alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Izin Rampung, Pembangunan Underpass Dilanjut

GRESIK – Pembangunan underpass di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo kembali dilanjutkan. Izin administrasi dari pemerintah pusat telah rampung. Ditargetkan underpass yang memotong jalan nasional itu akan rampung pada penghujung tahun ini.

Pantauan di lapangan, arus kendaraan kini dialihkan melalui jalan di depan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), baik dari arah Terminal Bunder menuju Gresik Kota atau sebaliknya. Garis kuning hitam terpasang di persimpangan Randuagung dan depan di depan halte bus UMG.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan saat ini izin telah dikantongi. Baik dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementrian Perhubungan.

“Izin sudah dibahas tim dari pusat. Tim dari Jakarta karena jalan nasional, yang meneliti dari juga dari Jakarta terdiri dari orang Jakarta, orang Provinsi dan Kepolisian. Saat ini tidak ada masalah tinggal menambahi apa yang harus dilengkapi administrasinya,” kata Gunawan, Minggu (06/09) kemarin.

Nantinya underpass itu memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Underpass bakal dicor, pengukuran sudah lengkap semua. Namun, pengerjaan dijadwalkan molor dari rencana semula karena terganjal izinnya. “Proses sempat berhenti karena administrasi, pada minggu ketiga Desember sudah selesai, tahun depan  jalan di atas bisa dilalui lagi kendaraan nasional,” terangnya.

Meski dijadwalkan selesai di penghujung tahun 2020, pengerjaan underpass itu belum 100 persen tuntas. DPUTR masih harus melengkapi bagian di samping kanan dan kiri proyek underpass senilai Rp 5 miliar itu. “Kelengkapan akan dibangun lagi tahun 2021, nanti jadi semua total tahun depan. Kelengkapannya di sebelah kanan dan kiri dibangun tembok penahan biar terlihat rapi, terus jalan sudah ada di sebelah kiri, di sebelah kanan belum ada jalannya. Semua itu tahun 2021 selesai semua dan rapi semua,” pungkas Gunawan.

Terpisah, Kasatlantas Polres Gresik, AKP Yanto Mulyanto mengatakan selama pengerjaan ada pengalihan arus kendaraan. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah terminal Bunder menuju arah Gresik kota melalui jalan alternatif.

“Melalui Jalan Sumatera depan perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), melewati depan kampus UMG dan putar balik di bundaran GKB,” kata dia.

Dari arah sebaliknya, juga melewati jalur alternatif tersebut. Nah, untuk kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan menuju Jalan Mayjen Sungkono saat melintas di simpang empat Veteran. (fir/han)

GRESIK – Pembangunan underpass di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo kembali dilanjutkan. Izin administrasi dari pemerintah pusat telah rampung. Ditargetkan underpass yang memotong jalan nasional itu akan rampung pada penghujung tahun ini.

Pantauan di lapangan, arus kendaraan kini dialihkan melalui jalan di depan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), baik dari arah Terminal Bunder menuju Gresik Kota atau sebaliknya. Garis kuning hitam terpasang di persimpangan Randuagung dan depan di depan halte bus UMG.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Gunawan Setijadi mengatakan saat ini izin telah dikantongi. Baik dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementrian Perhubungan.

-

“Izin sudah dibahas tim dari pusat. Tim dari Jakarta karena jalan nasional, yang meneliti dari juga dari Jakarta terdiri dari orang Jakarta, orang Provinsi dan Kepolisian. Saat ini tidak ada masalah tinggal menambahi apa yang harus dilengkapi administrasinya,” kata Gunawan, Minggu (06/09) kemarin.

Nantinya underpass itu memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Underpass bakal dicor, pengukuran sudah lengkap semua. Namun, pengerjaan dijadwalkan molor dari rencana semula karena terganjal izinnya. “Proses sempat berhenti karena administrasi, pada minggu ketiga Desember sudah selesai, tahun depan  jalan di atas bisa dilalui lagi kendaraan nasional,” terangnya.

Meski dijadwalkan selesai di penghujung tahun 2020, pengerjaan underpass itu belum 100 persen tuntas. DPUTR masih harus melengkapi bagian di samping kanan dan kiri proyek underpass senilai Rp 5 miliar itu. “Kelengkapan akan dibangun lagi tahun 2021, nanti jadi semua total tahun depan. Kelengkapannya di sebelah kanan dan kiri dibangun tembok penahan biar terlihat rapi, terus jalan sudah ada di sebelah kiri, di sebelah kanan belum ada jalannya. Semua itu tahun 2021 selesai semua dan rapi semua,” pungkas Gunawan.

Terpisah, Kasatlantas Polres Gresik, AKP Yanto Mulyanto mengatakan selama pengerjaan ada pengalihan arus kendaraan. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah terminal Bunder menuju arah Gresik kota melalui jalan alternatif.

“Melalui Jalan Sumatera depan perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), melewati depan kampus UMG dan putar balik di bundaran GKB,” kata dia.

Dari arah sebaliknya, juga melewati jalur alternatif tersebut. Nah, untuk kendaraan besar dari arah Surabaya langsung diarahkan menuju Jalan Mayjen Sungkono saat melintas di simpang empat Veteran. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/