alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Dijaga Ketat, Pemudik Diminta Putar Balik

GRESIK – Personel Kepolisian Resor (Polres) Gresik dan jajaran terus memperketat kendaraan plat luar kota masuk ke Kota Santri. Pos Pam melakukan penyekatan larangan mudik di perbatasan Lamongan – Gresik. Di antaranya Duduksampeyan dan Panceng. Di tempat lainnya, Pos Pam Ketupat Semeru exit tol Manyar petugas tak kalah ketat menyeleksi masyarakat luar kota yang mudik atau dalam rangka bekerja masuk Gresik.

Perwira Pengendali Pos Pam Ipda Ekwan Hudin, yang juga Kanit Reskrim Polsek Manyar memimpin razia penyekatan gabungan TNI-POLRI, Dinkes, Sat Pol PP dan Dishub di exit tol Manyar, Jumat (7/5). Pengemudi kendaraan ber plat di luar W (Gresik) diminta menunjukkan surat keterangan kerja. Apabila tidak dapat menunjukkan keterangan tujuan maka diminta putar balik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, pembatasan mobilitas masyarakat ini tertuang dalam Addendum Suart Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.  Tujuannya untuk memastikan proses penyekatan pemudik berjalan lancar. Menurutnya ada dua Pospam terpadu di perbatasan dengan Kabupaten Lamongan, yakni di Kecamatan Panceng dan Duduksampeyan. “Tadi habis mengecek di Panceng, sekarang di Duduksampeyan. Kami pastikan penyekatan larangan mudik berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Selain dua posko terpadu itu, pihaknya juga menetapkan tujuh posko di dalam kota. Fungsinya untuk pemantauan dan memperketat mobilitas masyarakat. Mulai di perbatasan Sidoarjo, Surabaya, di tengah kota, di exit tol dan area pelabuhan.

“Hari pertama larangan mudik kondisi lalu lintas masih lengang. Tadi ada travel yang kita minta putar balik karena terindikasi akan mudik. Langkah tegas ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.(yud/han)

GRESIK – Personel Kepolisian Resor (Polres) Gresik dan jajaran terus memperketat kendaraan plat luar kota masuk ke Kota Santri. Pos Pam melakukan penyekatan larangan mudik di perbatasan Lamongan – Gresik. Di antaranya Duduksampeyan dan Panceng. Di tempat lainnya, Pos Pam Ketupat Semeru exit tol Manyar petugas tak kalah ketat menyeleksi masyarakat luar kota yang mudik atau dalam rangka bekerja masuk Gresik.

Perwira Pengendali Pos Pam Ipda Ekwan Hudin, yang juga Kanit Reskrim Polsek Manyar memimpin razia penyekatan gabungan TNI-POLRI, Dinkes, Sat Pol PP dan Dishub di exit tol Manyar, Jumat (7/5). Pengemudi kendaraan ber plat di luar W (Gresik) diminta menunjukkan surat keterangan kerja. Apabila tidak dapat menunjukkan keterangan tujuan maka diminta putar balik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan, pembatasan mobilitas masyarakat ini tertuang dalam Addendum Suart Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.  Tujuannya untuk memastikan proses penyekatan pemudik berjalan lancar. Menurutnya ada dua Pospam terpadu di perbatasan dengan Kabupaten Lamongan, yakni di Kecamatan Panceng dan Duduksampeyan. “Tadi habis mengecek di Panceng, sekarang di Duduksampeyan. Kami pastikan penyekatan larangan mudik berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

-

Selain dua posko terpadu itu, pihaknya juga menetapkan tujuh posko di dalam kota. Fungsinya untuk pemantauan dan memperketat mobilitas masyarakat. Mulai di perbatasan Sidoarjo, Surabaya, di tengah kota, di exit tol dan area pelabuhan.

“Hari pertama larangan mudik kondisi lalu lintas masih lengang. Tadi ada travel yang kita minta putar balik karena terindikasi akan mudik. Langkah tegas ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/