, pada tahun 2019 Nanung—panggilan Ainuzzumaroh—menjadi UMKM binaan LAZISMU Gresik. Kapasitas produksi merek kerupuk 2S miliknya yang awalnya hanya lima kilogram  per hari meningkat menjadi 10 Kg per hari berkat bantuan modal dari Muzakki melalui LAZISMU. Awal tahun 2020, LAZISMU memberikan tambahan modal usaha berupa seperangkat alat usaha berupa mixer, papan pengering kerupuk dan alat lainnya.

“Alhamdulillah, dengan bantuan dari LAZISMU omset saya meningkat tajam. Dari per hari 10 kg, kini menjadi 35 kg per hari, ditambah saya punya 2 karyawan borongan,” ungkap Nanung saat disambangi tim LAZISMU di kontrakannya, Rabu (5/5). Untuk pemasaran, ibu dua anak itu memiliki sembilan reseller yang tersebar di beberapa area, seperti pasar Cerme dan Menganti. “Ada juga yang dipasarkan melalui marketplace online” ujarnya. Melalui keuntungan penjualan kerupuk, kini Nanung bisa memiliki sepeda motor dan juga menabung untuk memiliki rumah baru. Maklum, saat ini beliau masih kos di daerah Iker-Iker Geger Cerme.

-

Nanung merupakan salah satu dari puluhan ribu mustahik (penerima dana ZIS) yang dikelola LAZISMU Gresik. Hingga akhir tahun 2020 kemarin, hampir 20 ribuan mustahik yang dijangkau melalui berbagai program. Ada 40-an lebih program dalam enam kelompok: pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, sosial kemanusiaan, dan penyaluran rutin. Program pengembangan UMKM merupakan salah satu program unggulan yang bersifat produktif.

Program di LAZISMU ada dua jenis, karitas (konsumtif) dan produktif. Karitas untuk mustahik yang memang sudah tidak bisa bekerja lagi, biasanya yang berasnaf fakir, seperti lansia dan orang yang memiliki penyakit serius. Program karitas di antaranya Sayangi Lansia (sembako bulanan untuk lansia), Peduli Kesehatan (bantuan biaya pengobatan), Tingkatkan Gizi Seimbang (TIMBANG, untuk tambahan nutrisi bagi yang sakit). “Sedangkan program produktif digulirkan untuk peningkatan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, seperti pemberdayaan UMKM dan juga beasiswa,” terang Liesna Eka Noviani, Amil LAZISMU Gresik.

Dana ZIS memiliki potensi besar untuk pemberdayaan umat jika dikelola dengan baik. Tantangannya adalah kebiasaan masyarakat yang menyalurkan ZIS-nya secara langsung tanpa melalui amil. “Padahal dengan pengelolaan melalui amil resmi seperti LAZISMU ini, pendayagunaannya bisa diukur, dievaluasi, dan diperluas,” terang Liesna. LAZISMU sendiri merupakan lembaga amil nasional yang resmi dan selalu diaudit oleh akuntan publik.

 

“Cara berzakat, infak dan sedekah pun mudah. Bisa melalui online, transfer, maupun datang langsung ke zakat center kami. Lebih lengkap untuk informasi penyaluran, program, dan cara berzakat bisa pantau laman kami di www.lazismugresik.org atau kontak melalui nomor 0821-4033-9693. Bisa juga ke kantor layanan LAZISMU yang tersebar se-Kabupaten Gresik,” ajak Liesna. (ind/han)

Most Read

Berita Terbaru

/